Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab.59


__ADS_3

Varo berdiri dari duduknya wajahnya terlihat gelisah bau amis darah dibajunya tidak dia hiraukan.bolak balik berjalan didepan ruang operasi menggenggam jari-jarinya menunggu kabar baik dari para team medis.


"Kenapa aku sangat khawatir bukan kah aku membenci penghianat itu,tapi dia menyelamatkan nyawa istriku,seandainya saja aku tidak meninggalkan Tania semua ini,,,,,,,,,,"


Pikiran Varo berkecamuk diotaknya


"Varo sini duduklah,kamu terlihat sangat gelisah.Varo pun mengikuti saran istrinya.


Kini giliran Tania menenangkan suaminya menggenggam erat tangan Varo.


Setelah hampir satu jam berlalu,Dokter dan teamnya keluar


Varo menghampiri dan bertanya langsung.


"Bagaimana kondisi sahabat saya dokter???


Antusias varo menanyakan kabar Gibran.


"Hmmmmmm kondisi belum stabil tapi operasinya berjalan lancar dan segera dipindahkan keruang inap,dia banyak kehilangan darah,tapi dia sangat hebat bisa bertahan sudah merupakan suatu keajaiban"dokter menjelaskan secara rinci.


"Terima kasih dokter atas usaha anda"


"Sama-sama tuan,itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kami".

__ADS_1


Dokter lalu meninggalkan mereka Gibran pun segera dipindahkan keruangan lain.


Wajahnya masih terlihat pucat,sebelum pingsan varo sempat melihat senyum Gibran sekilas yang dirasa varo sangat tulus.


Pak Darko sudah selesai dengan segala urusan administrasi.


"Gimana kabar Gibran??Tanyanya setelah dia sampai didepan Varo


"Dia masih belum stabil,tapi operasi nya lancar,apa semua administrasi sudah beres".Tanya Varo kembali


"Saya sudah melunasi tagihan awal tuan,


Pak Darko melihat baju varo dan Tania yang penuh bekas darah merasa sedih dan menyarankan mereka untuk membersihkan diri.


Varo memperhatikan kondisi mereka sangat kacau sekali benar kata pak Darko mereka harus membersihkan diri.


"Pak Darko juga harus segera membersihkan diri,tunjuk Tania melihat pak Darko juga penuh dengan bekas darah.


"Saya tunggu seseorang yang saya tugaskan disini untuk berjaga-jaga,nanti saya akan pulang,silahkan Tuan muda dan Nona yang duluan".


"Kami pamit dulu pak Darko,aku titip sebentar Gibran ya ,nanti kami kembali kesini lagi.pesan varo.


Pak Darko mengangguk setuju.

__ADS_1


Varo melihat jam ditangannya sudah jam 6 sore


Langit sudah mulai gelap dia terus menggenggam tangan Tania sampai dihotel.


Sampai dilobi hotel semua sedang sibuk membersihkan sisa bercak darah yang tercecer.


Segera memasuki kamar mereka.membuka semua pakaian mereka mandi bersama-sama.tidak ada yang yang terjadi seperti kemaren karena pikiran mereka tertuju pada Gibran.


"Varo kenapa aku seperti tidak asing dengan nama Gibran itu ,kamu dan pak Darko mengenalnya. Tanya Tania yang masih sibuk mengeringkan rambut panjangnya.


"Dia mantan sahabatku,ucap varo asal.


"Jadi dia orang yang kamu ceritakan kemaren itu,Tania terlihat kaget.


"Kenapa dia bisa berada disini??


"Aku juga tidak mengerti Tania,semoga saja dia cepat sadar aku perlu penjelasan darinya".Varo segera memakai bajunya dia ingin secepatnya kembali kerumah sakit.


"Sebelum kembali aku akan mengajakmu makan dulu,dari tadi siang kamu belum makan apapun".Varo mengingat dia dan istrinya batal makan siang.


"Varo aku kehilangan selera makan,ucap Tania lirih


"Aku bisa mengerti,tapi kita harus tetap makan,aku akan tambah khawatir kalo kamu jatuh sakit".ucapan varo sangat serius.

__ADS_1


Tania pun mengiyakan perintah suaminya.


__ADS_2