
Dirumah sakit
Setelah menyelesaikan makan varo dan Tania pun bergegas menuju rumah sakit.
Pak Darko sudah tidak ditempat karena digantikan dengan berapa Bodiguard kepercayaannya.
"Selamat datang Tuan Varo dan Nona Tania
Varo hanya membalas dengan anggukan lalu
Memasuki ruang perawatan Gibran.
Gibran masih terbaring lemah belum ada tanda-tanda dia sadarkan diri.
Varo ragu ingin menyentuh lengan sahabatnya itu.
Tania mengambil tangan suaminya lalu menempelkannya pada lengan Gibran.Varo menatap Tania kaget.
"Sentuh saja mungkin dia butuh dukungan mu saat ini,bagaimana pun kesalahan yang dia buat padamu,dalam keadaan dia kritis lupakan lah sementara,dan aku berharap hubungan kalian membaik.Tania berkata bijak membuat hati suaminya yang terluka sedikit terhipnotis dengan ucapan yang keluar dari istrinya.
Varo memilih duduk disamping ranjang Gibran memperhatikan wajah sahabatnya yang masih pucat akibat sempat drop karena kehabisan banyak darah.
Tania duduk bersandar dan memejamkan matanya sesaat,masih terbayang di ingatannya kejadian yang sangat membuat dia shock tidak terasa air matanya mulai mengalir.
Bahkan Tania sempat berpikir tadi adalah hari terakhirnya,Kalau bukan karena pertolongan seorang pria itu pasti nyawanya sudah melayang.sempat membayangkan kedua orang tuanya.dan kata yang terucap "Aku mencintai mu Varo,Ya kata yang belum dia utarakan pada suaminya.Dia merasa tidak akan pernah lagi bertemu suaminya.
"Kenapa kamu menangis sayang?Varo sudah berada disamping Tania tangannya menyapu airmata istrinya.
Sadar akan suara suaminya,Tania perlahan membuka mata.
"Aku hanya terbayang kejadian tadi.sangat mengerikan dan membuatku sedikit terguncang,kalau sampai sesuatu terjadi pada pria itu aku sangat merasa bersalah padanya"Ucap Tania lirih
Varo membenarkan ucapan istrinya.
"Bahkan kalo juga sampai terjadi sesuatu padamu aku akan mengutuk diriku seumur hidup ,dan bila Gibran meregang nyawa demi menyelamatkan mu juga aku akan merasa orang yang paling menyesal".Varo berkata dengan nada yang sangat terpukul sekali.
__ADS_1
"Tapi kita harus lebih waspada dan berhati-hati lagi,Aku akan lebih memperketat pengamanan mu".ucap Varo mantap
Tania merengkuh suaminya dalam pelukannya,saling memberi kekuatan dan motivasi.
"Kalau kamu cape tidurlah,besok aku akan membatalkan kepulangan kita keindonesia.Aku akan menunggu sampai Gibran benar pulih,walau dalam hati dia belum memaafkan Sahabatnya itu sepenuhnya,tapi di merasa punya tanggung jawab akan hal ini.
"Iya jangan kemana-mana aku takut,pinta Tania
"Aku tidak akan pergi sayang,Varo mengusap rambut Tania.
Tania membaringkan kepalanya dipangkuan Varo karena merasa lelah Dia tertidur dengan cepat.
Varo memperhatikan wajah teduh dan cantik istrinya.
Ada perasaan takut kehilangan dihatinya,
Varo tidak menyadari dia sudah sangat menyukai istrinya.
Menundukan kepalanya mengecup kening istrinya dan berbisik
Varo masih terus terjaga dia tidak bisa memejamkan matanya walau sesaat.
Panggilan Telpon dari kakek Royan berdering diponsel Varo.
"Hallo pak tua,ada apa gerangan menelponku,ucap varo bercanda
"Dasar bocah nakal,apa kakekmu tidak boleh menelponmu,kamu merasa terganggu dengan telponku hah!!!!! kakek berpura-pura tersinggung dengan perkataan cucunya.
"Kalau kakek sudah Tau mengganggu kenapa masih menelponku,canda Varo lagi
"Aku Malas berbicara padamu,berikan telpon pada cucu menantuku".Perintah Kakek
"Sekarang Tania sedang Tidur kakek,
"Tidur ??kenapa cepat sekali baru jam berapa ini disana,apa kau membuat dia kelelahan varo???Suara kakek penuh selidik
__ADS_1
"Yaa,bukankah kakek memintaku untuk bekerja ekstra dan membawa kabar baik saat pulang nanti,varo membel diri.
"Anak pintar sekarang sudah mengerti maksud kakek mu ini ya,Jaga cucu menantuku aku tidak mau ada hal buruk menimpanya.
Varo terdiam sesaat mendengar perkataan kakeknya.
"Hallo varo apa kamu masih mendengar kan kakekmu ini??
"Ehhh,iya kakek apa keadaan kakek ku ini baik-baik saja.Varo mengkhawatirkan kesehatan kakeknya.
"Kenapa selalu menanyakan keadaanku ,aku bisa menelponmu berarti dalam keadaan baik,Kakek merasa bosan saat selalu ditanya kesehantannya.karena bukan saja Varo,Bella dan juga Sarko selalu menanyakan kesehatannya.
Ternyata diumur kakekku sekarang ini sangat mudah sekali tersinggung pikir varo.
"Dimana bunda Bella ku,Varo mengalihkan pembicaraannya semula.
"Mereka ada undangan pernikahan semua pergi ke pesta itu,kakek hari ini merasa sangat gelisah dan khawatir sebab itu kakek menghubungimu.
Deg jantung varo seakan berhenti berdetak
"Mendengar suaramu kakek berasa lega varo,tapi Kakek kepikiran Tania ucap kakek lagi.
Kakek seperti memiliki mata bathin aja pikir varo.
"Kami disini baik-baik aja kakek,ucap varo berbohong
"Syukurlah,Darko juga mengatakan hal yang sama,jaga Tania ya dan jaga dirimu juga.
"Iya kek,aku akan selalu menjaganya.
"Ya sudah kakek tidak mau mengganggu mu lagi anak muda,cepat berikan kabat baik.
Sambungan telpon terputus Varo masih diam mematung.
"Maaf kan aku harus membohongi mu kakek,kesehatan mu juga sangat berarti bagiku.bathin varo.
__ADS_1