
Gibran sibuk membantu Bi Ulfa menyiapkan untuk pesta bakar-bakar ikan.
Varo dan Tania asik berjalan - jalan disekitar Villa menikmati Sunset,Geo ikut bersama mereka.sudah seperti keluarga yang komplit.Berjalab bersama Varo memegang tangan Geo sebelah kanan dan Tania memegang tangan Geo sebelah kiri.
"Cantiknya"Tania mentatap sunset yang sudah mulai terlihat".
"Kamu suka melihat sunset sayang"varo memeluk Tania dari belakang tangannya ditaruh diperut istrinya,lalu menyandarkan dagu dipundak Tania.
"Suka,sangat indah.Varo bisakah kita satu hari lagi disini,jangan pulang besok please,Bujuk Tania.
Varo terlihat berpikir"Hmmmmm baiklah,Soalnya Gibran juga belum mengurus perbaikan Makam keluargamu."putus Varo
"Beneran ditambah satu hari lagi??",Tania membalikan badannya dan menatap Varo untuk membenarkan ucapan suaminya.
Varo hanya mengangguk,karena senang Tania reflek memeluk suaminya erat.
Geo hanya menatap polos melihat tingkah Varo dan Tania.
"emang bunda mau pulang ya??
Tania melepas pelukannya,Dan menjawab pertanyaan Geo.
"Iya,Bunda dan Ayah harus pulang kembali kekota,kerjaan ayah ada disana dan rumah Bunda juga disana".Tania menjelaskan
__ADS_1
"Bagaimana kalo Geo Rindu sama Bunda dan Ayah,Tanyanya lagi
"Emmmmm boleh kok telpon Bunda,Nanti bunda kasih Nomor telpon Bunda ya.
"Geo gak punya ponsel Bunda,belum dibolehin sama papa,Geo bisa telpon Bunda lewat ponsel Papa,ucap nya senang menemukan cara menghubungi Tania
"Biar hubungi nomor telpon Ayah aja,Jadi kalau Geo hubungi bunda bisa juga sekalian bicara sama Ayah,gimana????
Varo sengaja akan memberi nomor ponselnya,ia gak mau kalo Leon menyimpan nomor istrinya.
"Iya Yah,Jawab Geo
"Oke sekarang sudah mau malam,kita pulang yuks.ajak Tania.
berlari kecil untuk menghampiri Papanya yang sedang berdiri berdampingan dengan Gibran.
"Wah ada acara apa ini?Tanya Tania melihat banyak ikan yang disiapkan Bi Ulfa
"Malam ini kita bakar-bakar ikan,tidak ada acara khusus.mumpung kita berkumpul semua.Leon menjawab dengan memandang kearah Tania.
"Anggap aja acara kedatangan kalian kesini,Sambung Leon lagi.
"Makasih ya,jadi ngerepotin.Ucap Tania
__ADS_1
"No,problem Tania,Kita sudah lama mengenalkan,jadi tidak usah sungkan.Leon lalu menggendong Geo yang sudah memegang tangannya.
"Jangan bilang ada udang dibalik batu,entah kenapa sekarang pikiran Varo negatif terus sama Leon.
"Pa,malam ini Geo mau tidur sama Bunda dan ayah.Geo memberitahu papanya.
"Apa Geo gak mengganggu kalian??tanya Leon ragu.
"Jelas ganggu lah,aku gak bisa ambil jatah nanti malam,ini isi hati Varo kalo mau jujur
"Gak lah,bentar juga kami mau kembali lagi kekota,pasti Bunda bakalan rindu sama Geo.Tania ingin mendekati Geo yang sedang digendong Leon,dengan sigap varo memegang tangan Tania sehingga istrinya menghentikan langkahnya.
"gercep sekali varo,tau aja istrinya mau mendekat kearah Leon".walau alasan sebenarnya Tania ingin mencubit lembut pipi Geo karena gemas.Gibran senyum-senyum melihat tingkah Varo.
"Baiklah,kalo gitu nanti jangan nakal dan ngerepotin ya,Nurut sama bunda Tania.pesan Leon
Geo mengangguk mengerti ucapan papanya.
"Haduh ikutan segala manggil Bunda lagi nih siduda,Bathin Gibran ia sudah melihat wajah varo merah menahan kesal campur cemburu.
Gibran segera ambil tindakan untuk mencairkan suasana.
"Oke sebaiknya kita siap-siap dulu buat persiapan makan malamnya nih.Kita semua berbagi tugas.saran Gibran dan semua setuju
__ADS_1