
Sudah hampir seminggu Zio dan keluarganya menikmati liburannya di rumah Zia,Kehadiran si kembar yang sudah mulai belajar berjalan membuat suasana semakin bahagia.
Hari ini Tania baru akan membicarakan tentang rencananya.Semua keluarga sudah berkumpul di ruang tamu.
"Anak-anak,selama ini Mama tak pernah mengatur tentang pilihan hidup kalian semua tergantung pilihan kalian masing-masing,tapi kali ini Mama harus ikut campur mengenai Jodoh untuk Zio".
Kalau sudah Tania berbicara,baik suami atau anaknya tidak akan menyela pembicaraannya.
"Ini karena Mama sudah berjanji pada seorang gadis kecil yang Mama temui di panti asuhan,Mama janji akan menjodohkan Zio dengan gadis itu".
"Gimana Zio apa kamu tidak keberatan dengan permintaan Mamamu".Tanya Varo pada sang putra.
"Zio tidak masalah pa,mungkin sudah saatnya Zio memiliki pendamping hidup.Dan Zio yakin pilihan mama pasti yang terbaik".ucap Zio bijak membuat Tania begitu bahagia.
Semua keluarga pun setuju dengan rencana perjodohan Zio.
Tania dan Varo memilih untuk beristirahat lebih dulu di dalam kamar mereka.Saat itu Tania ingin berbicara sesuatu pada suaminya.
"Mas,,aku membutuhkan bantuan mu untuk mencari gadis yang akan aku jodohkan dengan putra kita,ini pasti sangat mudah bagi mu kan"Ucap Tania pada suaminya.
"Kenapa baru sekarang kamu mencari nya sayang??Tapi aku akan meminta bantuan Gibran untuk mencari identitas gadis itu dan di mana ia sekarang".
"Kamu memang selalu bisa aku andalkan Mas,makasih"Mencium pipi suaminya.
__ADS_1
"Apapun untuk istriku"Varo membalas mencium Pipi Tania.Walau umur mereka berdua sudah tua namun keharmonisan dan kemesraan keduanya masih terlihat sampai sekarang.Dan wajah mereka juga sangat awet muda orang-orang tak menyangka Tania dan Varo sudah memiliki cucu dan anak-anak yang sudah besar-besar.
"Mengenai gadis itu kenapa aku tak mencari ya sejak dulu,itu karena aku hanya tak ingin memaksakan keinginan ku pada Zio Mas,tapi sampai saat ini mungkin janjiku pada gadis itu sangat kuat,hingga Zio belum tertarik menjalin hubungan dengan seorang wanita,dan saat aku meminta agar menikah dengan gadis pilihanku,Zio langsung setuju Mas,mungkin mereka memang berjodoh".
Varo mengangguk mengerti maksud istrinya.
"Tidur lah Sayang,besok baru kita bahas lagi rencana ini".Memeluk erat tubuh Tania.
"hmmmmmm".Tania pun membalas pelukan suaminya dan mereka pun mulai memejamkan mata untuk tidur.
*****
Waktu liburan mereka pun sudah usai,Tania begitu berat berpisah dengan anaknya Zia dan para cucu-cucu kembarnya.Namum Ia juga merasa senang beberapa bulan ke depan Zia dan Tama akan pindah kembali ke Jakarta.
"Uncle nanti datang kesini lagi ya"Ucap Zulfa
"Bukan kah Zulfa nggak lama lagi akan pindah ke Jakarta sayang,Uncle janji akan sering menemui Zulfa".Balas Zio
"Apa hanya Zulfa saja yang ingin Uncle temui"Protes Zulfi
Zio tersenyum mendengar ucapan Zulfi yang sedang cemburu.
"Tentu saja Uncle ingin menemui mu juga Zulfi,kalian berdua itu paket komplit kesayangan Uncle".Zio mengacak rambut Zulfi
__ADS_1
Zulfi tersenyum lebar lalu kembali memeluk Zio erat.Zio terus menghujani pipi kedua keponakannya itu dengan ciuman rasa tak ingin meninggalkan keduanya.
Zio pun berpamitan pada Tama dan Zia adiknya.
"Cepat beri kami kabar baik ya Zio,Aku tak sabar untuk melihat calon istrimu"Ucap Tama pada sahabat sekaligus kakak iparnya itu.
"Aku juga nggak sabar menunggu kabar pernikahan kak Zio"Ucap Zia antusias.
"Hei kalian berdua ini antusias sekali,Kabar gadis itu dimana saja kita belum tau".Ucap Zio sambil geleng-geleng kepala.
"Papa yakin Om Gibran akan menemukan gadis itu".Ucap Varo
"Mama juga sudah nggak sabar ingin melihat calon menantu mama,saat kecil saja ia begitu cantik gimana sekarang??? pasti semakin cantik".
"Bagi Zio yang tercantik tetap lah mama"Ucap Zio memeluk Tania.
"Tentu saja Kecantikan Istri Papa tak ada tandingannya".Ucap Varo dengan percaya diri nya.
"Zia setuju sama Papa"Ucap Zia Semua keluarga pun tertawa senang.
"Ayo kita sebaiknya berangkat sekarang"Ucap Varo saat melihat jam di tangannya.
Setelah memberi salam perpisahan Tania,Varo dan Zio pun segera pergi.
__ADS_1
Di Jakarta Gibran sudah mencari informasi tentang gadis yang yang di cari oleh kelurga Varo.Gibran akan memberitahu Varo saat ia tiba nanti di Jakarta nanti,Gibran sudah menemukan gadis itu.