Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab.28


__ADS_3

Tania memilih-milih pakaian yang akan dibawanya mengambil beberapa lembar yang tergantung dan yang sudah dilipat rapi oleh pelayan dirumah varo.


Varo masih sibuk dengan handphone nya,membaca pesan masuk dari siapa lagi kalo bukan viona,entah kenapa Varo menjadi sangat cuek pada Viona.sejak dia melihat sebuah penghiatan yang dilakukan viona dia bimbang dengan perasaannya sekarang apakah dihati nya masih mencintai gadis itu.


Varo meletakan handphonenya dimeja dekat dengan handphone istrinya.melihat sekilas ke arah Tania yang sibuk dengan kegiatannya mengemas baju.


Sebuah ketukan pintu membuat Tania menghentikan gerakan tangannya.


Beranjak mendekati pintu dan membukanya.


"Tante Bella ,sapa Tania setelah melihat wajah cantik yang muncul setelah dia membuka pintu.umur Tante Bella sekarang sudah kepala 35 keatas tapi penampilan dan kulitnya yang halus membuat dia terlihat masih seperti gadis berusia 20 an.Varo memanggil nya Bunda Bella karena dia lah dan Suaminya yang selalu merawat dan menjaga Alvaro dari kecil karena mama Rosi sibuk sebagai wanita karir saat itu.


Tante Bella tersenyum pada Tania.


"Apa Tante mengganggu kalian,,???


"Engga sama sekali Tante Bella,ayo masuk kedalam ajak Tania.


"Tentu saja Bunda mengganggu,,,Alvaro tiba-tiba muncul dibelakang Tania.menatap penuh selidik kearah Bunda kesayangannya itu.


"Upssss kalo gitu Bunda balik lagi deh,Tante Bella pura-pura ngambek.


Langkahnya terhenti saat sebuah tangan menangkapnya.


"masuk lah Bunda sama sekali engak mengganggu kok"Varo tertawa senang sudah mengerjai Bundanya itu .


"Bocah nakal !!!! tante Bella memukul pundak Alvaro

__ADS_1


"haduhhhhhh sakit Bunda Bella,,,ringis Varo katika pukulan Tantenya membuat tangannya kemerahan.Tante Bella dan Tania hanya tertawa ringan.


mereka bertiga segera memasuki kamar,Tante Bella melihat sebuah koper berisi pakaian.


"Bawa baju secukupnya aja Tania, kalo kurang nanti suruh Bocah nakal ini membelikan mu disana,Tante Bella melirik ke Alvaro dan mengedipkan matanya.


Mendengar kata bocah nakal Tania sedikit merasa lucu.


"Bunda bisakah berhenti memanggilku bocah nakal,Aku sudah besar sekarang.Varo mulai protes.


"Sebesar apapun kamu sekarang Dimata Bunda tetap anak kecil yang selalu bunda gendong dan nakalnya minta ampun.


Varo hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal,Terserah bunda aja deh ucapnya pasrah.


"Dari mana bunda tau kalo kami mau berpergian??Alvaro bertanya pada bundanya karena dia mengira hanya kakek yang tau.


Tania dan varo menatap Tante Bella membelalakan matanya sempurna.


"Tante apa ini keputusan yang tepat buat kami,mengingat Papa tidak menyetujui dalam waktu dekat untuk berpergian.Tania memberanikan diri membuka suara.


"Ini waktu yang tepat buat kalian berbulan madu bisa mengenal lebih dekat lagi,bila waktu dihabis kan berdua,Tante yakin rasa canggung diantara kalian sedikit demi sedikit akan menghilang.


Tania tersipu malu mendengar ucapan Tante Bella begitu juga Alvaro mengingat mereka belum ketahap hubungan suami istri yang sesungguhnya.


"Tania kamu sudah mengetahui sebelumnya rencana bulan madu ini?varo bertanya pada istrinya


"Iya,ucap Tania lirih dia lupa memberitahu kan Alvaro pembicaraan mereka diruang tamu.

__ADS_1


"Tapi aku mengira itu hanya sebuah rencana saja karena papamu tidak mengizinkan kita buat berpergian.Tania mencoba menjelaskan


"Papa pasti punya alasan kan ???


"Alasan nya masalah perusahaan,tapi bunda rasa soal perusahaan biar papamu dan suami bunda yang mengurusnya untuk sementara ini.


"Kalian pergilah jangan ada alasan lagi, cetak anak yang banyak biar rumah ini rame lagi dengan suara anak-anak...Bunda rindu masa-masa kecilmu varo berlarian disepanjang rumah ini.Terlihat ada air mata tertahan dipelupuk mata Tante Bella


Varo mengerti perasaan bundanya saat ini,dia pasti mendambakan seorang anak dihidup nya tapi takdir berkata lain karena sebuah kecelakaan yang menimpanya saat itu.Dalam keadaan hamil muda dia mengalami kecelakaan mobil.dimana kecelakaan itu merenggut calon bayi nya dan mengharuskan pengangkatan rahim menyebabkan Tante Bella dan om denian harus dengan lapang dada menerima kenyataan ini.


Varo mendekati bunda nya dan memberikan pelukan hangat


"Bunda jangan khawatir varo janji akan mencetak banyak asal bunda sanggup menjaga nya nanti".varo menghibur bundanya


"Dasar bocah nakal,,, kalo sampai anak-anak mu nanti seperti kamu kecil bunda sudah terbiasa.Tapi bunda sangat berharap anak-anakmu kelak juga seperti sifat ibunya.Tante Bella memangil Tania untuk mendekat dan ikut memeluknya.Terlihat Tante Bella sangat menyayangi Tania seperti putri nya sendiri.


Tania sangat bahagia malam ini sudah lama tidak merasakan kasih sayang ibunya,tapi seorang Tante Bella bisa mengisi kekosongan hatinya.


"Apakan seperti ini rasa nya di peluk seorang ibu yang menyayangi anaknya''


"Terima kasih ya Allah,sudah hadirkan Tante Bella,kakek dan Alvaro buat Tania".bathin Tania.


***Author ikut bahagia buat Tania Semoga papa dan mama mertua Tania juga bisa menerima Tania dengan baik ya,,,,doaiin ya para reader.


hallo para reader terima kasih sudah mampir di novel aku selamat membaca ya.


Jangan lupa vote dan like nya***.

__ADS_1


__ADS_2