Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab.121


__ADS_3

Pagi telah tiba,kepulangan Varo dan Tania pun sudah siap selesai sarapan.Geo sempat menangisi kepulangan Tania.Lalu diberi pengertian sama nenek Mora,akhirnya ia mengerti.


Tania dan Varo masih diam-diaman didalam mobil.


Sesekali Tania melirik kearah suaminya dan berucap didalam hatinya.


"Aku rindu kamu tau gak sih varo,baru tadi malam aku dicuekin sudah rindu sekali".ingin sekali Tania memeluk manja suaminya itu,namun sikap cuek dan dingin varo membuat Tania ciut juga.


Tania pun memilih untuk memainkan ponsel.namun otak dan pikiranya tidak fokus pada ponselnya.


"Gibran juga masih hutang penjelasan tadi malam sama aku,belum kelar ngomong harus terhenti oleh kehadiran Leon"Tania kembali berpikir


"Aku juga merasa bersalah sama Geo,meninggalkannya begitu saja.akh sudah lah aku harus lebih memikirkan apa yang harus aku lakukan untuk suamiku agar ia kembali bersikap hangat dan romantis".Tania membuyarkan pikirannya.


Katena merasa mengantuk Tania akhirnya tertidur,tanpa sadar kepalanya bersandar pada bahu suaminya.


Varo membiarkan saja posisi istrinya,jujur ia juga tersiksa dengan perasaannya.ia sangat ingin mengusap lembut rambut Tania seperti yang sering dia lakukan.


"Akhh,,,aku harus kuat,ia harus aku hukum dulu.sampai ia sadar dimana letak kesalahannya,jelas aku cemburu tapi ia tidak peka sekali".gumam Varo


"Dua pasutri yang super lucu sekali,si varo gengsi gak mau ngomong terus terang ,eh si Tania juga gak pekaan jadi orang".Gibran menggelengkan kepalanya


"Kenapa aku banyak ngoceh ya semenjak kedesa ini,aku harus cari cara agar dua bocil ini bisa saling mengoreksi diri masing-masing,setidaknya ada hal positif juga aku tidak jadi obat nyamuk sepanjang jalan pulang ini,seperti pada awal keberangkatan jiwa jomblo ku meronta."


Gibran teringat akan Laura


"Apa kabar gadis itu ya",desis Gibran pelan dan menyunggingkan senyum kecil dibibirnya.


Varo yang melihat Gibran senyum-senyum lewat kaca spion jadi penasaran.

__ADS_1


"Hei,kenapa kamu senyum-senyum sendiri Bran"tegur Varo ia takut aja sahabatnya itu kerasukan setan.


Merasa terciduk Gibran pun langsung menjawab jujur.


"Lagi rindu seseorang"


"Laura"tebak Varo


"Lha kok tau"karena tebakan varo tepat sekali


"Tau lah,hanya itu gadis yang kamu sering sebut kan saat Bunda Bella ingin menjodohkan mu kan".jelas Varo


Gibran hanya menggaruk-garuk kepalanya yang gak gatal.


"Nama gadis itu seperti gak asing bagiku,Tapi dimana aku mendengarnya ya",Varo terlihat berpikir dan menunduk menatap wajah istrinya yang masih tertidur pulas.


"Males mikir lagi,jawab Varo singkat


"Yahhhhh,Sayang sekali".Ucap Gibran lemas


Suasana perjalanan kembali sunyi saat ponsel Tania berdering membuat Tania terbangun dari Tidurnya.


📞Laura my BFF


"Hallo"


"Apa kabarmu Tania,hiks hiks I Miss u"


"I Miss u too,balas Tania

__ADS_1


"Bulan lalu aku menelponmu tapi Ponselmu tidak aktif",karena ponsel Tania memang tidak aktif saat ia koma.


"Maaf,karena ada suatu hal,nanti aku ceritain ya,gak lewat telpon".


"Oke janji ya,ucap Laura


"Iya janji,cepatlah pulang kembali"Tania tersenyum ia sangat merindukan gadis rusuh ini


"Belum bisa balik dalam waktu dekat ini,banyak tugas kampus,Nanti aku kasih kabar kalo aku mau pulang ya".


"Ok aku tunggu kepulangan mu".


"Aku juga nunggu kabar keponakanku,ucap Laura antusias


"Hehehe belum ada doain aja ya",ucap Tania pelan


"Pokoknya aku doain moga cepat,jadi pas aku pulang sudah ada yang aku uyel-uyel".ucap Laura bersemangat


"Iya serah kamu aja dah"ucap Tania pasrah


Varo dan Gibran memilih mendengarkan Tania bertelepon Ria.


Varo juga masih enggan menanyakan siapa yang menelpon istrinya,karena ia dalam mode mogok ngomong sama Tania.walau tingkat penasaran nya udah di ujung tanduk soalnya pake ucapan Miss You segala,siapa yang gak curiga kan.


"Ya udah aku tutup dulu ya nanti kita telponan lagi,Dah Tania "


"Dah Laura"


Mendengar kata terakhir Tania membuat Varo mengingat sesuatu Ya Laura nama gadis yang disebut Gibran sama dengan nama sahabat Tania.

__ADS_1


__ADS_2