
Setiap pagi Tania di isi dengan aktivitas baru,mual dan muntah.
Tapi semangat makan nya tidak pernah berkurang,Tania tidak mau calon bayinya kekurangan asupan nutrisi selama hamil.Tania suka mengkonsumsi buah-buahan.
Varo dengan sabar setiap istrinya muntah selalu berada disampingnya mengelus punggungnya.dan ia juga punya kebiasaan baru mencium perut istrinya setiap ingin berangkat kekantornya.
Tanpa terasa hari dan bulan berganti usia kandungan Tania sudah Sembilan bulan.ia tampak kesusahan saat menuruni tangga dirumah.karena perut yang udah makin membesar.
Pagi ini Tania merasakan kontraksi dan segera dibawa kerumah sakit.Varo menemani istrinya dalam ruang persalinan.
Dokter Imelda sudah siap dengan segala peralatan medis.karena setelah diperiksa sudah masuk pembukaan Delapan.
Kakek Royan dan semua keluarga sudah berada diluar ruangan menunggu kabar.
Bunda Bella menyambut kedatangan Paman Luhan dan Bi Ranti juga Arka.
Akhirnya setelah pencarian yang lumayan lama keluarga Tania ditemukan oleh Varo.
mereka semua menunggu kabar kelahiran Di bayi.
Setelah beberapa lama menunggu suara Bayi terdengar dari balik ruangan.
Dokter Imelda pun memberi Selamat pada Varo"Selamat Varo anakmu lahir dengan sehat tidak kekurangan apapun,jenis kelamin Laki-laki".
Tania merasa bahagia begitupun dengan Varo anak yang mereka nantikan selama sembilan bulan akhirnya lahir kedunia.
__ADS_1
"Alhamdulillah ,terima kasih Dokter."ucap Varo
"bayinya nanti mau dibersihkan dulu.Dan ibunya masih perlu penanganan Medis".Tania masih terlihat lemah.
Varo mencium kening Tania dan meminta ijin untuk keluar sebentar memberi tahu semua keluarga.
"Varo,"Kakek langsung memeluk cucunya.
"Kakek aku sudah jadi seorang ayah".seru Varo dipelukkan kakeknya.ia merasa sangat bahagia.
"Mana anakmu varo,kakek ingin melihatnya dan gimana keadaan istrimu".kakek nampak antusias
Baru saja varo ingin menjawabnya ia tersenyum melihat bayi yang digendong seorang suster sedang menuju kearahnya.
Varo mengangguk dan suster memberikan Bayi itu pada ayah sibayi.Varo memberanikan diri untuk menggendong Anaknya.
"Bayi nya begitu tampan"puji Bi Ranti yang melihat langsung cucunya.
Bunda Bela tak mau kalah ia langsung melihat cucu pertamanya itu.
"Varo junior"ucap Bella dan mencium gemas pipi bayi yang masih merah itu.
"Sebaiknya azanin dulu nanti lagi cium-ciumnya".Rendi membuka suaranya karena Bella tidak hentinya mencium cucunya.
Varo pun segera mengazanin Anaknya.setelah selesai ia menyerahkan kembali ke suster.
__ADS_1
Suster akan menyerahkan bayi ini pada ibunya untuk diberi ASI pertamanya.
"Varo mau liat keadaan Tania dulu ya."Semua keluarga mengangguk dan Varo segera menuju ruangan istrinya.
"Sayang"Panggil Varo ia sangat terharu bercampur bahagia melihat Tania berusaha memberikan Asi pada buah hati mereka.
"Aslinya belum banyak,tapi bayi kita udah kehausan,"Tania memegang pipi bayinya lembut.
Varo mendekati istrinya dan mengelus rambutnya lembut.
"Zain Abyan Mahardika"Varo memberi nama untuk anaknya.
Tania senang dengan nama itu jauh hari mereka sepakat memberikan nama itu dan sudah disetujui semua keluarga.
Setelah Tania selesai memberi asi pada Bayinya semua keluarga dipersilahkan masuk untuk menjenguk Tania.
Tampat semua terlihat bahagia Arka mendekati kakak Tania nya.
"Boleh aku menggendong keponakanku",Pintanya pada Tania
"Tentu saja"Tania menyerahkan Zain pada Adiknya Arka.
"Hei jagoan kecil,cepatlah besar ya biar ada teman paman mudamu ini main bola,"ucap Arka seakan Zain mengerti kata-katanya.
Semua hanya tersenyum mendengar ucapan Arka.
__ADS_1