Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab 202 (Ctb)


__ADS_3

Tania dan Varo terlihat santai menikmati teh hangat dan memakan beberapa cemilan.


Tania yang masih tetap cantik dan awet muda itu tak menyadari kedatangan Putra sulungnya.Tania mengorbankan cita-cita dan masa muda nya dulu,ia tak pernah menyesali keputusan nya karena sekarang dia sangat bahagia didampingi orang-orang yang menyayanginya,walau sampai ditahap ini tidak semudah membalikan telapak tangan.banyak cobaan dan rintangan yang harus Tania dan keluarga hadapi.


"Ma,,,ma"samar seseorang memanggilnya suara yang selalu ia rindukan.


"Zio,,kenapa mama mendengar suara Abang Zain mu memanggil Mama"Tanya Tania pada Zio.


Mendengar pertanyaan mamanya Zio melihat kearah sekelilingnya dan melihat kehadiran Zain dan Zia tepat dibelakang Mamanya.


"Ma,,ma"Ulang Zain lagi


"Zio,,mama mimpi ya"Tania menyakinkan lagi pendengarannya.


Zio menggelengkan kepalanya,mengisyaratkan mama nya tidak sedang bermimpi.


Zain langsung memeluk Mamanya dari belakang,ia sangat menyayangi sosok Tania,Ibu yang selalu membagi kasih sayang nya sama pada ketiga anaknya tidak ada yang berbeda.


Tania membalikan kepalanya,dan melihat putra sulungnya itu tersenyum manis padanya.


"Zain,,,,,"Tania memeluk anaknya"Kenapa tak memberi kabar mama kalau mau pulang"

__ADS_1


"Kejutan buat mama"Jawab Zain santai


"Sini Anak Nakal,,sudah pintar membuat kejutan ya"Bunda Bella memanggil Zain untuk mendekat padanya


"Oma"Zain melepaskan pelukan Tania dan mendekati Oma kesayangannya itu.Dan Bella memeluk erat keponakannya itu air matanya mengalir deras


"Oma kok nangis"Zain mengelap Air mata Bella


"Ini air mata bahagia"Elak Bella ia sangat bahagia saat ini melihat Zain yang ia rawat dari kecil dan sekarang sudah menjadi sosok pria dewasa.Namun bagi Bella Zain tetap lah anak kecil dihatinya yang selalu ingin Bella jaga dan memberinya kasih sayang.Bella sempat tidak menyetujui saat Varo meminta anaknya melanjutkan Pendidikan nya di LA.Setelah Varo menjelaskan tujuannya mengirim Zain kesana,dengan berat hati Bella mengikhlaskan kepergian Zain.


Dan kepulangan Zain yang ditunggu-tunggu oleh Keluarganya,membuat keluarganya menjadi terasa lengkap lagi.


"Mama akan menghubungi Papamu sekarang untuk memberitahu kepulangan mu"Tania mengeluarkan ponsel di saku nya.


Video call tersambung terlihat Wajah Varo yang masih terlihat tampan.Varo bersandar pada kursi ruang kerjanya.


"Mas Lihat siapa yang ada disampingku"


Tania mengarahkan kamera ke Zain


"Papa"Sapa Zain

__ADS_1


"Zain,,,Kamu udah pulang Nak"Varo sangat senang melihat kehadiran Anak sulungnya itu.


"Kenapa gak memberi kabar kepulangan mu???" tanya Varo lagi


"Mau buat kejutan aja buat semua keluarga pa"Zain memeluk manja ibunya


"Lihat anakmu Mas,sudah pintar membuat kejutan buat kita"


Varo membalas dengan tersenyum,dan ia tak sabar untuk pulang kerumah menemui Zain anak sulungnya itu.


"Kapan papa pulang"Zia tiba-tiba muncul dilayar


"Secepatnya sayang,papa akan pulang"


"Kami menunggu papa ya,dah papa"


"Dah gadis cerewetnya papa"Varo sengaja mengerjai Zia dengan kata cerewet untuk putri kesayangannya itu.


Belum sempat Zia membalas kata papanya,Varo sudah menutup panggilan video call nya.


Varo tau Anak gadisnya itu pasti sedang marah dan cemberut sekarang.

__ADS_1


Varo pun bergegas untuk pulang tak sabar ingin berkumpul bersama keluarganya.Apalagi sekarang Zain sudah kembali bersama mereka lagi.


__ADS_2