Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab 132


__ADS_3

Pagi menyapa Tania merasa badannya sakit semua karena ulah suaminya tadi malam.


Tania melihat jam diponselnya.


ada sebuah pesan masuk...


Tania membuka pesan yang ternyata dari Laura sahabatnya.


"Tania aku sudah tiba di Indonesia,maaf belum bisa menemuimu,Tapi aku janji setelah aku selesai melamar pekerjaan,nanti aku kabarin ya"


Tania membalas pesan Laura


"Melamar pekerjaan?"


"bukankah itu perusahaan Ayahmu sendiri"


Pesan Tania terkirim,menunggu beberapa lama balasan Laura belum juga dibalas.Tania beranjak untuk mandi dan ingin segera menemui Zain putranya.


Varo membuka mata dan melihat arah jam dinding.Memiringkan kepalanya mencari keberadaan istrinya.


"Apa Tania kekamar Zain ya??"Varo turun dan menuju kamar mandi.


"ceklek"Varo membuka pintu kamar mandi yang tidak tertutup.mata nya membulat saat melihat tubuh istrinya didalam bathub.


"Sayang kamu ingin menggodaku lagi ya??"ucap varo pelan lalu Varo mendekat kearah Tania


Tania memejamkan mata menikmati sensasi aroma sabun dan belum menyadari bahaya mengintai pada dirinya.

__ADS_1


Varo perlahan memasuki Bathub Tania tersadar Ada yang masuk Membuka matanya.


"Kyaaa,,,,"teriak Tania


Varo kaget mendengar teriakan istrinya


"Sayang pelankan suaramu"dan langsung M*lu*at bibir Tania lembut.Tania yang belum siap menerima serangan varo mencoba mengimbangi.sedikit kehabisan nafas Tania mendorong Varo.


"kenapa kamu bisa masuk ??"Tania bertanya heran ia yakin sudah mengunci pintu kamar mandi.


"Pintu gak terkunci,kamu memang sengaja melakukannya kan"goda varo pada istrinya


"Mungkin aku lupa"Ucap Tania cuek


Varo sebenarnya ingin menerkam lagi istrinya hari pagi ini,namun ia urungkan dan segera mandi dengan shower.ia memikirkan pekerjaan kantor yang menumpuk beberapa hari ini dan Varo paling engan membawa pekerjaan nya dirumah karena ia bertekad waktunya dirumah untuk keluarga.


Dengan cepat ia juga menyelesaikan mandinya.


Tania akan segera berlalu varo mengahadang langkah istrinya dan berbisik "Tunggu aku nanti malam ya sayang".dan sebuah kecupan mendarat lagi.


Tania hanya mengangguk pasrah dan langsung keluar meyiapkan semua perlengkapan untuk suaminya pergi kekantor hari ini.


Gibran sudah menunggu Varo untuk sarapan bersama Zain juga sudah keluar dari kamar dan mencari keberadaan Ayah dan Bunda nya.


Varo sudah siap menuruni tangga dan berpas-pasan bersama anaknya.


"Jagoan Ayah sudah bangun ya"Mendekati Zain dan menggendongnya.

__ADS_1


"Ayo kita sarapan bersama Ayah"Varo mencium Zain dengan penuh kasih sayangnya.


"Mana Bunda Yah??"Tanya Zain disela gendongan ayahnya.


"Bunda masih dikamar,bentar juga turun sarapan bersama kita".


Tania yang udah memakai pakaiannya segera turun.lalu menyapa semua keluarga dimeja makan dan Tania duduk disamping suaminya.


Setelah semua selesai makan,Varo segera berangkat kerja dan pamit pada istrinya.


"Dah ayah"Zain menggerakan tangannya


Varo membalas dengan senyuman pada anaknya.


Gibran langsung mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.


"Apa sudah ada Pengganti Lisa sementara ini???"tanya Varo pada Gibran yang fokus menyetir


"Ada banyak yang melamar pekerjaan ini,cuma hari ini aku hanya meminta 5 orang yang datang".jelas Gibran.


Varo mengangguk-anggukan kepalanya.


saat ini Gibran sudah tidak sabar,ia ingin melihat gadis bernama Laura.semoga apa yang ia pikirkan benar.


Perlahan mobil memasuki parkiran kantor.tampak beberapa Gadis dengan pakaian menarik sudah pasti mereka para pelamar kerja.dan Gibran memperhatikan Satu -satu mereka.ada perasaan kecewa dihatinya seseorang yang ia harapkan tidak berada diantar gadis-gadis itu.


"Ah mungkin hanya nama saja yang kebetulan mirip"gumam Gibran dihatinya.

__ADS_1


__ADS_2