
Kinara kondisinya perlahan pulih,walau beberapa hari sempat membuat keluarganya khawatir dengan kondisinya,Bahkan Zain tak pernah meninggalkan Kinara sedikitpun.
"Sayang makan ya walau sedikit"Zain membujuk istrinya untuk membuka mulutnya.
"Mas aku bisa memuntahkan nya lagi"kata Kinara lirih.
"Tapi anak kita butuh makan sayang,kalau kondisi ibunya drop gimana dengan anak kita "Zain mengusap lembut perut datar istrinya
Kinara membenarkan perkataan suaminya,dan ia pun mulai memasukan bubur yang disuapin Zain untuknya.
"Pelan-pelan aja sayang,,"Zain mengelap bibir Kinara lembut.
Kinara mengangguk dan mulai lagi memakan buburnya hingga habis.
Setengah jam berlalu Kinara merasa senang ia tak merasakan mual,Namun Zain tetap memintanya untuk tidak banyak bergerak.
Zia yang baru saja datang membawa beberapa buah untuk Kak Ara nya.
"Bang,aku taruh disini ya,ini Zia pilih buah-buahnya dengan kualitas bagus"
"Kamu sama siapa Zi"Tanya Zain pada adiknya
"Sama kak Zio dan Tama,mereka masih diluar Bang,mungkin sebentar lagi menyusul".
__ADS_1
"Sya dan adiknya juga mau kesini sebentar lagi,gimana keadaan kak Ara Bang???"
"Sudah lumayan Zi,Kinara udah mulai bisa makan buburnya dan tidak memuntahkannya".
"Syukurlah"Zia pun merasa sedikit lega.ia tak tega setiap melihat Ara sehabis makan sesuatu, kakak iparnya itu selalu memuntahkan lagi isi perutnya hingga habis.
"Mas kapan aku bisa pulang kerumah,Aku sangat merindukan semuanya"Kinara menatap sayu mata Suaminya.
"Kalau ada informasi dari dokter lagi,secepatnya kita akan pulang Sayang,aku akan menemui dokter lagi untuk menanyakannya,Mas tinggal sebentar ya disini juga ada Zia".kata Zain
Kinara mengangguk "Zi,,Bang Zain keruangan dokter sebentar,kamu jaga Kak Ara dulu ya"Zain pun berlalu pergi.
"Iya Bang"Zia mendekati Kak Ara yang masih terbaring lemah di ranjang rumah sakit diruangan nya.
"Ada buah anggur Zi"tanya Kinara
"Ada kak,bentar Zia ambilin dulu ya"Zia pun mengambil beberapa tangkai Anggur dan memberikannya pada Kinara.
Zia terlebih dulu mencuci buahnya sebelum ia berikan pada Kinara.
Zio dan Tama akhirnya memasuki ruangan perawatan Kinara.
"Gimana kondisi kak Ara sekarang???"Tanya Zio
__ADS_1
"Sudah ada sedikit perubahan Kak"jawab Zia
Kinara hanya tersenyum ramah pada Zio dan Tama ia tidak terlalu bisa banyak berbicara sekarang takut rasa mualnya muncul lagi.
"Kak Zio mau buah,,rasanya seger banget"Zia memberi kan tawaran.
"Kak Zio kenyang Zia,mungkin Tama mau"
"hmmmmmmm,,ya udah kalo gak mau,Zia dan Kak Ara aja yang makan"Zia sengaja tidak memberi tawaran pada Tama.musuh bebuyutan namun Tama selalu sabar menghadapi sikap Zia yang kadang menganggapnya tak ada.
Sebenarnya selama beberapa bulan ini Zia memperhatikan Tama,entah kenapa Hati Zia terasa gugup saat bertatapan langsung pada mata Tama.sebab itu lah Zia selalu menjaga jarak dan bersikap ketus pada Tama.
Namun belakangan ini Tama sering menghabiskan waktu bersama Zio.Ia berencana akan melanjutkan Kuliah nya di London,Zia yang mendengar itu merasa sedih.Zia pun merasa bingung dengan perasaannya.
"Bang Zain mana Zi???"Tanya Zio ia baru sadar tidak melihat sosok Abangnya itu.
"Bang Zain ke,,,aduh!!!"Belum sempat Zia menjawab ia mengeluh kesakitan saat pisau untuk mengupas Apel yang ingin ia makan mengenai Jarinya darah mengalir deras.
"Zia!!!!!"Zio berdiri dari duduknya melihat darah Zia menetes namun Tama lebih dulu yang mengambil Jari tangan Zia dan mengisap darah Zia membuat Zio dan Zia hanya bisa terdiam dan melongo dengan perlakuan Tama.
...Dukung author terus ya para reader ...
...terima kasih atas like dan Vote nya 😍...
__ADS_1