Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab 175


__ADS_3

Acara berlangsung meriah dengan tema pesta kebun dan penuh tawa kebahagiaan.Bunda Bella dan Tania tak pernah bosan mengabadikan setiap momen indah Gibran dan Laura.


Zain asik menikmati kue yang terhidang membuat bibir nya penuh dengan cream Varo mengambil Tisu dan mengelap cream di mutut putranya.


"Zain mau foto sama uncle Giblan dan aunty cantik"Ucap Zain yang meminta Ayahnya Varo menurunkan nya dari gendongan Varo.


"Sini Mama fotoin Zain"Tania bersiap dengan kamera ponselnya.


Gibran dan Laura berpose mencium Zain dibagian pipi setelah mengambil beberapa gambar Zain merasa lelah dan mengantuk.


Menguap beberapa kali membuat Tania tau anaknya ingin tidur siang.lalu Tania segera menggendongnya.


"Sayang"Panggil Tania lembut pada suaminya


"Iya sayang,ada apa"Varo mendekati Tania dan Tania berucap


"Putra kita sepertinya mengantuk".Varo pun melihat kearah Zain yang terus menguap dan matanya terlihat sekali ia menahan ngantuk. varo langsung memindahkan Zain dari tangan Tania ke tanganya.


Laura juga melihat Zain yang terlihat menggemaskan baginya saat matanya setengah terpejam digendongan Varo.


"Tania tidurkan Zain Dikamar bawah"Perintah Laura dan Tania pun tau dimana letak kamar itu.

__ADS_1


Varo mengikuti langkah kaki Tania menuju kamar yang dimaksud Laura.


Perlahan Tania membuka pintu dan Varo segera meletakkan Zain putranya yang sudah larut didunia mimpi.Tania menyelimuti Zain dan duduk ditepi ranjang memperhatikan wajah Zain yang sangat tenang saat tidur.


Varo membuyarkan lamunan Tania "Sayang kembali lah ke acara,Laura pasti menunggu mu".


"Siapa yang akan menjaganya"


"Biar aku saja menjaganya,sekalian ingin beristirahat sebentar".Ucap varo


"Baiklah,tapi sepuluh menit lagi ya,aku masih ingin melihat wajah putraku saat tertidur,Dia persis sekali dirimu sayang"Tania memperhatikan bergantian wajah suami dan putranya.


Rasa sayang yang besar dihati Tania buat keduanya.


"Maaf"ucap varo tiba-tiba


"Untuk apa minta maaf sayang"Tania heran


"Dulu saat kita menikah tak semeriah ini"ucap varo lirih


"Ya ampun sayang,aku kira ada apa" Tania tersenyum mendengar ucapan suaminya.

__ADS_1


"Aku tak pernah mempermasalahkan itu sayang"Tania membelai tangan Varo lembut dan menatap suaminya penuh kasih sayang.


Varo melihat ketulusan Dimata istri tercinta nya itu."Aku sangat berterima kasih pada kakek ku,karena sudah memilih dirimu untukku,dan terima kasih juga sudah mencintaiku dan memberiku seorang Putra,kebahagian ku terasa lengkap sekarang berkat mu Tania".Varo merengkuh lagi istrinya dalam pelukannya rasa tak ingin melepasnya.


"Rencana istirahat sepuluh menit aku rasa jadi satu jam nih" Goda Tania


"Entah kenapa hari ini rasanya aku sangat merindukan istriku"Varo terus mencium Tania lembut.


"Mungkin kita perlu liburan sayang,ayo kita bawa Zain berlibur"Pinta Tania


"Sayang,,,kamu tau kan aku masih khawatir kalau kita berlibur",bukan tanpa alasan Varo merasa keselamatan istri dan anaknya adalah nomor satu apalagi kejadian yang menimpa Tania dalam penjagaan ketatpun para musuh masih bisa melancarkan aksinya.


"Iya aku tau sayang"Tania mengerti perasaan suaminya sekarang.


"Saat aku merasa benar-benar aman,aku akan membawa kalian berlibur aku janji",Varo semakin erat memeluk Tania


"Sayang kita sayang -sayangan nya lanjut dirumah nanti ya"bisik Tania


"hmmmmmmm,,,aku akan memakan mu habis"Varo mengerlingkan matanya menggoda istrinya.


"Sepertinya aku harus cepat kembali keacara sebelum suamiku khilaf "Sebelum berlalu Tania mencium pipi suaminya.

__ADS_1


Varo tersenyum mendengar ucapan istrinya dan memperhatikan Tania sampai menghilang dibalik pintu.


__ADS_2