Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab.91


__ADS_3

Tania sudah dipindah diruang perawatan,Setelah membersihkan diri Semua segera memasuki ruangan melihat keadaannya.Tania masih tampak pucat dengan alat-Alat medis yang terpasang.


Varo mendekati Istrinya yang terbaring koma,rasa penyesalan yang dalam udah memenuhi rongga dadanya.


menyentuh tangan istrinya dan memberi kecupan hangat dikening istrinya.


Air mata nya sudah tidak terlihat lagi,tapi luka hatinya terbuka lebar dia hanya diam seribu bahasa semua yang menegurnya tidak dia hiaraukan.


"Mungkin dia perlu waktu untuk menerima kenyataan ini,ucap kakek pada Bella,


kakek sedih melihat keadaan varo yang sampai sekarang belum mau memakan apapun dan terus berdiam diri.


Rendi dan Rosi dengan tergesa - gesa memasuki ruangan mendengar kabar dari Rosi bahwa Tania masuk rumah sakit.


Rendi menyentuh kepala Anaknya.


"Semoga kamu kuat Varo,semoga istrimu bisa secepatnya pulih kembali.Varo masih diam tak bergeming


Rosi mendekati Varo melihat Tania yang Terbaring koma merasa hatinya sangat senang.Tapi tentu saja dia tidak boleh menampakan rasa senangnya.


"Kasian sekali kamu Tania,kenapa pake koma segala coba saja kamu langsung mati,aku tidak perlu susah -susah lagi memikirkan cara membunuhmu".Ejek Rosi didalam hatinya.

__ADS_1


"Varo,ini mama kata Bella kamu belum makan apapun,cobalah makan mama tidak mau kamu juga malah jatuh sakit,kamu harus kuat demi Istrimu.Rosi membelai kepala anaknya


Mendengar suara mamanya,Varo menepis keras tangan Rosi dari kepalanya.


"Varo,,,Kenapa bersikap seperti itu pada mamamu?? tegur Rendi


"Untuk apa peduli sama Varo dan Tania ma,,varo tidak butuh rasa simpati mama!!!ucap varo menatap tajam pada mamanya.


"Plak,,,sebuah tamparan kuat mendarat dipipi Varo.Rosi menampar varo karena sakit hati dengan ucapan anaknya.


''Kenapa berbicara tidak sopan pada mamamu??Rendi juga terlihat geram.


"Apa kalian pernah mengajariku sopan santun Padaku,bahkan kalian tidak pernah berkata sopan pada istriku,varo menekankan kata-katanya.


"sedang ada masalah apa kalian!!!!! ini tempat umum kenapa bertengkar bahkan di hadapan Tania yang terbaring dan berjuang untuk hidup"ucap kakek geram


"Pa,,Varo bersikap kurang ajar sama Rosi,seakan-akan dia menyalahkanku atas apa yang menimpa istrinya,ucap Rosi tersedu-sedu.


"Varo,,kakek mohon kendalikan emosimu sekarang ini.


"Baik kek,tapi aku juga mohon suruh wanita ini keluar dari ruangan ini dan tidak usah lagi menginjakan kakinya dihadapan ku,atau aku tidak bisa mengendalikan emosiku.Mata varo kembali menatap tajam Mamanya.menunjukan mata kebencian mendalam.

__ADS_1


Rendi dan kakek merasa heran dengan sikap Varo yang berubah drastis bahkan berani melawan mamanya sesuatu yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya.


"Rendi,Rosi mungkin Varo lagi terguncang kalian harus mengerti tinggal kan dulu di sendiri.Kakek mencoba memberi pengertian pada anak dan menantunya.


Dengan perasaan kesal Rosi meninggalkan ruangan tapi tidak dengan Rendi dia bertahan.


"Pa aku perlu bicara sama Varo,


Tapi kakek mencegahnya


"Bukan saat yang tepat sekarang,kamu pasti mengerti sikap keras kepalanya sama sepertimu.Kakek sangat mengerti sifat Varo, Rendi sangat sama dengan dirinya juga.


Rendi mengangguk setuju dan berjalan menuju keluar.


"Kakek,,panggil Varo


"Iya apa kamu membutuhkan sesuatu,tanya kakek


"Aku sudah tidak sanggup menyimpan ini sendirian,apa yang harus aku lakukan kek,disisi lain dia adalah mamaku tapi disisi lain Tania istriku.Varo merasa sekarang adalah waktu yang tepat untuk menceritakan semuanya dan ini memang seharusnya dia katakan dari awal dan bisa membuat menyesal seumur hidupnya kalau terus menyimpannya.


"Ceritakan pada kakek,mungkin bisa membuatmu sedikit tenang.kakek merasa kamu sedang menyembunyikan sesuatu pada kakek.

__ADS_1


"Varo menunduk dan lirih berkata ma,Maafkan Varo.


__ADS_2