Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab 143


__ADS_3

Terima kasih yang sudah selalu semangati Author untuk up ya,dan yang sudah like dan vote terima kasih juga 🤗


Pagi hari


Varo sudah bersiap berangkat kekantor,Gibran juga sudah menunggu di mobil.


"Sayang aku pergi dulu,jaga anak kita ya"Pamit Varo dan mencium kening istrinya lalu berpindah mencium Putranya Zain.


"Kamu juga sayang hati-hati ya"Pesan Tania pada Varo yang sudah melangkahkan kakinya menuju mobil


Varo mengangguk,dan melambaikan tangan pada Tania.


Mobil melaju sedang


"kamu sudah diberitahu kakek tentang Sarah???"tanya Varo


"Sudah,hari ini aku akan melacak nomor asing itu".Gibran terus fokus menyetir


"Iya,aku gak habis pikir mengapa masih aja Sarah menggangguku"Varo memijit keningnya


"Dia sudah terobsesi dengan mu sejak dulu"Gibran bergidik ngeri


Varo menarik nafas panjang,apa yang di ucapkan Gibran memang benar.


"Cari tau siapa saja yang terlibat dengan Sarah,dan apa Viona masih hidup???"


"Aku akan menyelidiki semuanya".


Varo mengangguk setuju


Tiba dikantor Laura sudah siap dengan berkas-berkas untuk meeting Varo bersama para klien.


Gibran tersenyum melihat Penampilan Laura yang sopan tapi tetap terlihat manis.


"Gibran temuin Ayah Denian ada beberapa berkas yang harus ia tanda tangani".Perintah Varo

__ADS_1


Gibran segera bergegas keruangan Denian


"Laura aku butuh Kopi"


"Baik pak Varo,sebentar Laura buatkan"


Gak lama kemudian Laura sudah meletakkan Kopi dimeja Varo.


"Pak kopinya"


"Terima kasih"Varo sibuk dengan laptopnya.


Laura memilih duduk disofa dan menyusun beberapa majalah yang terletak dimeja.


"Hmmmmm kamu dan istriku Janjian mau keluar kan hari Minggu?"tanya Varo tiba-tiba


"Ehh iya Pak,Kamu sudah lama gak Nongki bareng"jawab Laura ia agak sedikit kaget saat Varo bertanya padanya.


"Maaf kalo nanti kalian jalan,harus ada bodiguard yang mendampingi".


"Nanti mungkin Tania bisa jelaskan padamu"


"Ohhh,iya pak,tenang aja pak Laura juga bisa jadi bodiguard Tania,aku ga akan diam aja kalo ada yang mau menyakitinya"


"Benar kah???"Varo menaikan alisnya


"Saya jago Karate pak"Ucap Laura sedikit bangga


"Itu bagus"ucap Varo antusias


"Aku juga jago menembak"Lanjut Laura


"Wahhhhh Istri saya beruntung memiliki kamu sahabatnya".Varo merasa senang


"Laura yang beruntung pak,memiliki sahabat seperti Tania".

__ADS_1


Varo mengangguk setuju.


Gibran mengetuk pintu dan langsung menyerahkan beberapa berkas yang sudah ditanda tanganin oleh Denian.


"Sepuluh menit lagi meeting dimulai pak Varo" Laura memberitahu


Varo menyeruput kopi nya pelan


"Siapakan semua"Perintah Varo


"Sudah semua pak"


"Kelihatannya kopinya enak"Gibran melihat Varo yang sedang menikmati kopinya.


"Laura yang buat"Varo menunjuk Laura


"Pak Gibran mau Laura buatkan juga,Hitung-hitung ucapan terima kasih udah ngantar Laura kemaren".Laura menawarkan


"Nanti aja sebentar lagi meeting"Tolak Gibran halus


"Lampu hijau tuh"bisik Varo pada Gibran


Gibran tersenyum penuh arti


Laura biasa saja menanggapi senyum Gibran karena ia hanya ingin bekerja dengan baik.


Setelah menunggu beberapa menit mereka segera masuk keruang Rapat,para klien sudah menunggu kedatangan mereka.


Laura segera menjelaskan beberapa poin penting.Varo merasa bangga dengan kerja Laura dalam waktu sebentar sudah bisa menguasai beberapa tugasnya.


Gibran terus memandangi Laura dengan kekagumannya.


"Cantikk"Gumam Gibran didalam hatinya


Author : yang sabar ya Gibran harus semangat ngejar Laura.soalnya dia gak peka 😂😏

__ADS_1


__ADS_2