Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Chapter Bonus 14


__ADS_3

Felisha melamun memikirkan tentang permintaan Ibu mertuanya untuk kembali lagi.


Ia sekarang berada di dalam ruangan suaminya yang belum sadarkan diri.


Lalu ia melihat Sakka yang tertidur setelah ia beri ASI dalam gendongannya.


Felisha memegang dadanya merasakan apa kah ia masih memiliki cinta untuk suaminya saat ini,begitu banyak luka yang Yudis berikan untuknya.


Masih ada getaran cinta yang Felisha simpan untuk suaminya,bagaimanapun dua tahun pernikahan bukan waktu yang sebentar.Sejak mengenal suaminya,Felisha sudah sangat mengagumi sosok Yudis.


Karena tak memiliki keluarga Felisha menganggap keluarga Yudis adalah keluarganya.Dan menerima perjodohan yang Ibu Lora rencanakan untuknya.Usia Felisha masih sangat muda namun ia memutuskan untuk menerima perjodohannya berharap Yudis bisa menjadi pelindungnya.Namun kenyataannya Yudis terus memberinya luka.


Dua tahun pernikahan tak ada kontak fisik,sampai dimana saat Yudis mabuk ia pun tak sadar sudah merenggut mahkota istrinya secara paksa dan setelah itu Felisha dinyatakan positif hamil.


Felisha merasa sangat mengantuk,ia pun segera menidurkan Sakka bayinya di dalam Box bayi yang di siapkan oleh suster Fifi sebelumnya.


Bu Lora yang melihat Felisha tertidur tersenyum lembut,Bu Lora masuk perlahan agar tidak membangunkan menantunya.


"Cucu nenek"sapa Bu Lora melihat cucunya juga tertidur pulas.


Lalu ia mendatangi bangkar tempat tidur putranya yang masih belum sadar kan diri.


"Dasar anak bodoh,,,kamu lebih memilih wanita sihir itu dari pada wanita berlian,lihat malaikat kecil itu sangat membutuhkan sosok ayah nya,Ibu harap setelah kejadian ini kamu sadar Yudis dan meminta maaf kepada Felisha dan membawanya kembali pulang".Bu Lora terus mengumpat ditelinga anaknya berharap Yudis bisa mendengarnya.

__ADS_1


Air mata Yudis mengalir,,ia bisa merespon semuanya namun tak bisa melakukan apapun dengan tubuhnya.


Vina tiba-tiba saja masuk tanpa mengetuk pintu lebih dulu,ia tidak tau kalau ada Felisha disana dan bertemu langsung dengan Bu Lora.


"Ngapain kamu kesini lagi Vina!!!!!"Geram Bu Lora


"Aku ingin menemui calon suamiku".Vina tak menghiraukan Ibu dari kekasihnya itu dan mendekati Yudis.


"Jangan mimpi,setelah Yudis sadar ia akan membuang mu".Ejek Bu Lora


"Apa ia akan membuang ku setelah tau aku sedang mengandung anaknya"Ucap Vina lagi


"Apa kamu hamil???,jangan bercanda Vina".


"Apa itu benar anak Mas Yudis?????"Suara serak Felisha menahan tangis,ia sudah bangun dan mendengar semua pembicaraan Vina dan Bu Lora.


"Kebetulan kamu sudah tau semuanya,ia ini anak Mas Yudis emang anak siapa lagi".Sewot Vina


"Aku yakin Mas Yudis tidak melakukan hal serendah itu"Ucap Felisha


"Kamu tau apa tentang Yudis,kami sudah berpacaran lama dan melakukan hal itu sudah sewajarnya kan,dan sekarang aku mengandung buah cinta kami".Ucapan Vina semakin menyakiti hati Felisha.


"Vina sebaiknya kamu keluar dari sini,atau aku akan memanggil petugas keamanan kesini untuk mengusir mu".Ucap Bu Lora keras membuat Sakka yang tertidur harus terbangun dan menangis.

__ADS_1


Felisha dengan cepat mengambil bayi dan menyusui nya.


"Aku tetep tidak percaya padamu"entah dorongan dari mana Felisha yakin suaminya tidak akan bertindak sejauh itu.


"Heiiiii,,Yudis lelaki normal,dan ia melakukan padaku dalam keadaan sadar bukan seperti yang ia lakukan padamu dalam keadaan tidak sadar,aku kasian padamu"Vina terus menyudutkan Felisha.


Zio yang kesal karena mendengar keributan di dalam ruangan Pasien akhirnya memilih masuk.


"Kalau ingin bertengkar silahkan keluar dari ruangan Pasien".Ucap Zio menatap tajam ke arah Vina


"Maaf Dokter,wanita ini yang memulai keributan".Tunjuk Bu Lora


"Kalian semua keluar,saya dan perawat akan memeriksa kondisi Pasien".Zio terpaksa mengusir semua nya dari ruangan.


Bu Lora,,Vina dan Felisha menuruti perintah Dokter Zio.


Felisha perlahan menggendong Sakka keluar.Sebelum keluar suara dokter Zio menahannya.


"Boleh aku bicara padamu nanti"Tanya Zio


"Tentu saja Dokter".Jawab Felisha


"Kamu tunggu saja di dekat ruang kerjaku,,nanti aku menyusul mu kesana".Ucap Zio lagi

__ADS_1


Felisha pun mengangguk setuju.


__ADS_2