
Zain dengan cepat membuka Kancing gaun Istrinya,dan keluar dari kamar mandi bila ia sedikit lebih lama lagi melihat pemandangan indah dihadapannya sudah pasti Zain akan khilaf.
Tak lama kemudian Kinara sudah menyelesaikan mandinya.memakai piyama berwarna biru yang sebelumnya Zain ambilkan untuknya.keluat dengan rambut yang masih basah.
"Sayang,aku bantuin keringkan rambut kamu"
Zain membimbing Kinara untuk duduk dan Zain perlahan mengeringkan rambut istrinya.
"Makasih Za,,,"
"Sayang kita sudah menikah bisakah kamu memanggilku dengan sebutan selain namaku".
"Panggil apa ya,mas,bang,sayang,honey,kakak?????"
"Panggil Mas aja boleh sayang".
"Iya Mas"Kinara tersenyum mendengar permintaan suaminya.
"Mas,,,andai aja aku bisa melihatmu saat ini,pasti aku akan lebih bahagia lagi".ucap Kinara tiba-tiba.
"kelak kamu pasti bisa akan melihat lagi sayang,mas akan cari dokter terbaik yang akan mengobati matamu".
"Beneran Mas??pasti biayanya mahal Mas,Kinara gak ada niat untuk mengobati mata,karena Ara tau Ayah gak punya uang".
"Jadi apa sekarang kamu mau,mas yang akan biayai semua nya,jangan menolak lagi seperti dulu".Zain memeluk Kinara
"Demi mas aku mau"ucapan Kinara membuat Zain merasa bersyukur akhirnya Kinara mau mengobati matanya.
__ADS_1
"Kamu lelah kan sayang,sebaiknya ayo kita tidur".Zain tak ingin memaksa Kinara untuk melaksanakan kewajibannya malam ini.ia harus menunggu sampai Kinara benar-benar siap.
Dirumah kediaman Mahardika
"Tama kamu nginap aja nih di rumah ku"ajak Zio
"Emang boleh Zio"dalam hati Tama sangat senang.
"Ya bolehlah,lagian rumah juga lagi gak banyak orang cuma ada para asisten aja".
Zia memilih untuk segera kekamarnya dan meninggalkan Zio dan Tama yang masih betah berdiri didepan pintu rumah Mereka.
"Mandi berendam,sepertinya seru nih"pikir Zia ia pun udah gak sabar ingin memanjakan tubuhnya yang lumayan terasa lengket.
Setelah hampir satu jam berendam Zia pun memakai pakaian tidur yang lumayan seksi terlihat,ia lupa kalau ada Tama menginap,Zia merasa lapar dan memilih turun dan males mengganti pakaiannya lagi.
"Emmmmm masak apa ya".Zia memilih-milih bahan mentah yang ingin ia masak.
"Steak daging,kentang goreng"sepertinya enak
Bi Rumi yang kebetulan lewat pun melihat Zia sedang sibuk di dapur.
"Non mau masak apa,biar bibi yang yang masakin".
"Cuma masakan simple aja Bi Rumi,bibi istirahat aja,Zia masak sendiri gak apa-apa"Zia menolak halus tawaran Bi Rumi.
"Ya sudah,kalau perlu bantuan panggil Bibi ya Non".
__ADS_1
"Siap bi".
Zio dan Tama juga merasa laper turun dari tangga dan menuju dapur.dan mereka melihat Zia sedang memasak.
Zio melihat penampilan Zia sudah biasa tapi berbeda dengan Tama.
"Zia,masak apa?,kakak juga lapar sekalian buatin Kak Zio dan Tama ya".mendengar ucapan terakhir Zio,membuat mata Zia membulat.
"Astaga aku lupa kalau ada Tama,mana aku pakai baju seperti ini,jangan berbalik Zia".Zia terus merutuki kecerobohannya.
Tama memperhatikan kaki jenjang milik Zia yang terekspos karena hanya memakai celana pendek.namun dengan cepat Tama membuang arah pandangnya.
"Kak Zio ,,sini"panggil Zia pada Zio
Zio pun mendekati adiknya.
"Apa??"
"Gantiin goreng kentang,Zia mau kekamar bentar"Bisik Zia pelan
"Selesain aja dulu,kak Zio laper".Zio belum mengerti apa tujuan adik kembarnya.
"Kak,Zia mau ganti baju"lagi-lagi Zia berbisik pelan.dan Zio pun akhirnya mengerti.
"ya udah cepat sana".
Zia pun tanpa melihat keberadaan Tama segera berlari untuk mengganti bajunya.
__ADS_1