
Cuaca diluar sedang hujan deras menambah keromantisan suasana malam pertama pasangan suami istri Zain dan Kinara.
dikamar lain Sang mama Tania sudah terlelap setelah menghubungi Suami dan semua keluarganya.Varo meminta Tania menunda kepulangannya agar Zain dan Kinara bisa sekalian berbulan madu,Tania menyetujui usulan dari suaminya.
Perlahan Zain membaringkan Kinara,mengecup kening istrinya.
Kinara menikmati setiap sentuhan lembut dari Zain.Kinara merasa melayang ke udara saat Zain mulai memberi rangsangan pada istrinya.
Bibir ranum Kinara tak lepas dari bibir Zain,ia merasa candu dengan bibir Kinara yang bukan pertama kali ia nikmati.
Hujan semakin deras udara semakin dingin tapi hawa didalam kamar Hotel terasa panas,Zain dan Kinara sudah sama-sama polos,Zain memulai penyatuan mereka berdua sedikit kesusahan karena ini adalah pengalaman pertama keduanya.
"Mas sakit"desis Kinara saat Zain mencoba menerobos paksa gawang yang selama ini Kinara jaga dengan ketat.
"Maaf sayang aku menyakitimu,aku akan pelan-pelan"Bisik Zain ia kembali ******* bibir ranum istrinya.
Dan akhirnya Zain berhasil membobol gawang dengan usaha yang luar biasa,penuh dengan perjuangan.seterusnya silahkan berimajinasi sendiri 😁
__ADS_1
"Terima kasih,sudah menjaga nya untuk ku"Zain terus memberikan Hujaman ciuman diwajah istrinya.
Kinara yang kelelahan hanya bisa pasrah dan tersenyum simpul.ia merasa bersyukur sudah menjaga kehormatannya sampai ia menikah dan memberikan nya pada suaminya tercinta.
Setelah membersihkan diri Kinara dan Zain pun langsung beristirahat,mereka berpikir Besok harus kembali pulang,Zain tak mau Kinara kelelahan walau ia masih ingin memakan Istrinya itu.Kinara dan Zain belum mengetahui rencana penambahan liburan buat mereka berdua.
Pagi menjelang,Tania sudah memesan sarapan buat mereka bertiga dan menelpon Zain agar segera turun.
Kinara tampak cantik memakai setelan berwana merah maroon dengan memoles sedikit wajahnya.Zain memuji kecantikan istrinya.Kinara sudah memasukan semua pakaian nya kedalam koper dan bersiap untuk kembali pulang.Zain mengajak Kinara untuk sarapan pagi dulu karena masih banyak waktu untuk pergi ke bandara.
Zain menghampiri mamanya dan mencium kedua pipi Tania.
"Pagi sayang,Sini Ara duduk samping mama".Tania mempersilahkan Ara
Kinara melihat tampilan mama mertuanya yang lebih santai tak seperti orang yang siap berpergian.
Tania memakai kaos panjang berwarna hitam dan memakai celana kulot bunga-bunga.rambutnya juga masih tercepol asal namun tak mengurangi kecantikan diwajah mama mertuanya itu.yang masih terlihat awet muda.
__ADS_1
"Mama belum bersiap,bukankah kita berangkat jam 9 pagi"Zain menyadari penampilan sang mama
"Oh,,mama lupa memberitahu kalian,kepulangan kita ditunda"jawab Tania dan tersenyum santai melihat anak dan menantunya yang tercengang dihadapannya.
"Liburan sekalian bulan madu kalian dirapel"Lanjut Tania ia bisa membaca pikiran Zain dan Kinara sekarang sedang bertanya-tanya.
"ah,,,,kalo Zain tau ma,bisa nambah beberapa ronde lagi tadi malam"pekik Zain didalam hatinya.
"Ayo kita sarapan,habis ini ajak istrimu berjalan-jalan nikmati masa bulan madu kalian,Moga aja pulang-pulang bawa kabar baik buat papa dan ayah mertua mu nanti"
"Kabar baik nya kan udah papa dan ayah tau ma,Kinara sudah bisa melihat lagi"Ucap Zain
"Bukan kabar yang itu"
"Lha kabar apa lagi ma"Zain terlihat bingung
"kabar kalau papa dan mama akan punya cucu"
__ADS_1
Kinara yang mengerti maksud Tania tertunduk malu.ia mengingat kejadian tadi malam yang membuatnya merona.