Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab.23


__ADS_3

Sekitar setengah jam perjalanan Alvaro dan Tania sampai dirumah keluarga Mahardika.


didepan rumah sudah Tampak kakek Royan,Pa Rendi,Om Danian dan Tante Bella.


Mama Rosi tidak terlihat diantara mereka.


Mereka segera turun dari mobil dan mendekati seluruh keluarga.


"Selamat datang Tania,sapa Tante Bella ramah dan memeluk Tania.


"Terima kasih Tante Bella,Tania balas memeluk.


Setelah bersalaman dengan semua Tania dipersilahkan masuk kedalam.


"Mama mana pa?Tanya Alvaro karena tidak melihat mamanya diantara mereka.


"Katanya dia sakit kepala,sekarang berada dikamar,kalian pergilah istirahat dulu nanti bisa kunjungi mamamu.ini hanya alasan Rosi karena dia malas menyambut kedatangan Menantunya itu.


Tania terlihat sedang asik berbicara dengan kakek Royan,Om Denian dan Tante Bella,Alvaro tidak ingin menggangu kebersamaan mereka dan segera mendatangi pak Roni agar segera memasukan semua barang kedalam kamarnya.


"Sebaiknya aku segera mandi pikir Alvaro.badannya terasa lengket dan gerah tanpa menunggu lagi segera masuk kamar mandi menyalakan air kedalam bak mandinya.


Tania masih asik bercerita dengan keluarga alvaro,dan sangat terlihat akrab karena mereka sangat welcome sekali sama Tania.

__ADS_1


"Minggu depan kalian pergilah bulan madu,usul kakek Royan disela obrolannya.


"Aku setuju lebih cepat lebih baik kan pa,


Sepertinya Kakek sudah gak sabaran ngemong buyut ya.imbuh Tante Bella tersenyum kearah Tania


Tania hanya tersenyum kecil,dan sedikit malu


sambil mengusap telapak tangannya.


"Kita bicarakan juga sama Alvaro nanti minta pendapatnya,jangan dia selalu mengikuti kemauan papa saja,suara papa Rendi terdengar dari arah belakang rupanya dia baru lewat dan mendengar pembicaraan Kakek.


"Tanpa minta persetujuannya papa yakin dia pasti akan setuju,dengan percaya diri kakek Royan membalas ucapan anaknya.


Kakek Royan ingin protes lagi tapi Tania segera menyadari situasinya.


"Bener kata Papa mertua kek,Setidaknya Tania bisa sering berbicara sama kakek untuk sekarang ini,soal bulan madu nanti Tania bicara kan lagi sama Alvaro.Tania berusaha mencairkan suasana.


kakek mendengus kesal merlihat kearah Rendi yang lagi tersenyum senang mendengar ucapan Tania menantunya.


"Mungkin mereka lebih baik mengenal satu sama lain dulu,karena mereka baru saja bertemu dan langsung menikah.pasti ada rasa canggung diantaranya.alasan Rendi pada papanya.


"Tapi apa Alvaro juga harus secepatnya bekerja,Papa kurang setuju.Bukan kah kalian berdua bisa mengatasi perusahaan".menunjuk kearah Rendi dan Danian.

__ADS_1


"Klien baru kita berharap Alvaro yang menemuinya.karena dia mau melihat calon CEO muda perusahaan "king grup"Aku tidak bisa menolak pa,,,lagi pula mereka tidak tahu kalo Alvaro menikah.sambung Rendi lagi.


"Baiklah tapi Kakek minta 2 hari ini dia dirumah aja nemenin istrinnya,Jangan ada yang membantah, dilihatnya rendi ingin membuka suara lagi.


"Tania pergilah kekamarmu,temui suamimu nanti makan malam siap baru pelayan akan memanggil kalian berdua".perintah kakek pada Tania


"Bi Rumi antarkan nona muda kekamar nya.


"Baik Tuan Royan,Bi Rumi segera mengantar Tania kekamar Alvaro.


setelah berpamitan kepada keluarga suaminya.Tania segera mengikuti langkah Bi Rumi.


Melihat sekeliling rumah ini besar sekali pikir Tania dan sangat mewah sedikit terkesima melihat beberapa barang yang ada.


"Seberapa kaya keluarga ini ya,Laura aja menurut Tania sudah sangat kaya sekali.


Tania sibuk dengan pikirannya sampai suara Bi Rumi mengagetkannya.


"Non,kita udah sampai didepan kamar Tuan muda alvaro."


"Ehhh,,Ia Bi Rumi,terima kasih ucap Tania lembut


"Saya tinggal ya Non Tania,ketuk saja pintunya.Bi rumi pun segera meninggalkan Tania.

__ADS_1


__ADS_2