
Sarah menunggu dengan cemas kehadiran Om Andre seperti yang dijanji nya lewat telpon hari ini akan mengurus kebebasan bersyaratnya.
Hari sudah semakin siang namun yang Sarah tunggu tak kunjung menampakan batang hidungnya.
"Aissssss kemana Om Andre"Sarah berjalan bolak balik didalam sel tahanan."Aku harus mencoba menghubunginya".dan Sarahpun memanggil petugas yang berjaga
"Pak,,,"sarah setengah berteriak
"Ada apa"Petugas memberi respon teriakan Sarah
"Bisa Aku meminjam telpon untuk menghubungi seseorang".pinta sarah Saat petugas mendekat.
"Tahanan disini tidak bisa sembarang memakai Telpon secara bebas"Ucap petugas itu membuat Sarah merasa kesal.
"Tapi ini penting pak"bujuk Sarah lagi memasang wajah memelas dan sedih
"Apa masalah penting???"Tanya petugas itu lagi
"Sangat penting pak"Sarah mengangkupkan kedua tangannya
"Ya sudah pinjam saja ponselku,sebentar saja"petugas itu memberi kan ponselnya.
"Cihhhhhh,,drama nya berhasil"celetuk wanita bertato Sarah menatap tajam menandakan dia tidak suka pada ucapan wanita Bertato itu.
__ADS_1
"Awas lu ya"ancam Sarah tanpa membuang waktu lagi ia menghubungi Om Andre.
Ditempat lain Andre berdiri dibalkon apartemennya,merasa asing dengan nomor panggilan masuk diponselnya.
Dengan ragu Om Andre pun mengangkat panggilannya..
"Hallo siapa ini"
"Sayang"
"Sarah"Andre mengenal suara Sarah
"untuk apa menghubungiku"Suara Andre terdengar Menahan emosi
"Aku masih diluar negeri bersama Istriku,aku membatalkan penerbangan ku kemaren"jawab Andre berbohong
"Apa!!!!,Sayang kamu udah janji padaku hari ini kan"kini suara Sarah mulai meninggi.
"Jangan hubungi aku untuk sementara waktu,aku perlu menemani istriku saat ini dia membutuhkan aku disisinya"Andre menyadari dia sudah berbuat kesalahan besar terhadap istrinya dan secepatnya dia akan segera kembali
"Sayang,,,,aku mohon bebaskan aku membutuhkan mu"rengek sarah putus asa.
"Hubungan kita sampai disini Sarah,jangan Pernah hubungi aku lagi dan anggap kita tak pernah mengenal"Om Andre memutuskan sambungan telpon dan mematikan ponselnya dengan cepat.
__ADS_1
"sialan"umpat Sarah hampir saja Sarah membanting ponsel milik petugas namun ia menyadari nya.
"Astaga apa yang aku lakukan"Sarah mencoba menenangkan diri jika saja itu ponselnya mungkin sudah hancur ia banting.
"Pak Ini ponselnya"Sarah mengembalikan dengan wajah penuh emosi yang ditahan.
lalu kembali dipojokan sel tahanan dan menangis meratapi nasibnya kini.tak ada kesempatan baginya untuk bebas dan yang membuat nya marah besar Andre mencampakkan dirinya.
"Brengsek,,,,"kata yang selalu keluar dari mulut Sarah.dan wanita bertato tertawa senang
"Buat apa kemaren aku repot-repot memberinya pelajaran dan membuat aku sendiri terluka,Kalau dia ternyata bisa terlihat menyedihkan seperti ini"ejek wanita bertato ingin sekali Sarah menerkam wanita itu,namun memilih diam saat ini.
Andre memandang kearah langit yang mendung.Mungkin tak mudah melupakan Sarah gadis yang selalu menemaninya beberapa tahun ini saat istrinya divonis menderita kangker rahim.
Awalnya Andre sudah ingin segera membebaskannya namun ia batalkan saat orang kepercayaan nya menyelidiki kasus Sarah dan betapa terkejutnya saat mengetahui Sarah lah yang ingin membunuh istri Varo.
Saat ini Andre merasakan ketenangan dihatinya saat berani mengucapkan untuk mengakhiri hubungannya dengan Sarah.
"Selamat tinggal Sarah,aku mengambil keputusan yang tepat,untuk melindungi orang-orang terdekatku saat ini".Andre memasuki apartemennya hari ini dia berjanji akan segera kembali ke rumah istrinya yang memang sangat membutuhkan nya saat ini.
Author: πππsuka sama keputusan Om Andre.reader kuh juga kanππππ yang setuju boleh like,komen dan Vote ya π€π€π€
salam semangat dari akuh buat para reader kuh.β€οΈ
__ADS_1