
"Nak Zain,rumah nya yang mana ya?"Tanya pak Toni yang sudah memasuki jalan yang diberitahukan oleh Zain tadi.
"Lurus aja masih pak,nanti ada belokan sebelah kanan"Zain Memberitahu ia tersadar dari diamnya masih memikirkan cara bagaimana membantu pak Toni agar mau menerima uang yang ia berikan untuk pengobatan Ara.
Tapi pak Toni menolak,ada rasa tak nyaman didalam hatinya tiba-tiba orang asing memberikan bantuan langsung.padahal Zain memang seperti itu selalu cepat tergerak hatinya untuk membantu orang lain walau tak mengenal sekalipun.
"Itu pak rumah Zain"Tunjuk Zain memberitahu
Pak Toni takjub melihat kemewahan rumah keluarga Zain.
"Wah nak Zain ternyata seorang Miliader ya"kata Pak Toni
"Ini harta cuma titipan pak,Pak ini kartu pengenal Zain,nanti hubungi saja kalau bapak berubah pikiran untuk menerima Tawaran Zain tadi".
Zain ingin sekali membantu Keluarga pak Toni dan Ara putrinya.
Pak Toni mengambil kartu pengenal Zain,dengan perasaan tak enak hati.
"Ini ongkos buat Bapak"Zain memberikan beberapa lembar uang ratusan ribu,uang tunai yang tersisa didalam dompetnya.
__ADS_1
"Nak Zain,kok banyak sekali"Toni mengembalikan beberapa lembar uang ratusan ribu itu.
Dengan sopan Zian menolaknya
"Jangan dikembalikan Pak,ini rezeki bapak hari ini ya"
"Tapi,,,,"kata Toni terhenti
"Udah diterima aja ya pak,jangan menolak lagi"Zain memohon
Akhirnya setelah Zain terus mendesak dan menolak dikembalikan,Pak Toni menyerah dan menerima uang pemberian Zain.
"Ya terima kasih Nak,semoga rezekinya dilancarkan"doa Pak Toni tulus
"Nanti bapak Sampaikan,terima kasih sekali lagi ya Nak Zain,Bapak permisi dulu"Pak Toni pun pamit untuk pulang.
"Lho Tuan muda kapan pulang"Tegur salah satu keamanan.
"Baru aja pak,stttt sengaja gak ngabarin mau buat kejutan"Zain berkata pelan
__ADS_1
Dan petugas keamanan itu mengangguk mengerti.
"Bantuin bawain ini pak"Zain menunjuk beberapa oleh-oleh untuk keluarganya terutama Buat Zia dan Zio adik kembar kesayangannya.Zia tak pernah absen menghubungi abangnya Saat di LA.Karena itu membuat Zain tidak terlalu merasa kesepian karena saat video call semua keluarga juga ikut nimbrung dan pastinya berisik,namun Zain sudah terbiasa dan ini itulah momen yang selalu ia rindukan.Zain melangkah dengan cepat ingin Segera menemui keluarganya senyum tersungging diwajah tampannya.
Zain menghembuskan nafas lega saat memasuki pintu rumahnya yang sudah terbuka.
"Suprise!!!!!!!"Teriaknya memenuhi Seisi ruangan
Zia yang asik menikmati popcorn diruang tengah hampir tersedak.
"Bukannya itu suara Abang Zain ya,tapi kan Ka Zain di LA"Gumam Zia setelah batuknya terhenti.
"Apa aku bermimpi Siang bolong"Zia menepuk-nepuk pipinya terasa sakit saat melihat siapa yang berdiri dihadapannya sekarang.
"Hanya melongo saja,Zia tak merindukan Abang Zain nih"Zain masih senyum-senyum melihat tatapan tak percaya adiknya.
"Abang Zain"Zia bersorak dan menghambur kepelukan Abangnya.
"Mana oleh-oleh buat Zia"
__ADS_1
"Ingat aja Oleh-oleh"Zain mengacak pelan rambut Adiknya
"Pasti donk,ayo kak kita beri kejutan buat mama dan yang lainya"Zia menggandeng Lengan Zain dan berjalan menuju Taman belakang.