
Tania dan Varo menjalani kehidupan seperti biasa semua orang nampak bahagia,Rendi mulai bisa menerima Menantunya dengan baik.
Semua berita miring tentang keluarga Mahardika perlahan hilang dengan berjalannya waktu.
"Kakek aku ingin mengajak Tania ke Desa Guna bakti,Kami sudah sepakat dan kebetulan sekali itu desa kelahiran Tania.Varo meminta persetujuan kakeknya saat mereka sudah selesai makan malam.
"Kalo kakek pasti akan mengijinkan mu,sebaiknya tanyakan pada papamu,apa dia mengijinkan mu libur kerja lagi,Tunjuk Kakek pada Rendi kakek sengaja agar Varo dan Rendi bisa memulai hubungan yang lebih baik dan dekat lagi,karena selama ini Varo hanya dekat dengan Bunda dan kakeknya.karena kesibukan Rendi untuk bekerja.
"Ehemmmmmmmm,,,Rendi hanya berdehem
"Tania sudah lama tidak mengunjungi makam orang tua dan neneknya disana pa,hanya 3 hari saja pak.
"Papa ngijinin kalian dengan syarat bawa pengawal untuk menjaga keselamatan kalian,papa tidak mau ada masalah lagi dalam perjalanan kalian kali ini".
"Kalian juga tahu bahwa Viona sekarang masih Buron,Dan papa masih mengkhawatirkan kalian.
Mereka semua setuju dengan ucapan Rendi
"Baik pa,Varo akan membawa beberapa pengawal untuk berjaga.
"Jadi dibolehin ya pa,Seru Varo senang
__ADS_1
Tania hanya tersenyum melihat tingkah suaminya.
"Iya ,jangan sampai papa berubah pikiran.
"Terima kasih pa,,Varo sangat bahagia melihat perubahan sikap Papanya.
"Varo kunjungilah Mamamu dipenjara,dia ingin sekali bertemu dengan mu.ucap papa Rendi dia juga sudah mulai menerima kenyataan dan memilih bercerai dengan Rosi,tapi dia tidak mau egois,Varo tetaplah anak kandung Rosi dan dia sangat menyayanginya.
"Mamamu akan dijatuhi hukuman mati kapan lagi kamu akan bertemu dengannya".Ucap Rendi lirih
"Apa aku sanggup bertemu dengan mama pa,ucap Varo sedih
"Ajaklah Tania istrimu,Beri sedikit perhatian kalian untuk mba Rosi.dan kamu Varo bukalah hatimu untuk memaafkannya.
"Baiklah,Besok Varo dan Tania akan mengunjunginya.
"Itu keputusan yang tepat Varo,kakek merasa bangga pada Cucunya.
Varo mengajak Tania naik keatas menuju kamar dan memilih duduk dibalkon kamarnya yang menghadap tepat kolam renang besar.
"Pemandangan yang indah ya,Ucap Tania
__ADS_1
"Lebih indah pemandangan dihadapanku,Balas Varo dia memperhatikan wajah Istrinya dalam.
"Yang mana,tanya Tania polos
"Seorang gadis yang berbaju pink didepan ku lebih indah,Tania tersenyum malu saat suaminya mulai menggodanya.
"Sini duduk disampingku.ada yang ingin aku bicarakan padamu,varo memukulkan tangan nya pada kusrsi disebelahnya.Tania segera duduk disamping Varo.
"Kamu tidak pernah membenci mamaku sayang??Varo bertanya pada Tania menatap mata teduh milih istrinya.
"Aku tidak pernah membenci mama sekalipun,Jawab Tania tulus
"Terbuat dari apa hatimu itu Sayang,Aku aja sebagai anaknya sangat membencinya.kamu yang sudah beberapa kali ingin dicelakainya malah tidak membenci nya sekalipun.
"Varo,,kamu tidak membenci mama mu,mungkin hanya sebuah kekecewaan yang kamu rasakan,Bagaimana pun dia adalah orang tua yang sudah melahirkan mu,sebesar apapun kesalahannya,cobalah memaafkannya.Tania berkata bijak sekali
"Baiklah sayang,aku akan berusaha untuk memaafkannya,walau terasa berat akan kucoba.Tekad Varo
Tania memeluk suaminya dengan bangga,karena mau mencoba memaafkan Mama Rosi.
"Besok kita sama-sama jenguk mama ya,ucap Tania disela pelukannya.
__ADS_1
''Iya,,jawab Varo.dan terus memeluk istrinya erat.