
Tak teras waktu sore tiba,Varo dan Gibran segera pulang dan Laura ikut bersama mereka.
Varo memilih duduk dibelakang agar Laura dan Gibran bisa duduk berdua didepan.
walau awalnya Laura menolak.namun saat Varo yang memintanya langsung tentu Laura tidak bisa menolak.
Gibran tersenyum penuh kemenangan dan berterima kasih pada Varo.
"Bran sebelum pulang kita mampir sebentar di toko kue ya"Ucap varo dari belakang
"Aku ingin membelikan istriku Kue kesukaanya"Lanjut Varo
Gibran sudah tau tempat yang Varo maksud pun segera menuju toko kue nya.
Laura tersenyum penuh arti membuat Gibran penasaran.
Sampai di toko kue Varo ingin turun.Tapi Gibran mencegahnya.
"Tunggulah dimobil,nanti biar aku sama Laura yang kedalam"Memberi kerlingan mata dan Varo paham artinya.
"Ya,,,kamu tau apa kesukaan Tania dan juga bunda Bella kan"
"Iya Laura juga tau kesukaan Tania"sahut Laura
"Nah kamu temenin aku kedalam ya,,"pinta Gibran
"Baiklah,aku juga ingin memilih beberapa kue buat Orang tuaku".Laura segera turun dan berlalu masuk.
"Kejar kuy,,,,,,,"Seru Varo pada Gibran
__ADS_1
"Laju kuy,Hahahahahaha"Gibran gak mau kalah
Laura memilih Kue untuk Tania dan buat keluarga nya.lalu memilih juga buat Ayah dan ibunya.
"Ah siganteng suka kue yang mana ya"Seru Laura dan Gibran masih asik memperhatikan kegiatan Laura.
Laura yang sadar sedang diperhatikan melihat kearah Gibran
"Sampai kapan berdiri disitu"Tegur Laura
"Eh,,,,"Gibran salah tingkah
"Buruan pilih kuenya,kasian pak Varo nunggu lama"
Tanpa menunggu lagi Gibran dengan cepat mengambik beberapa kue.
"Biar semua aku yang bayar"Gibran maju ke meja kasir
"Hitung semua mba sama yang ini"tunjuk Gibran pada kue Laura,dan dia mengabaikan Laura
"pak Gibran nyebelin"pekik Laura didalam hati mana berani dia bagaimanapun Gibran juga atasannya dikantor
"Makasih udah dibayarin"Laura cemberut
ia terlihat menggemaskan saat marah dan membuat Gibran ingin sekali mencubit pipinya.
"Ahhh kapan ya bisa memilikinya" tanya Gibran pada hati kecilnya.
Setelah mereka semua masuk kemobil seseorang dari jauh sedang memperhatikan. gerak gerik mereka semua.
__ADS_1
"kapan ya Varo sendiri,aku jadi sangat sulit untuk menemuinya"keluh Sarah yang bersembunyi dibawah pohon rindang tak jauh dari toko kue yang Varo singgahi.
Dirumah Tania sedang bersiap-siap menyambut kedatangan suami dan sahabatnya Varo sudah memberi kabar saat ia didalam mobil sebelumnya,dan Tania sangat antusias.
Suara mobil sudah terdengar dari luar Rumah menandakan Varo sudah Datang.
Tania membuka pintu dan menyambut Suaminya yang sudah turun dari dalam mobil.setelah bersalaman dan sekilas Varo mencium Kening Tania.
"Sweet Banget sih"Goda Laura saat ia juga turun dari mobil dan melihat keromantisan Tania dan suaminya.
"Laura"Tania berlari memeluk sahabatnya
dan Laura membalas pelukan Tania.
"Ayo masuk"Ajak Tania
Laura menganggukan kepalanya dan Tania menggandeng tangan sahabatnya.
Bunda Bella menghampiri "Ada tamu rupanya,Pacar Gibran ya"Bunda sengaja menggoda Gibran.
Laura hanya tersenyum simpul dan Gibran menjadi salah tingkah.
"Bunda kenalin,ini sahabat aku laura.dan sekarang dia kerja Di kantor Varo"Tania mengenalkan Laura pada Bunda Bella.
"Masih single kan"Tanya bunda Bella langsung.
"Iya Tante"sahut Laura
"Nah cocok sudah sama Gibran,dia juga Jomblo"Bunda Bella masih lanjut menggoda keduanya.membuat Gibran dan Laura bersemu merah
__ADS_1
"Bunda ngerjain Gibran ini"Bathin Gibran
Tania dan Varo pun tersenyum melihat Bunda Bella sedang menggoda Gibran dan Laura.