Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab.80


__ADS_3

Masa lalu Rosi


Disebuah desa yang dimana penduduknya rata-rata perekonomian nya tidak berkecukupan, karena jauh dari jangkauan kota dan jauh dari jalan raya


disinilah Rosi dan Rosalinda dibesarkan oleh kedua orang tuanya.saat itu Rosi berumur 15 tahun dan Rosalinda 8 tahun


Pagi ini Rosi memulai perbincangan dengan kedua orang tuanya karena berniat akan melanjutkan sekolah di kota T,dia memutuskan ikut dengan paman Raul saudara dari ayahnya.yang beberapa hari lalu berkunjung ke kedesanya dan menawarkan berbagai fasilitas mewah untuk keponakannya.mendengar itu tentu saja membuat Rosi langsung menyetujuinya.


"Aku lelah sekali kali kalau tetap menetap disini.harus membantu ibu setiap hari kesawah,pikirnya


Kenapa aku harus cape kalo pamanku ternyata konglomerat dan bersedia menampungku".


Dan dia sepakat dengan paman Raul nya dan pagi ini berniat pamit pada orang tuanya.


"Ayah,ibu boleh Rosi berbicara sesuatu


Ayah langsung menatap Rosi dan mengangguk setuju dan melanjutkan makan nya.


"Aku mau melanjutkan sekolah ke kota T,ucap Rosi mantap.

__ADS_1


Ibu yang sedang memegang sendok penggorengan menjatuhkannya kelantai dan ayah tersedak.


"Ayah,,,Ibu kok kaget???? Tanya Tania karena dia merasa ucapannya biasa aja tapi mengapa tanggapan mereka sekaget itu.


"Bu,ambilkan air putih,pinta ayah


"Biar Rosa yang ambilin yah,Rosa pun menyerah kan air putih yang sudah dia tuang


Dengan pelan ayah meminumnya dan mengusap dadanya masih terasa sakit akibat terbatuk.


"Apa paman Raul yang mengajakmu nak,tanya ayah Rosi


"hmmmmm sudah tapi ayahmu menolaknya.Ibu Rosi pun segera duduk dan bergabung.


"Lho kok ditolak,ekspresi wajah Rosi kecewa.


"Ayahmu khawatir tentang keamanan dan masa depan mu disana.


Mendengar itu Rosi merasa kecewa

__ADS_1


"Malah itu bagus untuk masa depanku,kalau aku sukses Dikota ayah dan ibu juga bisa kecipratan senangnya.Rosi mencoba membujuk Orang tuanya agar mendapat izin ikut kekota menyusul pamanya.


"Ayah tetap tidak setuju kamu kekota.bentak Ayah Rosi dan meninggalkan meja makan mereka.


"Bu,,,,rengek Rosi,bujuk Ayah ya. Rosi sudah menangis saat ini karena perasaan kecewa tidak mendapat izin.


"Kamu tau ayahmu kan kalau dia berkata tidak berarti dia punya alasan kuat untuk melarang mu pergi.suara ibu juga mulai meninggi dan emosi.


"Aku benci ayah dan ibu,tidak mementingkan perasaan dan keinginanku.teriak Rosi dengan nada membentak.berdiri lalu meninggalkan Ibunya dan Rosa masih terkejut akan sikapnya.tapi dia masa bodoh dan segera menutup pintu kamarnya rapat.


"Bu,,emang kenapa Ayah tidak mengijinkan kak Rosi ketempat paman Raul kan adik kandung ayah.tanya Rosa penasaran.


"Nanti kalo kamu sudah besar baru ibu jelaskan,sudah tidak usah dipikirkan makan saja sarapan mu,nanti kalo kakakmu sudah tenang buat ibu yang menjelaskan baik-baik padanya.Ibu mengelus rambut putri bungsunya


Didalam kamar Rosi terus menangis.dia tidak mengerti akan keputusan orang tuanya dan di tau sifat ayahnya kalau sudah berkata "tidak"itu sulit sekali dilanggar.


Rosi mengelap air matanya dengan saputangannya.


"Aku harus pergi kekota itu,tanpa minta persetujuan Ayah dan ibu.Paman Raul sudah memberi ku uang dan nomor telponnya.kalau sudah tiba aku bisa menelponya pake telpon umum.

__ADS_1


"Aku harus memikirkan cara kabur dari rumah tanpa sepengetahuan mereka.Rosi tersenyum senang mendapat ide yang menurutnya cemerlang.


__ADS_2