Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab 239 (Ctb)


__ADS_3

Tania dan Bella nampak sibuk mempersiapkan perlengkapan apa saja yang akan mereka bawa untuk kelahiran Cucu mereka.


Kinara sudah dirumah sakit untuk menunggu jadwal operasi sesarnya.


Zia yang libur kuliah menemani Kinara,Zain sebenarnya berat harus meninggalkan istrinya,karena Zain harus bolak balik kantor dan rumah sakit,beberapa berkas dan rapat penting yang harus ia hadiri dan tanda tangani.


"Kak Ara gugup Zi"Kinara memegang tangan Zia ia merasa gugup waktu operasinya tinggal 2 jam lagi.


"Kak Ara tenang ya,"Zia yang juga gugup namun berusaha menghibur Kakak iparnya.


Tak lama Toni datang dan Kinara sangat merindukan Ayahnya itu.


"Om Toni"Sapa Zia dan menyalami tantang Lelaki paruh baya itu


"Apa kabar Zia"Tanya Toni


"Kabar Zai baik Om"


dan Toni membalas dengan senyum ramah.


"Ayah udah datang".Tanya Kinara


"gimana kabar Putri Ayah"Toni mengusap kepala Kinara lembut.


"Ara Gugup yah"


"Kamu putri Ayah yang hebat,pasti bisa melewati ini semua".Toni pun menghibur putri nya.

__ADS_1


Kinara pun sedikit tenang dan akan siap demi melahirkan dibuah hati nya melihat dunia.


"Dimana Zain??"Tanya Toni karena tidak melihat keberadaan menantunya itu didalam ruangan.


"Masih dalam perjalanan kesini yah,ada rapat penting yang harus ia hadiri"jawab Kinara sesekali ia juga menggerakkan tubuhnya.


Tak lama Zain sudah tiba diruangan Kinara dan ia menyapa mertuanya.


Tania dan Bella pun sudah tiba membawa beberapa perlengkapan untuk Kinara nanti.


suster pun sudah memasuki ruangan Kinara dan meminta izin pada semua keluarga untuk membawa Kinara keruang operasi sesar.Zain ikut bersama istrinya.


Semua keluarga menunggu dengan cemas pada proses persalinan Kinara.


setelah menunggu beberapa jam berlalu operasi Kinara akhirnya selesai,Zain keluar dari ruang operasi dengan wajah penuh kesedihan.


"Ma,,,,,"Tangis Zain pecah dipelukan mamanya


"Yang sabar nak,apa terjadi sesuatu"Tania mencoba menenangkan sang putra


Zain hanya bisa menangis tanpa bisa mengatakan apapun.


"Zain,apa yang terjadi"Bunda Bella juga terlihat gelisah.


"Bang"Zia pun merasa khawatir"Kak Ara baik-baik aja kan???"Zia pun akhirnya ikut menangis.


Dokter dan para petugas medis pun keluar dari ruangan operasi,pak Toni langsung berlari dan bertanya apa yang terjadi karena ia tak bisa menanyakan pada Zain yang saat ini sedang tertekan dan shock.

__ADS_1


"Dokter apa yang terjadi dengan putri dan cucuku???"Toni berharap tak ada kabar buruk.


"Kami sudah berusaha semampunya,Namun yang kuasa berkehendak lain".Dokter memberi penjelasan


"Putri bapak selamat namun dalam keadaan koma,Dan nyawa anaknya tidak dapat tertolong,cucu bapak meninggal dunia".


Toni merasa kakinya sudah tidak mampu lagi menopang,dia hampir ambruk dengan cepat para petugas medis menahannya.


Zain pun kembali memeluk erat Tania.


"Kamu yang sabat nak"Tania pun ikut menangis tak menyangka cucu pertama yang ia nantikan secepat ini meninggalkan mereka semua.


"Kak Ara,,keponakan Aunty"Zia memangil lirih dan ikut memeluk Zain dan Tania,Zia tau Zain sekarang sedang dalam keadaan down.


"Boleh kami melihat cucu kami Dokter"Bella mencoba menguatkan diri ia ingin melihat pangeran kecil yang meninggalkan mereka.


Dokter mengangguk setuju Bella melihat tubuh mungil yang sudah tak bernyawa dalam gendongan suster.Air mata Bella tak dapat ia bendung lagi.Wajah tampan,hidung mancung sama persis saat Zain dilahirkan dulu.


"Tenang disurga Malaikat kecil"Bella mencium hangat rasa sesak didadanya sudah semakin terasa saat menyentuh pipi bayi Kinara dan Zain.


🍂


🍂


🍂


😭

__ADS_1


__ADS_2