Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab 217(Ctb)


__ADS_3

Butuh waktu 45 menit untuk sampai dibandara.kinara sempat tertidur.


saat sampai Zain merasa tak tega membangun kan Kinara yang sedang tertidur nyenyak.


Namun suara ketukan pintu jendela mobil Zain membuat Kinara akhirnya terbangun.


Fikri sudah berada disamping mobil Zain,Ia lumayan lama menunggu Zain dan Kinara keluar dari mobil dan Fikri sudah berpikiran negatif saja.


"Udah sampai ya Za,,"Tanya kinara dan membenarkan sedikit rambutnya.


"Iya kita sudah sampai"


"Siapa yang mengetuk jendela mobil Za,suaranya sangat keras ku dengar"


Zain menurunkan kaca jendela mobilnya dan Fikri menatap tak percaya Kinara duduk disamping Zain.


"Ra,,,,"Lirih Fikri ada nada kecewa disuaranya selama ini Kinara tak pernah mau duduk bersampingan saat dimobilnya.tapi sekarang Kinara duduk disamping Zain.

__ADS_1


"Begitu berarti kah pemuda bernama Zain ini di hati mu Ra,,,tak ada kah sedikit perasaanmu padaku selama bertahun-tahun kita mengenal aku semakin mencintaimu,,tapi semenjak kehadiran Zain aku merasa jauh dari dirimu Ra"Fikri termenung dalam lamunannya.


"Fik,,,Buka pintunya,Kinara mau keluar dari mobil"Perintah Zain yang melihat Fikri hanya diam mematung dengan tatapan sayu.


"Oh ada kak Fikri ya,,,"Kinara tersenyum manis.


"Maaf Ra,,tadi.aku yang mengetuk jendela mobil Zain"


"Iya Gak apa-apa kak,,lagian Ara malah terima kasih sudah membangunkan Ara tadi sempat tertidur diperjalanan".


"Kak Fikri,Kak Ara dan Kak Zain,,ayo masuk jemput paman Toni"teriak Vina yang agak sedikit kesal karena kelamaan menunggu diparkiran sedangkan Ara,Zain dan kakaknya masih asik berbicara.


"Biar aku aja yang Nuntun Ara"kata Fikri penuh penekanan.Zain merasa semakin yakin bahwa Fikri menyukai Kinara.Tidak ingin mencari masalah Zain pun mengangguk tanda setuju.


"Fik,,Biar Vina aja yang Nuntun aku,,"pinta Kinara ia tak nyaman dituntun lama dengan seorang Lelaki kecuali dalam keadaan terdesak dan dia memang tak bisa menolak.


"Iya Ra,,Itu sebentar Aku kasih kamu ke Vina".

__ADS_1


Wajah Fikri menampak gurat kecewa semakin dalam dengan Perlakuan Kinara terhadapnya.tadi saat Zain menuntunya sampai mobil tak ada penolakan kenapa terhadap diri nya Kinara selalu saja menghindar.


"Vin,,bawa Ara masuk kedalam,kak Fikri kekamar kecil sebentar ya"Fikri pun berlalu pergi namun Zain juga meminta izin untuk kekamar Kecil.


Fikri dengan cepat membasuh kedua mukanya di wastafel dan Zain melakukan hal yang sama karena Zain sedikit merasa lelah karena pekerjaan dikantor semakin menyita waktu dan tenaganya,namun Zain sudah terbiasa akan Hal ini.


"Kamu punya maksud tertentu pada Kinara kan"Fikri membuka suara


"Maksud kamu.??????"Zain mengelap sisa air diwajahnya dengan sapu tangan disakunya.


"Iya,,,kamu hanya pura-pura baik pada Kinara padahal kamu ada Maksud terselubung didalamnya,jujur aja mana ada Pemuda hampir sempurna sepertimu dengan kekayaan yang fantastis tapi ingin berteman dengan orang biasa".Fikri terus menyudutkan Zain dengan perkataannya.


"Kalo emang ada kamu keberatan????"Zain malah bertanya balik ke Fikri.


"Tentu saja aku keberatan,aku akan melindungi Ara semampuku,Tak ingin ada seorang pun yang menyakitinya".Tegas Fikri


"Aku tidak akan menyakiti Kinara,dia sahabat terbaikku"Zain masih berusaha sabar

__ADS_1


"Aku tetap tidak percaya padamu,dan ada satu hal lagi semua uang yang kamu keluarkan untuk paman Toni dan Kinara perlahan aku yang akan melunasinya,jadi Kinara tak ada hutang Budi pada keluargamu"perkataan Fikri sungguh menyinggung perasaan Zain.


__ADS_2