Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Capter Bonus 11


__ADS_3

Zio mengantar Felisha untuk pulang kembali,Felisha merasa sangat senang bisa bertemu keluarga Dokter Zio yang sangat welcome terhadap nya dan Bayinya Sakka.


Tidak berapa lama Zio kembali lagi kerumah nya dan Papa Varo memanggilnya ada yang ingin ia bicarakan pada putranya.


"Zio bisa ikut keruang kerja Papa sebentar".Tanya Varo


"Iya pa"Zio pun mengikuti Papanya Zio sudah hafal jika Papa nya meminta untuk masuk keruangannya ada hal yang sangat penting yang akan ia bicarakan.


"Papa langsung saja,Apa kamu menyukai perempuan itu????".


"Felisha maksud Papa"Tanya Zio


Varo mengangguk


"Zio hanya prihatin Pa,lagi pula Zio hanya menganggap Felisha layaknya seorang adik dan Sakka keponakan Zio".


"Tapi perhatian yang kamu tunjukan itu bisa saja membuat Felisha salah paham dan salah mengartikannya".Ucap Papa Varo


Zio memikirkan ucapan Papa nya memang ada benarnya.


"Papa tidak keberatan siapapun yang akan jadi pendamping hidupmu nanti,tapi latar belakang Felisha kita belum tau betul,Siapa suami dan keluarganya".


"Iya Zio ngerti Pa,tapi Zio tulus membantunya dan tidak ada maksud tertentu".


"Cari tau latar belakangnya,Papa hanya khawatir jika kemudian hari ada masalah".Ucap Papa Varo

__ADS_1


Zio pun mengerti maksud Papa nya dan ia akan segera mencari tau latar belakang siapa Felisha.


Setelah itu Zio pun keluar ruangan sang Papa


*******


Ke esokan harinya Zio kembali di sibukkan dengan berbagai pekerjaan nya sebagai seorang dokter.


Dokter Zio dan Dokter Juna tampak serius menangani pasien korban kecelakaan mobil.


"Dokter selamatkan kekasihku"Rintih seorang wanita yang terlihat kacau ia juga ikut menjadi korban kecelakaan.


"Sebaiknya anda menunggu diluar,Kami akan menangani pasien secepatnya"Ucap Dokter Juna dan menyuruh wanita itu keluar.


"Suster Fifi periksa juga keadaan wanita itu,ia mengalami beberapa luka"Perintah Dokter Zio pada suster Fifi.


"Siapa namamu??"Tanya suster Fifi saat membawa Wanita itu keruang perawatan


"Vina"


"Saya akan membersihkan semua luka mu agar tidak infeksi,Sedikit perih tapi bertahan lah"Ucap Suster Fifi


Vina mengangguk setuju


"Kekasihku akan selamat kan Sus???"ia masih kepikiran sang kekasih yang sekarang sedang bertaruh nyawa.

__ADS_1


"Berdoa pada tuhan semoga tidak terjadi hal buruk dan percayakan semua pada team medis akan berhasil".Ucap suster Fifi sambil terus membersihkan semua luka Vina


"Ini semua salah ku Sus,andai saja kami tidak bertengkar kecelakaan ini bisa dihindari".Vina semakin menangis merasa ini semua kesalahannya.


"Sekarang bukan saatnya menyalahkan diri,Kamu bisa hubungi keluarganya sekarang".Ucap suster Fifi


Vina menggeleng kan kepalanya


Suster Fifi merasa heran dengan tingkah Vina


"Apa kekasihmu tidak punya keluarga".


"Ada sus,Tapi aku takut"Suara Vina bergetar


"Kenapa kamua takut"Tanya Suster Fifi


"Kalau mereka tau aku yang menyebabkan kecelakaan ini,mereka akan marah besar sejak awal hubunganku dengan Mas Yudis tidak pernah disetujui oleh keluarganya".


Suster Fifi menjadi penasaran dengan siapa Vina namun ia tak banyak bertanya karena bagaimanapun itu masalah pribadi.


"Mas Yudis sudah punya istri dan anak,tapi aku sudah lebih dulu menjadi kekasihnya dan kami saling mencintai,ia juga terpaksa menikahi gadis itu karena perjodohan"Cerita Vina pada suster Fifi


"Bagaimanapun apa yang kamu lakukan ini salah,kamu tetap orang ketiga dalam hubungan suami istri itu".Ucap suster Fifi


"Kalau kamu tidak berani menghubungi keluarga pasien,biar saya yang menghubunginya kamu punya nomor keluarganya bukan??"Suster Fifi memberi solusi

__ADS_1


"Aku tidak punya Sus,tapi asisten pribadinya aku punya Dok".Vina mengambil ponsel di tasnya.


"Berikan nomornya,saya akan memberitahunya".Suster Fifi pun segera menghubungi nomor yang Vina berikan.


__ADS_2