Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab 197


__ADS_3

Tania sudah sibuk mempersiapkan banyak hadiah untuk Bayi Laura.


"Ma,,ayo kita kerumah sakit jenguk Aunty Laura dan Bayi kecil"Zain menghampiri Tania yang masih sibuk dengan hadiah yang akan ia berikan untuk anak sahabatnya itu.


"Kita nunggu papa ya sayang,nanti kesana sama Oma juga,ini mama baru nyiapin hadiah buat Aunty".Tania mengusap kepala Zain lembut.


"Iya ma,,Zain mau bermain sama Zio dan Zia dulu".


"Iya,,nanti mama juga nyusul kalian ya".


Zio dan Zia sudah sangat aktif sekarang apalagi Sikembar sudah bisa berjalan para baby sister harus lebih ekstra menjaga keduanya.


Zain mengetuk pintu kamar terlebih dulu, takut seperti kejadian kemaren Zain langsung membuka pintu dan adiknya Zio berada tepat dibelakang pintu membuat kepalanya ke jedot dan benjol.


Zain melihat Adik Zia nya terlelap tidur seperti biasa dan Zio asik bermain dengan pengawasan ketat oleh dua baby sister.


"Eh ada Abang Zain tuh Zio"ucap Mina


Seakan mengerti ucapan Mina Zio memutar kepalanya mencari keberadaan Zain.dan saat matanya menemukan Abangnya,Zio langsung berdiri dan berlari kearah Zain.


Zain terlihat yang sangat menyayangi kedua adiknya.kalau ada waktu setelah belajar Zain selalu menyempatkan buat bermain bersama adik-adiknya.


Di kantor Varo dengan cepat menyelesaikan semua pekerjaannya,ia ingin pulang lebih awal hari ini ia dan keluarganya akan menjenguk anak Gibran dan Laura.

__ADS_1


Tania sudah siap dengan semua hadiahnya sambil menunggu kedatangan suaminya Tania menemui Anak-anaknya dulu,hari ini hanya Zain yang akan dia ajak bersama nya dan Sikembar ditinggal dulu bersama baby sister ya.


Varo sudah tiba dan langsung mengajak Tania,Zain dan Bunda Bella nya.


Setelah menempuh Perjalanan sekitar dua puluh menit Akhiranya mereka sampai dirumah sakit.


Tania sudah sangat tidak sabar ingin menemui sahabatnya.


"Laura"sapa Tania saat mereka sampai didepan pintu ruangan Laura.


"Aunty"Zain berlari kecil mendekati Laura yang sedang menyantap makanan siangnya.


"Varo"Gibran mendekat kearah sahabatnya itu.


"Terima kasih Varo"ucap Gibran


Bunda Bella melihat Bayi Laura yang masih saja memejamkan matanya.


"Kapan bayi mungil ini bangun,Bunda ingin menggendongnya"


"Bunda Bella harus bersabar sepertinya putriku sama seperti Zia doyan tidur"Ucao Laura


"Wah,,,itu akibatnya sering ganggu Zia sepertinya Bun,jadi ikut kebiasaan Zia".Tania tertawa saat tau Putri sahabatnya sama seperti Zia siputri tidur.

__ADS_1


"Ah,,,aku jadi rindu sama Zio dan Zia,kenapa tak mengajak Anak kembar mu kemari"tanya Laura


"Mereka sudah semakin aktif sekarang,para baby sister sekarang kewalahan menghadapi keduanya,terutama Zio".Sikembar lebih hiper aktif dari pada Abang Zainnya.namun tingkah Mereka semua menggemaskan buat Tania dan Varo.


"Sudah memberi nama anak mu"Tanya Tania pada Laura.


"Sudah,aku dan Gibran menyiapkan Jauh hari setelah Mengetahui bayiku perempuan"


"Angelisya Bramantyo,panggil aja Baby sya"


Laura berkata dengan antusias


"Hallo Baby Sya,,"Sapa Tania seakan tau nama nya sedang dipanggil perlahan bayi itu membuka matanya.


"Akhirnya dia bangun,maaf ya sayang Tante Tania mengganggu tidurmu".Tania pun langsung mengangkat Baby Sya dan menciumnya pelan.


"Pengen punya bayi lagi"Celetuk Tania asal


Mendengar itu Varo bersemangat "okey kita usaha program lagi ya sayang".Ucap varo antusias dia benar-benar ingin menambah anak lagi agar suasana rumah nya semakin ramai dengan kehadiran anak-anaknya.


membuat semua yang ada diruangan Laura tertawa dan Tania hanya menggelengkan kepalanya "Sikembar masih kecil sayang,aku hanya bercanda saja".


yah Varo padahal sudah semangat ingin agar istrinya hamil lagi.

__ADS_1


__ADS_2