
Suara ombak mulai terdengar,hamparan pasir putih terbentang luas.para nelayan pun terlihat berdatangan menepikan Perahu mereka ketepi pantai dengan keringat bercucuran lalu segera membawa ikan hasil tangkapan mereka semalam untuk dijual dipasar atau langsung ke pengepul ikan.
Leon mendekati salah satu nelayan yang ia kenal dan tampak berbicara serius.
"Pak Sarmin saya beli ikannya satu peti nanti bisa langsung diantarkan ke villa atas bukit ya".perintahnya sopan
"Iya Nak Leon,Ada acara apa beli banyak ikan.Tanya pak Sarmin penasaran tidak biasa membeli ikan sebanyak ini kalau hanya untuk makan keluarganya.
"Lagi ada tamu Villa pak,kebetulan teman jadi malam ini mau Leon ajak bakar-bakar ikan".
Pak Sarmin pun mengangguk mengerti.
Leon langsung membayar semua ikan yang ia pesan.
"Nanti bilang sama Mom Dan Dad ini Leon yang pesan dan sudah dibayar semua,nanti takutnya mereka kebingungan ada antaran ikan sebanyak ini.pesan Leon sebelum Pak Sarmin berlalu.
"Iya,terima kasih banyak nak Leon,Bapak bersyukur sekali hari ini tidak perlu lagi menjualnya kepasar sudah diborong semua sama nak Leon.
"Sama-sama Pak Sarmin,Leon menepuk pundak Pak sarmin pelan
"Kalau begitu,permisi ya Nak Leon.Bapak langsung mau antarkan Ikannya.pamit pak Sarmin dengan dibantu sama anaknya ia memikul Ikan dalam peti.
Dari jauh Leon memperhatikan Tania,Varo dan Geo sedang asik bermain bersama.
"Sungguh beruntung sekali kamu Varo,mendapatkan seorang wanita seperti Tania".Bathin Leon
__ADS_1
Tania berlari kecil menyusuri pantai memegang tangan Geo.sangat terpancar aura kebahagian diwajah Geo.
Varo sibuk merekam kegiatan Istrinya dan Geo dan beberapa kali mengambil gambar.
"Andai Geo putra kandungku,pasti lebih membahagiakan lagi saat ini,aku harus berusaha lebih,agar istriku cepat mengandung Anakku,Varo menyerahkan dan bedoa pada yang maha kuasa".
"Ayah,Bunda sebentar ya geo mau ajak papa bermain bersama kita".Geo berlari kearah papa nya.
Varo pun mengambil kesempatan ini untuk mengambil gambar istrinya sebanyak mungkin.dengan keahlian fotografernya hasil foto Tania semua terlihat keren.
"Varo aku ingin kita Foto berdua,apa Gibran bisa bantu kita sebentar untuk mengambil gambar.ajak Tania pada suaminya
"Kalo Gibran yang kamu suruh,hasil foto kita bakalan hancur,percaya deh.
"Biar aku saja yang mengambil foto kalian,Leon memberi tawaran saat ia sudah berada didekat Varo dan Tania.
Varo menanggapi dingin tawaran Leon.dan
Menyerahkan Kamera nya pada Leon.
"Oke siap ya,Leon mulai mengambil gambar
Varo sengaja melihatkan kemesraan mereka dan terakhir Varo mencium kening Tania.
Ada rasa iri dihati Leon saat ini,tapi dengan tenang ia tetap mengambil gambar romantis Varo dan Tania.
__ADS_1
Leon menyerahkan kamera varo kembali.
"Hmmmmmm hasilnya tidak buruk,gumam Varo.
"Terima kasih kak Leon.Hanya membalas Tania dengan anggukan memilih untuk menjauh ada rasa panas didalam dadanya.
"Kenapa Varo bisa beruntung sekali!!!!!!
Aku dulu berusaha mengejarnya.bahkan tidak mendapat sekalipun lampu hijau.
Varo merasa senang melihat ekspresi Leon yang terlihat marah.berbeda dengarnTania dia rada malu-malu karena Varo sangat romantis dihadapan orang lain.apalagi Geo melihat mereka.
"Papa mau kemana ???Geo mengejar Leon yang hendak berlalu pergi.
"Tania bisa kah aku titip Geo,nanti bawalah dia pulang bersama kalian,aku ada sedikit keperluan.kalian tidak keberatan kan?
"Tentu saja tidak kak Leon,Tania malah senang Geo main sama Bunda.Tania memberikan senyum manisnya pada Leon.
"Deg Jantung Leon seakan berhenti berdetak melihat senyum manis Tania.
"Pergilah,usir Varo
"Kami akan menjaga Geo.
Leon dengan cepat meninggalkan pantai,kalau lebih lama lagi.takut rasa sakit hati nya bertambah melihat Varo dan Tania terlihat romantis.
__ADS_1