Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab 203 (Ctb)


__ADS_3

Varo sudah tiba dirumahnya,langsung menuju ketaman belakang untuk segera menemui keluarganya.


Zia yang memang menunggu kedatangan papanya saat melihat papanya datang langsung memasang wajah perang.


Varo sengaja melewati putrinya itu dan menghampiri Zain.


"Pa,,,"Zain memeluk Papanya


"Papa sangat merindukan jagoan papa ini"


Varo menepuk punggung Zain pelan.


"Zia sampai kapan kamu berdiri disitu sini sayang duduk"Tania meminta Zia untuk duduk disampingnya.


"Gak mau,,Zia mau duduk kalau papa janji akan memberi semua saham milik perusahaan papa"Zia melipat tanganya didada ia tak serius dengan perkataannya walau pun serius Varo akan memberikan nya dengan senang hati.Zia hanya kesal dengan papanya karena mengatai nya cerewet.dan tanpa merasa bersalah berlalu dihadapannya.


"Eh putri tidur,,,Mau memiliki perusahaan.disuruh belajar bawaannya males Mulu,bisa bangkrut perusahaan papa nanti"


Zia menatap Zio dengan tatapan tajam


"Lha benerkan"


"Zia bukan malas kak,cuma Zia gak minat jadi ceo-ceo seperti papa dan kakek kan udah ada Penerusnya abang Zain dan Kak Zio"


Zia tinggal nunggu hasilnya aja"Zia dengan entengnya berkata dan duduk disamping


Mamanya dan bergelut manja.

__ADS_1


"Ya,,ya,,dasar putri tidur"


"Mau ini gak"Varo memberikan sebuah bungkusan pada Zia.


"Apa ini pa"Zia menerima bungkusan itu dengan senang.


"Buka aja sebagai permintaan maaf papa sudah bilang Putrinya cerewet"


"Emang cerewet sih pa"lanjut Zio


"Biarin bleeeeeee"Zia terus membuka bungkusan dan ternyata sebotol parfum Favorite nya.Tania pun melupakan kekesalannya pada Papa nya karena Varo selalu punya berbagai cara untuk menaklukan hati Putri kesayangannya itu.


"Ehh,,,papa kok tau parfum Favorite Zia sih,ah ini memang Zia butuh kan sekarang,kemaren di abisin sama Kak Zio tuh,aneh suka betul pake parfum ku".Zia membuka tutup botol dan menyemprot sedikit ke bajunya.


"Namanya juga kembar apa yang kamu suka aku juga suka"Kata Zio seenaknya.


"Buat Zio gak ada pa???"


"Papa kan baru kemaren kasih Zio Jaket"


"Mau juga parfum seperti punya Zia"rengek Zio


"Astaga umur kalian udah berapa sih,masih aja seperti masih bayi"Tania geleng-geleng kepala melihat tingkah Zio dan Zia anak kembarnya.


"Sudah besok Abang bawa kalian belanja,Mau pilih apa aja terserah"Zain mengajak adik kembarnya.


"Beneran Bang Zain????"Wajah Zio terlihat sumringah

__ADS_1


"Maju paling depan aku kalo soal belanja"kata Zia


"Bang Zain lagi banyak Duit ya"


"Hehehehe Bang Zain belum kerja belum banyak uang,tapi kita pake duit papa ya"Zain melirik papanya dan Varo hanya bernafas panjang dan tau maksud dari anaknya itu.


"Hahahahahahaha yes,,,,shoping,boleh ajak Sya ya pa"Zia sangat bersemangat


Varo mengangguk dan memeluk Istrinya Tania.kadang merasa heran dengan anak-anaknya karena ketiga anakny itu punya uang jajan masing-masing,yang sudah ia berikan tapi masih Suka mengorek uang Papanya.Namun Varo tak pernah merasa keberatan karena anaknya selalu berbelanja sesuai kebutuhan mereka,Tania selalu mengajarkan mereka kesederhanaan walau dilimpahkan banyak uang dan selalu menyisihkan sebagian rezekinya untuk orang lain.


"Mama sama Oma Bella ikut kita shoping ya besok"Ajak Zia


"kalian aja,Oma sudah gak bisa berjalan dan berkeliling lama sayang"Tolak Oma Bella


"Mama ada acara sama ibu-ibu besok kepanti asuhan Sayang,biasa kegiatan rutin".


"Oia,,Zia lupa ma"Karena setiap Minggu mama dan beberapa ibu-ibu sekitar tempat tinggalnya membagikan kebutuhan untuk anak panti.Zia sering ikut saat ia tak memiliki kegiatan lain.


"Bang Zain,Zia tunda aja Shopingnya ya,besok mau ikut mama,aku sekalian ajak Sya ya ma".


"Mama terserah kamu sayang"


"Kangen sama kak Ara"Lanjut Zia lagi


"Siapa Ara???"tanya Zain teringat nama itu


"Emmmmm,,gadis baik hati namun sayang dia Buta kak"

__ADS_1


"Deg......"


__ADS_2