
Hari yang dinanti tiba hotel yang sudah Keluarga mahardika pilih untuk resepsi sudah siap,setelah pagi tadi Zain dan Kinara menikah disebuah mesjid tak jauh dari rumah Zain.
Zain nampak gagah dengan jas berwarna silver
dan Kirana juga sangat cantik dberdiri disamping Zain.
Tania dan Varo juga masih terlihat sangat menawan.Laura dan Gibran juga ikut mendampingi diatas Panggung.
Bunda Bella dan keluarga lainnya nampak sibuk menjamu tamu yang hadir.Ada banyak keluarga,kolega bisnis,sahabat,tak ketinggalan Fikri dan Vina Juga hadir dipesta Pernikahan Zain dan Kinara.
"Kak cantik nya kak Kinara"celetuk Vina melihat takjub pada Kinara.
"Hmmmm,,,,"Balas Fikri dalam hatinya sungguh hancur namun karena Kinara mengundang nya secara langsung Fikri pun menghargai itu.
"Astaga Kak Zio,,lama gak ketemu makin ganteng".seru Vina melihat Zio dan Tama melintas tak jauh dari tempatnya berdiri.
"Vin,,jaga sikapmu"Fikri merasa Vina terlalu berlebihan.
"Hai Vina,,,kak Fikri"Sapa Zia
"Zia apa kabar"Vina memeluk Zia
"Wah Zia makin cantik ya"puji Fikri ia sudah terbiasa dan akrab dengan Zia sering bercanda saat mereka bertemu dipanti.
"Makasih kak Fikri,,Zia ga ada uang kecil"Balas Zia
Fikri hanya tertawa mendengar Ucapan Zia
__ADS_1
Tama memperhatikan Zia begitu akrab dengan seorang pria dari kejauhan.
"Zio,,kamu kenal dua orang disana"tanya Tama saat ini Tama merasa cemburu.
Zio melihat Kearah yang dimaksud Tama
"Kenal"jawab Zio singkat saat tau siapa yang Tama tanyakan.
"Zia akrab banget ya sama tuh Cowok"Tatapan mata Tama terus mengawasi karena Zia masih terlihat asik bercanda.
Zio mengerti sekarang sahabat nya itu sedang cemburu ide jahilnya muncul lagi.
"Mungkin Zia suka tuh sama Fikri"
"Oh namanya Fikri,eh maksud kamu Zia suka sama tuh cowok"Tama baru sadar dengan ucapan Zio.
"Zia kan gak mau pacaran"lirih Tama
"Pikiran orang bisa berubah Tam,,lagian Zia udah mau lulus SMA, sudah waktunya ia punya kekasih".
"Gak bisa gitu!!!!!"protes Tama
"Emang kenapa ????"Zio ingin Tama mengatakan langsung bahwa Tama menyukai saudara kembarnya,walau Zio sudah lama mengetahui nya.
"Aku yang udah bertahun-tahun didekatnya,tak pernah sedikitpun Zia bersikap seperti itu padaku".Ucap Tama sedih
Zio juga berpikir demikian hanya pada Tama Zia bersikap cuek bahkan terkesan tak peduli.
__ADS_1
"Kamu menyukai Zia???"Zio memancing Tama untuk mengatakan nya.
"Iya aku menyukai nya"Jawab Tama jujur
"Usaha Tam,,,"
"Kamu dukung Kalau aku suka sama Zia"
"Sama siapapun adikku menaruh hatinya aku dukung seratus persen".
"Bantuin aku,,Comblangin gitu".pinta Tama pada Zio
"Usaha sendiri"
"Gimana caranya ????"
"Kalo soal itu aku gak tau caranya,,kita tuh sama belum pernah pdkt sama cewek".
"Hahahahaha sama-sama jomblo ngenes"tawa Tama
"Asal bicara!!!!!"Zio menjitak kepala Tama
"Aduh calon kakak ipar Galak juga ya"olok Tama sambil memusut kepalnya yang terasa sakit.
"Apa kita kurang ganteng ya untuk standar cewek-cewek"Ucap Tama asal.
"Yang naksir kalian tuh banyak,cuma kalian terlalu cuek dan kamu Tama hanya fokus pada Zia"Suara dibelakang mereka mengagetkan Zio dan Tama.
__ADS_1