
Varo menaiki satu persatu anak tangga,ia gak sabar untuk bertemu Istri dan Putranya.
Ceklek pintu terbuka Tania sedang asik bermain bersama Zain.
"Sayang aku pulang"Varo bersuara
Tania menoleh kearah suaminya.
"Sini aku taruh tasnya"Tawar Tania ia ingin beranjak kearah suaminya.
"Biar aku aja sayang,kamu jaga Zain aja"Tolak varo halus
"Ayah mandi dulu ya jagoan,nanti gantian main sama Ayah"Varo mencium pipi putranya lembut.
Tania menyiapkan pakaian untuk suaminya.dan meletakakkannya diatas tempat tidur.
Varo sudah selesai dari kamar mandi dan langsung memakai pakaian yang sudah disiapkan Tania.
"Ayah,ayo kita main"Ajak Zain pada Varo
"Ayo"Seru Varo dan mendekati putranya.
Dengan penuh kasih sayang Varo terus mencium anaknya,ia selalu dilanda kerinduan saat dikantor dan video call selalu jadi kebiasaannya,beberapa bulan ini sangat terasa ia harus bekerja lebih lama karena seseorang yang selalu cekatan membantunya harus cuti,Gibran juga kadang membantu papa Rendi mengerjakan beberapa perusahaan diluar kota.namun kehadiran Laura membuatnya sedikit bernafas lega.
__ADS_1
Tania tersenyum bahagia melihat interaksi suami dan anaknya.
"Sayang aku boleh kapan-kapan bertemu Laura ya,udah lama sekali gak keluar bersama,sekedar belanja ke mall dan makan aja ya"Tania meminta izin.
Varo terlihat berpikir dan kemudian mengangguk
"Boleh,tapi dua Penjaga harus ikut bersama mu saat kalian keluar"ada kekhawatiran dinada bicaranya.
"iya,suaminku aku boleh bawa Zain juga"tanya Tania lagi
"Sebaiknya Zain tinggal aja bersama Bunda Bella,nikmatilah kebersamaan bersama sahabatmu".Varo mencoba mengerti walau dihatinya sangat khawatir terhadap keselamatan Istrinya sekarang.
"Ayo kita turun kebawah,temui kakek ada suatu hal yang harus aku beritahu padanya"Varo mengajak Tania.
Kakek Royan sibuk ditaman dengan ikan-ikan peliharaannya.
"Varo,ada apa?"Tanyanya kakek
"Bisa berbicara pada kakek sebentar ada hal penting yang harus Varo sampaikan"
Kakek mengangguk setuju lalu mencuci tangan nya segera.
"Kita bicara disini"Tanya kakek dari raut wajah varo terlihat sangat serius.
__ADS_1
"Iya,ini tentang keselamatan istriku dan anakku"Varo langsung bicara jujur.
"Hahhhhh"Tania sedikit agak shock saat mendengar ucapan Varo.
"Ceritakan yang jelas,masalah apa lagi???"kakek terlihat cemas
"Aku harus mengatakan ini kek,Varo gak mau menyembunyikan apapun dari kalian semua,aku hanya tak ingin mengulangi kesalahan seperti dulu"Varo tidak mau ada penyesalan dihatinya.
Tania memegang tangan Varo memberinya sedikit dukungan
"Kakek tau Sarah adik dari Viona"
"Tentu kakek mengenal wanita rubah itu"geram kakek
"Hari ini ia kekantorku,Pihak keamanan sudah mengusirnya,namun ternyata ia menungguku di parkiran mobil dan langsung me,,,me,,,lukku".ucap Varo ragu ia tidak ingin Istrinya salah sangka.dan Tania mencoba memahami ucapan suaminya.
"Apa yang dia inginkan,pasti ada sesuatu!!!!"
"Aku juga berpikiran seperti kakek,Saat ini aku butuh penjaga yang harus bisa dipercaya untuk melindungi Tania dan Zain putraku"
"Sayang maaf kalau nanti setiap kegiatan mu diluar harus di pantau dan dijaga oleh para bodiguard,kamu gak keberatan kan"Varo meminta pendapat istrinya.
"Tentu saja gak sayang,ini demi keamanan Zain juga"Tania setuju
__ADS_1
"Syukurlah"Varo lega setelah menceritakan nya pada Kakek dan Tania.
"Kamu juga harus jaga dirimu,bukan hanya Tania dan Zain yang dalam bahaya".Kakek memberi peringatan Varo.