Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab 191


__ADS_3

Kepulangan Baby twin (Zio dan Zia)


Disambut hangat oleh semua keluarga,Tante Ina dan om Bran juga ikut menyambut kehadiran Baby Twin.


Papa Rendy yang belum sempat melihat kelahiran Cucu-cucunya karena disibukkan kerja diluar kota menggantikan Varo sementara.Air mata haru melihat Baby twin memasuki Rumah mereka.


"Welcome Baby twin "Zio & Zia"


Tulisan besar terpampang didinding,Tania bisa menebak ini pasti kerjaan Laura.


Bunda Bella dan Bi Rumi juga menyiapkan beberapa puding dan cemilan hari ini untuk merayakan kedatangan keluarga baru Mahardika.


Gibran juga membantu Laura yang sedang menyiapkan Makanan dimeja.mereka semua akan makan siang bersama.


Baby twin segera dibawa para baby sister ke atas untuk beristirahat karena sepanjang perjalanan Zio dan Zia tertidur lelap.Kamar bayi yang dipake Zain bayi dulu sudah dipersiapkan Bunda Bella dan menambah satu box bayi berwarna pink untuk Zia.


"Tania pergilah beristirahat,Kamu masih belum pulih".ucap bunda Bella.


"Aku antar kamu kekamar ya sayang"Varo menuntun istrinya perlahan menaiki tangga menuju kamar mereka.


Sesampai dikamar Varo membaringkan Tania memberi kenyamanan untuk istrinya itu.

__ADS_1


"Gimana apa perut bekas sesar mu masih sakit"Varo membuka perlahan baju Tania dan melihat jahitan Pada perut Tania.


"Pasti sakit ya sayang"Varo mengusap lembut perut istrinya.


"Sakitnya terbayarkan dengan kehadiran Baby twin kita sayang"Tania membalas mengusap tangan suaminya.


"Terima kasih sayang sudah berjuang untuk melahirkan Anak-anak kita"Varo beralih mencium kening istrinya.


"Terima kasih juga untuk semua waktu dan kasih sayang yang kamu berikan pada keluarga kita sayang"ucap Tania.


"Aku akan terus berusaha jadi suami dan Papa yang baik buat istri dan anak-anakku"


"Apa kamu masih mau makan lagi,nanti Aku bawakan Kesini"


"Aku sudah kenyang sayang,sebelum pulang dari rumah sakit tadi kamu juga menyuapi ku makan kan".


"Oke tidurlahsayang,aku melihat matamu sangat terlihat lelah".


Tania hanya membalas anggukan kepala.rasa kantuknya mulai menyerang karena beberapa hari ia harus bergadang untuk memberi asi untuk Zio dan Zia.


Perlahan Varo meninggalkan kamar dan menghampiri Gibran yang sedang asik membantu Laura dimeja makan.

__ADS_1


"Varo,kamu sudah mengantar Tania beristirahat???"tanya Bunda Bella melihat Varo yang datang mendekatinya.


"Tania sudah tertidur Bun".


"Baguslah,dia sangat membutuhkan tidur saat ini"


"Apa Tania sudah makan??"Laura bertanya pada Varo


"Sebelum pulang Tania tadi makan Bun,dan katanya masih kenyang".


"Ayo kita makan siang dulu".


Semua keluarga pun menikamati hidangan makan siang.


Saat semua sudah selesai makan siang dan memilih bersantai di taman belakang rumah


Orang tua Laura berpamitan pulang setelah melihat Zio dan Zia dan memberikan banyak hadiah untuk Baby twin.


Gibran juga harus kembali kekantor Papanya dan Laura memilih untuk tetap tinggal masih ingin menikamati kebersamaan dengan Anak-anak dari Tania,Laura sangat berharap ia juga secepatnya mengandung buah hati nya.


Laura juga ingin suasana rumahnya ramai dengan anak-anaknya nanti.selama ini Laura sangat merasa kesepian sebagai anak tunggal,kehadiran sahabatnya Tania lah yang selalu membuatnya tidak pernah merasa kesepian lagi.Apalagi sekarang ia sudah memiliki suami yang mencintai dan menyayanginya,hanya menunggu,berusaha dan terus berdoa agar secepatnya diberi momongan walau Gibran tak pernah mempermasalahkan Itu,Namun dihati kecil Laura dia sangat menginginkan Hadirnya Janin didalam rahimnya.

__ADS_1


__ADS_2