Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab 33


__ADS_3

Prov viona


Viona hanya memandangi layar ponselnya beberapa hari ini dia dilema karena Varo kekasihnya tidak membalas dan menghubunginya.


Viona terus bergumam sendiri dikamar kos nya.


"Apa aku harus mencari varo kerumahnya atau ke alamat kantornya,aku sangat merindukannya,aku bisa gila seperti ini menunggu kabarnya".


"Saldo ku udah habis lagi,sementara ini jalan satu-satunya aku harus menghubungi Gibran dulu untuk mentransfer ku uang".


"Pria bodoh itu tergila-gila padaku.padahal aku pacar sahabatnya sendiri.Viona tertawa bangga pada dirinya.


Viona sebenarnya mencintai Varo dan juga mencintai hartanya.karena terhalang restu kakek Varo membuat Viona hampir menyerah dan mencari pria yang bisa dia jadikan cadangan buat keuangannya.Karena bisa saja suatu saat nanti varo meninggalkan dirinya karena viona sangat tahu kekasihnya itu sangat menyayangi kakeknya.


"Tapi aku belum siap kehilangan Varo,Besok aku akan kekantornya pasti disana aku tidak bertemu dengan kakek tua itu,aku harus mencari tahu sesibuk apa dia sekarang sampai mengabaikan ku".


Viona membanting hpnya karena kesal


dan mengutuk kakek Royan.


"Kakek tua kenapa kamu tidak cepat mati aja!!!!! teriaknya.

__ADS_1


Viona masih menyimpan sakit hatinya pada kakek Royan teringat perlakuan kakek kepadanya 5 tahun yang lalu saat Varo mulai mengenalkan dirinya pada Kakek Royan.


Flash back


"Varo hanya boleh menjalin hubungan dengan gadis pilihanku kelak!!!!!!Suara kakek nyaring saat itu.membuat Viona dan Varo tersentak kaget.


"Kakek dia gadis pilihanku.dia gadis yang baik menurut varo kek,Varo mencoba meyakinkan kakek dengan ucapannya.


Viona hanya tertunduk takut saat itu.


"Putuskan dia,besok kakek akan mengirimmu keluar negeri varo untuk melanjutkan sekolahmu,kamu satu-satunya penerus keluarga ini kakek tidak mau kamu dipengaruhi gadis ini".


Varo tahu keputusan kakek tidak dapat diganggu gugat lagi,dia segera membawa viona pulang


Dan meminta maaf pada kekasihnya "sayang maaf kan ucapan kakek ku tadi,aku akan mencoba meyakinkannya bahwa aku benar serius dengan mu".


"Aku sangat senang saat kamu mau memperkenalkanku pada kakek dan keluargamu,tidak aku sangka dapat perlakuan memalukan seperti tadi".


Viona mulai membuka suaranya dan mengambil tisu untuk menyapu air matanya.


Viona menatap varo tajam

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak bilang padaku,kamu akan keluar negeri varo".viona menampakan ekspresi tidak senangnya


"Sebenarnya aku ingin memberitahumu masalah ini,tapi karena kejadian hari ini kamu malah mendengarnya dari kakek".Varo menepikan mobilnya kepinggir.


"Kenapa berhenti,viona bertanya heran


"kamu masih menangis sayang matamu sedikit bengkak,tidak mungkin aku mengantar mu pulang dalam keadaan seperti ini,apa kata paman dan Bibimu nanti".


"Peduli apa sama mereka,aku muak dengan mereka pura-pura baik dihadapanku tapi dalang dari bangkrutnya papa dan mama merekalah biang keroknya.dan yang menyebabkan orang tua ku meninggal juga pasti mereka walau aku belum punya bukti kuat".


"Varo kamu janji ya akan mengembalikan perusahaan orang tuaku".


Viona bergelut manja ditangan Alvaro.


Varo menarik nafas dalam,


"Aku belum punya kuasa saat ini,semua nya masih dibawah pengawasan kakek dan orang tua ku,aku berharap kakek bisa menerima mu dan membantumu dari masalah ini".


"Aku tidak mau mengakhiri hubungan kita,Viona menggelengkan kepalanya dan menangis lagi.


"Siapa yang ingin putus dari mu,kita tetap akan menjalin hubungan asal kamu tetap setia padaku".

__ADS_1


"Aku ingin ikut keluar negeri bersama mu,


Tanpa pikir panjang varo menyetujui ucapan viona.


__ADS_2