Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab.157


__ADS_3

Pagi hari menjelang,Tania membangunkan suaminya yang masih meringkuk dibawah selimut."Sayang bangun,udah siang apa kamu gak pergi kekantor hari ini"Tanya Tania lembut.


Varo membuka matanya berat"Apa keadaan mu sudah membaik sayang"Varo balik bertanya.


"Aku sudah lumayan,Walau masih ada sedikit rasa pusing"Ucap Tania.


"Aku akan Bilang ke Papa dan Ayah untuk gak bekerja hari ini,ingin menemanimu"Varo kembali memejamkan matanya dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


"Kalau begitu cepatlah mandi"Tania menarik selimut Varo "kita pergi sarapan,Zain pasti menunggu kita"Ucap Tania mengingatkan suaminya.


"Berikan dulu suamimu ini kecupan selamat pagi"Rengek Varo


"Cup"Tania memberi kecupan dipipi suaminya


"Bukan di pipi"Varo menunjuk Bibirnya


Tania pun memberikan kecupan hangat dibibir suaminya.varo memperdalam Ciumannya.


"Cepatlah mandi semua orang menunggu kita "Tania melepas ciumannya.


Dengan langkah gontai Varo Memasuki kamar mandi.


Tania menyiapkan baju untuk suaminya dan meletakannya diatas ranjang agar Varo lebih mudah memakainya.


"Sayang aku menemui Zain dulu ya"Pamit Tania

__ADS_1


"Iya"Jawab Varo singkat karena dia sedang menggosok gigi.


Tania turun ke meja makan,Tania melihat Zain sedang asik mengunyah makanan.


"Selamat pagi jagoan Mama"sapa Tania pada putranya.


Bunda Bella merasa senang Tania kembali seperti biasa.Walau sebenarnya Tania hanya berusaha menyembunyikan rasa takutnya,ia tidak mau membuat keluarganya merasa khawatir terlalu lama.


Kakek memperhatikan Tania dengan seksama "Aku yakin dia belum pulih dari rasa takutnya,ia hanya menutupi dari kami semua"bathin kakek royan.


"Tania duduk dan makanlah yang banyak"Perintah kakek karena ia melihat Tania kurang berselera makan.


"Iya kek,Tania tunggu Varo sebentar".


Varo yang sudah siap segera turun menemui semua keluarganya dimeja makan.


"Pagi semua"Sapa Varo "Pa hari ini ijin gak ngantor ya,ada beberapa urusan yang harus Varo kerjakan".


"Iya papa ngerti,Dan papa juga merasa lega otak percobaan pembunuhan Tania sudah ketangkap".


"Aku dan Gibran akan kekantor polisi hari ini"


"Aku ikut bersama kalian"Ucap Tania dan tentu tidak mendapat persetujuan dari semua.


"Jangan kemana-mana keselamatan mu masih terancam"Kakek membuka suara lagi.

__ADS_1


"Benar kata kakek sayang,kita gak tau siapa lagi musuh kita yang akan mencelakai keluarga kita".


Tania mengangguk mengerti,ia hanya ingin mengetahui apa alasan gadis yang tertangkap itu tega ingin menghabisi nyawanya.


"Sayang boleh tidak Laura kesini untuk menemaniku"Tania meminta izin Pada Varo.


"Boleh,hubungi saja ponselnya dan katakan padanya, ia libur saja hari ini"Ucap varo


Zain terus melanjutkan makannya tanpa peduli dan gak mengerti apa yang sedang keluarga besarnya bicarakan.


Selesai sarapan papa Rendi dan ayah Denian segera pamit pergi kekantor.kakek Royan mengajak Zain pergi bersamanya ketaman belakang melihat ikan rutinitas kegemarannya dan menurun pada Zain juga.Sarko mengikuti dari belakang.


"Jam berapa kita kekantor polisi?"tanya Varo


pada Gibran.


"Jam sepuluh aja,Sekalian aku menyelidiki siapa yang membantu kita dalam penangkapan Sarah dan temannya itu".


"Ya,aku sangat kagum kinerja mereka bisa dengan cepat menangkap Sarah. siapa mereka aku juga penasaran,dari mana mereka tau keadaan kita".Varo terlihat berpikir keras.


Bella dan Tania fokus mendengar pembicaraan Varo dan Gibran.


"Mungkin orang yang dekat dengan kita???"Ucap bunda Bella.


"Siapa????"Tanya Varo,Gibran dan Tania serentak

__ADS_1


__ADS_2