
Sudah satu tahun berlalu hari ini adalah pernikahan papa Rendi dan Alira sekretaris yang selalu setia membantu Rendi dalam setiap pekerjaan dikantornya.Rendi memilih Alira karena merasa wanita ini sangat tepat untuk mendampinginya,dan ternyata Alira sudah lama menyukai Bosnya itu.
perbedaan umur yang lumayan jauh tidak menghambat perasaan keduanya untuk saling mencintai.Rendi berusaha membuka hatinya kembali karena dukungan dari semua keluarga akhirnya Rendi mau menjadikan Alira istrinya.dan semua keluarga menyetujui nya apalagi ini juga permintaan terakhir mendiang kakek Royan.
Pernikahan hanya dihadiri oleh pihak keluarga saja,namun kebahagian tak bisa mereka sembunyikan.Bunda Bella sangat bersyukur melihat kakaknya menikah lagi.
"Pa seandainya masih ada kakek,dia pasti sangat bahagia saat ini".bathin Varo
Sikembar Zio dan Zia berlari-lari kecil usia mereka saat ini sudah 5 tahun,sesekali Zio terlihat menjahili Angelisya Anak Laura yang sudah berumur 3 tahun.Syaaq sedang asik makan kue cake cokelat Favoritnya.
"Momi,,kak Zio ambil kuenya Sya"Adu nya pada Laura saat Zio dengan sengaja mengambil kue ditangan Sya dan memasukan nya langsung dalam mulutnya.
"Abang Zio,,gak boleh gitu"Zia menegur saudara kembarnya.
"abisnya kue Sya enak,Zio suka"kata Zio dengan wajah polosnya.
"Itu dicana banyak,kok ambil Kue dede Sya".Zia menatap tajam Zio karena Ia udah hafal sifat abangnya itu,sangat Suka mengganggu orang berbeda dengan Abang Zainnya.
__ADS_1
Laura asik memperhatikan perdebatan kecil antar putrinya dan Sikembar Zio dan Zia.Laura sudah tidak heran lagi dengan sifat usil Zio kadang Varo dan Tania geleng-geleng kepala saat Zio sering usil terhadap Zia bahkan abangnya Zain.namun Zio tak sampai membahayakan Adik dan Abangnya.
"Abang Zio halus minta maaf"Zia memberi perintah
"Emang Abang calah"Zio lagi-lagi memasang wajah polosnya
"iya calah,,udah ambil kue dede Sya"Zia memasang wajah cemberutnya.
"Ya udah Zio minta maaf ya dede Sya,Zio ambil kue yang balu lagi".
Sya mengangguk setuju
"Nih habisin ya Dede sya"Ternyata Zio masih dengan mode usilnya
"nda mau,pelut Sya ga muat"Rengek Sya yang hampir menangis karena Zio terus meminta menghabiskan kue satu piring penuh itu.lagi-lagi Laura hanya menggelengkan kepalanya dengan tingkah Zio yang ajaib menurutnya.
"Zio,,,"Tania memanggil Anaknya sejak tadi ia memperhatikan tingkah laku Zio.
__ADS_1
"Mama,liat abang Zio gangguin dede Sya"adu Zia memberitahu Tania.
"Zio cuma kacih kue sama dede sya,iya kan Aunty"Zio menatap Laura penuh arti meminta pembelaan dari Laura.
Lagi-lagi Laura hanya bisa tertawa melihat tingkah dan perkataan Zio.
"Mama tau Zio,,mama udah perhatiin dari tadi,kamu usilin Dede sya lagi kan".
Zio tak bisa mengelak lagi dan Zio mengangguk pelan mengakui perbuatannya.
"Oke jangan diulang lagi ya sayang".Tania mengingatkan Anaknya.
"Zio gak bica janji ma"dan Zio langsung berlari kearah Papanya yang asik berbincang dengan Gibran.
Tania dan Laura lagi-lagi menggelengkan kepalanya melihat tingkah Zio.
"Laura ayo kita dipanggil Bunda Bella untuk foto bersama"
__ADS_1
Tania pun mengandeng Zia dan Laura menggandeng Sya untuk sesi foto bersama pengantin yang sedang berbahagia.