Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab 138


__ADS_3

Rini melihat jam ditangannya sudah hampir sore"Sampai kapan kita disini sih sarah"Rini mulai bosan menunggu Bersama sahabatnya itu.


"Bentar lagi bawel"Protes Sarah


"Aku lelah dan aku juga laper"Rini memasang wajah memelas.


"Kamu rin,buat mood aku turun deh.padahal aku udah semangat,kamu pikir aku juga gak lelah dan laper"omel Sarah


Rini memasang wajah cemberut.


"Eh itu Varo,siapin kamera mu"Perintah Sarah pada Rini dan berjalan mendekati Varo.


"Sayang aku merindukanmu"Sarah memeluk erat varo dan berhasil difoto oleh Rini.


"Lepasin!!!!!"Bentak Varo


"Ih sayang aku kangen tau"ucap Sarah sebel melihat penolakan Varo.lalu menatap kearah Rini.


Rini mengangkat jarinya menandakan ia sukses memotret kejadian Tadi.


"Sarah ngapain kamu Disini????"Varo merasa geram pake peluk segala lagi.


Sarah tersenyum manis dan Varo merasa muak dengan tingkah Sarah yang dari dulu sangat mengganggu ketenangannya.Sarah menyukai Varo Namun Varo lebih memilih Viona walau begitu kadang Sarah mencoba menggoda Varo.


"Udah aku bilang Sarah Rindu sama Varo"Bersikap manja


"Aku tidak pernah merindukanmu,dan aku tegaskan aku sudah memiliki istri dan anak yang ku cintai dan sayangi"Varo menekan ucapannya


"Aku ga peduli,Aku masih mencintaimu sampai detik ini"Sarah mencoba menarik tangan Varo.dengan cepat Varo menepisnya.

__ADS_1


Varo memijit keningnya menahan emosi yang ada didalam dirinya saat ini


"Cepat pergi dari kantorku!!!!"Usir varo dengan suara Lantang,ia tidak bisa bersuara lembut saat berhadapan dengan Sarah.


"Berikan aku dulu pelukan sekali lagi,baru aku akan Pergi"Sarah memberi penawaran


"Jangan mimpi,minggir"varo membuka pintu mobil dan segera masuk kedalam


"Huhhhhhhh"Sarah sedikit kecewa


Perlahan Varo pun menyetir mobilnya dan meninggalkan Sarah.


Setelah dirasa cukup aman Rini keluar dari persembunyiannya.


"plok,plok,plok......"Rini memberikan tepuk tangannya.


Sarah tersenyum penuh kemenangan.


Rini memperlihatkan hasil fotonya pada Sarah


"Yes,hasil yang pas dan ini terlihat alami".seru Sarah


"Mau kamu apakan foto ini???"Rini bertanya-tanya


"Ini Baru rencana awal aku untuk memisahkan Varo dan istrinya".


Rini masih belum mengerti maksud Sarah


"Aku masih tidak paham"Rini menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


"Ga usah kamu pikiran,sekarang Ayo kita makan"Sarah tersenyum gembira."Kamu laper kan???"Sarah menarik tangan Rini.


Rini menganggukan kepalanya setuju,dan mengikuti langkah Sarah perutnya sudah berbunyi dari tadi.


Didalam mobil Varo masih merasa kekesalnanya pada Sarah.


"Ga bisa dibiarin tuh cewek gila"gumam Varo


"Dia pasti merencanakan sesuatu"Varo merasa gelisah dia harus menyelidiki dengan cepat apa maksud kedatangan Sarah dengan tiba-tiba.


"Akhhhhh aku merindukan Tania dan Zain"Varo mengusap wajahnya kasar dan melajukan mobilnya agar cepat sampai menemui keluarganya.


Akhirnya Varo tiba dirumah Terlihat Zain Sedang digendong Bunda Bella.


"Eh itu ayahnya Zain udah pulang"tunjuk Bella


"Hallo anak Ayah"Sapa Varo dan langsung mencium anaknya.


"Zain udah besar masih digendong sama Nenek ya"


"Zain Ga belat kok yah"jawab Zain Denga. polosnya


"Iya,anak ayah pintar"puji Varo


"Dimana Tania Bun?"Varo celingak celinguk mencari keberadaan istrinya.


"Tadi kedalam sebentar mau mengambil sesuatu didapur"Jawab Bunda Bella.


"Ohhhh,Gibran mana belum pulang"Varo bertanya lagi

__ADS_1


"Lho bukannya kamu sering pulang bareng Gibran ya"


"Iya Bun,Tadi aku menyuruhnya mengantar Sekretaris baruku .Aku mengira Dia udah pulang".Varo memasuki pintu dan langsung menuju kamarnya.


__ADS_2