
"Minum obatnya,setelah kamu tidur aku akan kembali kekantor dan siang akan kembali lagi kesini".
Disisi lain Laura merasa tidak enak saat harus merepotkan Gibran,tapi seberapapun Laura menolak Gibran tetap saja melakukan rutinitasnya merawat Laura.dan yang paling Laura tak habis pikir Mommy nya malah membiarkan Gibran menyuapi Laura.dan Laura menjadi terbiasa dengan perhatian Gibran dan membuat hatinya berdegup kencang saat tatapan mereka bertemu.
"Cepat sembuh,sebentar lagi hari bahagia mu akan tiba,beruntung sekali pria yang akan jadi pendampingmu kelak"Suara gibran terdengar getir mencoba menahan Air matanya dada nya terasa sesak,Gibran merasa belum siap menerima kenyataan Gadis yang ia cintai akan dijodohkan dengan Pria pilihan Orang tua Laura.
Laura menarik nafas panjang"Aku belum menyetujuinya,tapi juga mungkin gak bisa menolaknya".Ada desiran aneh didalam hati Laura saat melihat cairan bening menetes sempurna pada mata Gibran.
Dengan cepat Gibran mengelap air matanya memilih untuk pamit dan meninggalkan Laura .
Laura masih diam memandang kepergian Gibran"kenapa dia menangis"Laura bertanya -tanya apa ada ucapan nya yang salah ya.
diluar ruangan Gibran menemui Tante Ina dan om Bran dan pamit untuk pulang.
"Bisa kita bicara sebentar"Tante Ina menahan langkah Gibran yang akan berlalu.
__ADS_1
"Bisa Tante"
"Om juga ingin bicara padamu,apa Laura sudah meminum obatnya".
"Sudah Om,Tadi Gibran langsung yang menyuruh Laura meminumnya".
"Kamu perhatian sekali sama Laura ,apa kamu menyukai nya??"Pertanyaan langsung dari om Bran.
Gibran merasa bingung harus menjawab apa "Iya Gibran menyukai Laura Om"Gibran memilih berterus terang
"Hmmmm,,,Kamu tau kan Laura akan secepatnya menikah,Om minta padamu jauhi Laura mulai sekarang"Ucap Om Bran tegas bagai di iris ribuan pisau hari Gibran terasa hancur,Tante Ina membelalakan matanya,karena dia juga kaget mendengar ucapan suaminya yang jauh dari pemikirannya
"Ini keputusan Daddy,dan mommy harus menurutinya"Tante Ina memperhatikan manik mata suaminya dan Tante Ina pastikan Bran tidak sedang main-main.
"Kamu mengerti Gibran"Suara Om Bran terdengar keras
__ADS_1
"Iya Gibran mengerti Om,tapi izinkan Gibran terus merawatnya Sampai dia benar-benar pulih,setelah itu Gibran janji gak akan mengganggunya lagi"Ucap Gibran dengan tenang walau hatinya sudah terasa sakit.
Gibran sudah mengetahui latar belakang Keluarga Laura,ia juga salah satu keluarga yang paling disegani,dan memiliki anak buah dan bodiguard yang sangat ahli dan juga berbahaya.namun tidak pernah membuat masalah lebih dulu.Hanya untuk berjaga bila ada yang menyakiti keluarganya.
Laura tau Daddy nya akan marah besar bila menggunakan kekuasaannya tanpa izinnya.
Padahal Untuk keselamatan Tania yang dia anggap juga sebagai putrinya itu bukan masalah besar.tapi Om Bran bisa menggunakan alasan ini agar Putrinya mau menikah.
Brandi Wijaya yang orang kenal adalah sosok yang tegas dan Dingin,tak banyak yang tau dibalik ketegasannya dia tetap seorang suami dan Ayah yang penyayang buat keluarganya.
"baik Om pegang janjimu"Dan Om Bran berlalu dihadapan Gibran.
Tante Ina bingung dengan sikap suaminya yang berubah drastis.
"Maafkan Om ya Nak"Ucap Tante Ina lembut
__ADS_1
Gibran hanya tersenyum kecut,dan menyalami Tante Ina lalu pamit kembali
"Ahhh bukankah suami tadi setuju untuk menikahkan Putrinya dengan Gibran kenapa berubah pikiran" Bathin Tante Ina dia juga bergegas masuk ingin meminta penjelasan dari suaminya.