Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Capter Bonus 3


__ADS_3

Seharian ini Dokter Zio Sibuk keluar masuk ruang operasi.Bahkan untuk sejenak beristirahat ia pun tidak sempat.


Dan saat semua sudah ia selesaikan Dokter Zio pun memilih untuk beristirahat sebentar.


Suster Fifi yang melihat Dokter Zio yang sedang santai pun menghampirinya.


"Dok,mau saya buatkan teh hijau,kebetulan saya mau kedapur membuat kan dokter Juna secangkir Kopi"Suster Fifi memberi tawaran


"Boleh Sus,terima kasih ya"ucap Dokter Zio dan dibalas anggukan oleh Suster Fifi.


Setelah memberikan Dokter Juna secangkir Kopi,Suster Fifi pun kembali menghampiri Dokter Zio untuk memberikan Teh hijau buatannya.


"Jadi ngerepotin Suster Fifi"Ucap Dokter Zio saat Fifi memberikan teh hijau untuknya.


"Saya gak merasa direpotkan Dok,akhir-akhir ini Dokter Zio sangat sibuk jadi mungkin dengan teh hijau ini bisa membuat Dokter lebih semangat lagi kerjanya".Ucap Suster Fifi tulus


"Iya,makasih Suster Fifi"Dokter Zio tersenyum ramah


"Nikmati saja teh hijaunya,saya akan keruangan Alea dulu".Pamit Suster Fifi

__ADS_1


"Gimana kabar Alea?,sudah seminggu aku tak melihat keadaannya"Sejak Dokter Hardi sudah kembali bekerja,Dokter Zio pun kembali memberikan wewenang Dokter Hardi sebagai Spesialis jantung untuk melanjutkan perawatan Alea.


"Sudah mulai membaik Dok,Alea gadis itu selalu mencari Dokter Zio dan Dokter Juna".Suster Fifi memberitahu.


"Sampaikan salam ku pada Alea,Kalau ada waktu aku akan menyempatkan diri untuk menjenguknya".


"Baik Dok,nanti saya sampaikan".Suster Fifi pun berlalu pergi.


Zio menghirup dalam aroma teh hijau yang selalu menjadi minuman Favorite nya itu.


******


"Pasien Darurat ia mengalami kecelakaan tabrak lari dan terpental jauh,kepalanya mengalami pendarahan"Para team medis memberi laporan saat membawa korban untuk segera diberi penanganan khusus.


"Tekanan darah ya menurun Dokter Juna,lihat detak jantungnya mulai lemah".Ucap suster Fifi Kesibukan mulai terlihat lagi diruangan UGD rumah sakit Pelita bangsa.


"Dimana keluarga pasien?"Tanya Dokter Juna


"Belum ada identitas dari gadis ini,Ponsel dan juga dompet korban tidak ditemukan di TKP" ucap suster Fifi lagi

__ADS_1


"Gadis ini harus di operasi secepatnya,kita tak bisa menunggu lagi,tapi tanpa persetujuan dari keluarga kita tak bisa melakukannya".Dokter Juna mulai gelisah


"Apa yang harus kita lakukan Dok"Tanya Suster Fifi yang juga ikut khawatir.


"Dimana Dokter Zio"Dokter Juna mencari keberadaan sahabat sekaligus rekan kerjanya,walau Zio adalah pemilik rumah sakit ini namun Zio tak mau hanya bersantai saja,ia akan tetap bekerja dan menjalankan tugasnya sebagai seorang Dokter.


"Dokter Zio,sedang melakukan Operasi pasien yang menderita Tumor ganas saat ini bersama Dokter Gani".Suster Fifi memberitahu Dokter Juna.


"Dokter Zio tidak bisa diganggu,Cari tau lagi keluarga Pasien".Perintah Dokter Juna.


Saat yang menegangkan diruang UGD akhirnya sedikit lega,ada yang datang mengaku keluarga Korban setelah melihat beberapa orang share di sosial media tentang kecelakaan dan mengambil gambar wajah Korban agar dikenali.


Setelah mendapat persetujuan dari pihak keluarga untuk operasi,Dokter Juna pun segera turun tangan untuk melalukan operasinya.


"Bawa Pasien segera keruang operasi,siapkan beberapa kantong darah juga"Perintah Dokter Juna


"Siap Dok"Sahut team medis serentak


Walau termasuk Dokter muda Keahlian Dokter Juna tak bisa dipandang sebelah mata.

__ADS_1


__ADS_2