Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab.209 (Ctb)


__ADS_3

Tanpa membuang waktu lagi Zia segera menuju Toko buku dan memilih beberapa buku yang ia butuhkan.


Zio dan Tama mengekor dibelakangnya,nampak gadis-gadis remaja yang juga berada tak jauh dari mereka berbisik-bisik.kehadiran mereka menjadi pusat perhatian.


"Ishhh aku mau jadi salah satu pacar mereka"


Bisik gadis berbaju seragam SMP


"Gadis didepan itu siapa nya sih,,"Bisik teman mu lagi yang berambut kepang dari raut wajah mereka terlihat sekali tidak menyukai Zia.


"Aku gak suka,dia beruntung banget sih!!!!"


Zia yang mendengar merasa lucu dan ingin mengerjai sekalian Gadis-gadis remaja itu.


dan langkahnya terhenti lalu menggandeng tangan Zio dan Tama mesra.


Tama tampak kaget dan jantungnya berdetak kencang tidak dengan Zio dia udah hafal maksud dan tujuan adik kembarnya itu.dan Zia makin memperlihatkan aksi manjanya pada Zio dengan menyandarkan kepalanya pada pundak kakak kembarnya itu.


Zio hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Zia.

__ADS_1


"Sayang aku mau kamu pilihkan aku bukunya"Zia mengedipkan mata pada Kakaknya"dan kamu sayang"menunjuk Tama "Bayarkan ya"


"Hahhhhh"Tama nampak bengong masih bingung dengan sikap Zia yang sangat Aneh menurutnya.


Zio membisikan Sesuatu pada Tama"Zia Hanya bersandiwara ingin mengerjai gadis remaja itu" Zio juga mendengar apa yang dua gadis remaja itu bicarakan tadi.kalo Tama karena terfokus pada Zia tak terlalu memperhatikan sekelilingnya jadi tak mendengar apapun.


"Ohhhhh,,,kesempatan donk gue"Tama kembali berbisik pada Zio


"Eh gue denger"Desis Zia dan Zia memilih melepaskan lingkaran tangan nya pada Tama.


Zio tertawa melihat wajah kecewa sahabatnya itu karena Zia melepas gandegan tangannya pada Tama.


"Huhhhhhhhhhhhh,dasar perempuan Murahan,mentang-mentang cantik semua mau di embat".Kali ini gadis berkuncir itu dengan terang -terangan menghina Zia.


"Heh,,,,,paling cuma mau duitnya doank"ucap Gadis satunya tak mau kalah


Mendengar perkataan Dua gadis remaja yang sudah diluar batas itu Zia memberhentikan langkahnya dan ingin memberikan pelajaran untuk mereka.


Namun belum mulai Zia mendekat suara yang sangat familiar didengarnya.

__ADS_1


"Eh anak bau kencur,tapi mulutnya pedes.dan kecil-kecil udah tau suka-sukaan sama lawan jenis,sekolah yang bener baru mikir pacaran"Sya memelototi kedua remaja tersebut


Dua gadis itu merasa takut dengan tatapan dan suara Sya.dan memilih menunduk.


"Awas Lo ngatain Kakak gue murahan,asal kalian tau Cowok itu adalah Kakak kembarnya dan disebelahnya lagi sahabat kakaknya".Sya menjelaskan ia tak terima Zia dihina.


"Keren Sya"Zio bertepuk tangan


"Ais kak Zio,kenapa gak diberi pelajaran sih Kak udah ngehina Zia nih Bocah"


"Males ngeladenin Sya"Ucap Zio santai dan menarik tangan Sya itu supaya menjauh dari dua remaja yang sekarang sangat malu.


"Kok kamu bisa disini Sya"Tanya Zia yang heran dengan kehadiran Sya.


"Kebetulan aku ingin membeli buku juga,dan melihatmu disini,jadi aku samperin,eh malah Nemu dua bocah bau kencur ini lagi ngata-ngatain Kakak kesayangan ku" Sya masih memasang muka perang pada dua remaja SMP itu.


Karena merasa malu Kedua remaja itu segera kabur dan tak jadi membeli buku.


"Yok sekalian kita cari sama-sama Zia menggandeng tangan Sya".dan dengan pasrah Zio dan Tama kembali mengekor.

__ADS_1


"Bakalan lama nih"Pikir Zio dan Tama


__ADS_2