
"Berapa usiamu"Tanya Zio sambil menuliskan beberapa resep obat untuk di minum Bu Jesica.
"Mengapa menanyakan hal itu,,apa itu termasuk syarat untuk menebus resep obatnya"Ucap Fara ketus namun membuat Zio merasa sangat tertarik dengan Farasya.
"Aku akan membawa mu ke seseorang dan mengenalkannya dan aku harap kamu tidak terkejut".Ucap Zio santai
"Aku sangat sibuk pak Dokter,aku harus merawat ibuku".Tolak Fara ia merasa heran dengan sikap Dokter yang baru saja ia kenal ini.
"Maaf kalau memaksa,tapi ini sangat penting".
Ucap Zio dengan wajah serius
"Baiklah,,hanya sebentar ya,karena aku harus menebus resep obat ini".Akhirnya Fara setuju ia menganggap Zio bukanlah lelaki yang jahat.
Zio mengajak Fara keruangan Yudis.Felisha sedang menyuapi suaminya itu hubungan mereka semakin membaik.
"Ini siapa yang sakit,dan kenapa dokter ini membawaku kesini".Bathin Farasya
"Gimana kabarmu tuan Yudis??"Tanya Zio
"Aku semakin sehat Dokter,berkat istriku yang setia merawatku"Puji Yudis pada Felisha.
Felisha hany tersenyum kecil mendengar ucapan suaminya.
Yudis menatap gadis yang datang bersama Zio
"Apa aku tidak salah lihat???"Yudis sangat kaget melihat Gadis yang sangat mirip dengan istrinya.
__ADS_1
Felisha yang penasaran apa yang dimaksud suaminya pun menoleh.
Farasya dan Felisha saling pandang namun tak bersuara.
"Kenapa wajahnya mirip denganku"ucap mereka bersamaan.
Hanya berbeda potongan rambut.Kalau diperhatikan dengan jelas,Farasya memiliki tahi Lalat di pelipis mata kanannya.
Felisha dan Farasya terus saja saling pandang.
"Apa kalian saudara kembar???,Aku membawanya kesini karena kalian mirip sekali".Dokter Zio
"Aku tidak tau Dokter,sejak kecil aku tak tau siapa keluargaku"Felisha membuka suara.
"Mungkin saja kami memang saudara kembar,di keluargaku,aku hanya anak angkat saja.nggak mungkin kami bisa semirip ini bila tak ada hubungan darah".Ucap Farasya yakin
"Masuk akal"angguk Felisha"Siapa namamu??"Tanya Felisha lagi
"Felisha,,ini suamiku Mas Yudis"Felisha memperkenalkan suaminya.
"Kamu sudah menikah"Tanya Fara kaget saat mengetahui Felisha sudah menikah karena Fara merasa usia mereka masih terbilang muda.
"Ia,,aku juga sudah memiliki seorang putra".Felisha tersenyum melihat ekspresi Fara yang kaget.
"Aku punya kalung berinisial namaku".Farasya mengeluarkan kalung nya yang putus dalam tasnya"Hanya ini kenangan masa kecilku,aku selalu membawanya berharap bisa bertemu keluarga kandungku"Ucap Farasya dengan mata berkaca-kaca.
"Aku juga memilikinya,,"Felisha memperlihatkan kalung yang ia pakai.
__ADS_1
"Kalian berdua memang saudara kembar"ucap Yudis yang dari tadi hanya memperhatikan Felisha dan Farasya berbicara.
Felisha langsung memeluk Farasya"Aku senang ternyata masih punya keluarga,yaitu saudara kembar ku".Ucap Feli penuh haru.
Farasya juga sangat bahagia,berkesempatan bisa bertemu saudara kembarnya.
"Feli aku akan menemui mu lagi,sekarang ibuku membutuhkan obat ini,iya kan pak Dokter"Sambil mengangkat kertas resep ditangannya.
Zio mengangguk setuju Fara pun segera meninggalkan ruangan perawatan Yudis.
"Mas aku bahagia sekali,bisa bersama mu kembali dan menemukan saudara kembar ku"Ucap Felisha berkaca-kaca.
andai saja ia bisa memeluk Felisha sekarang sudah Yudis lakukan,ia banyak memberi luka untuk istri kecil nya itu.
Sebenarnya Yudis sudah lama tak ingin berhubungan lagi dengan Vina kekasihnya,Namun Vina mengaku hamil anaknya sampai Yudis akhirnya tau anak yang Vina kandung bukan lah anaknya melainkan anak dari pacar Vina.
Mereka bertengkar hebat dan menyebabkan kecelakaan menimpanya.
Zio pun segera memeriksa keadaan Yudis dan kesehatannya mulai berangsur pulih.
"Dokter terima kasih selama ini menjaga Istri dan anakku,Felisha sudah menceritakan semuanya tentang Dokter".Ucap Yudis tiba-tiba
"Aku menganggap Felisha sudah seperti adikku sendiri dan kehadiran Sakka mengobati rinduku pada keponakan ku yang jauh di Kalimantan".Balas Zio tersenyum
"Bagaimana cara ku membalas anda Dokter"
"Balas aku dengan menjaga Felisha dan Sakka dengan baik,jangan sakiti hatinya lagi".Ucap Zio
__ADS_1
"Itu akan aku lakukan Dokter,sekali lagi terima kasih".Ucap Yudis dan langsung menggenggam tangan Felisha.
Felisha merasa bersyukur mengenal orang sebaik Zio.