Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab.71


__ADS_3

Melihat varo hanya terdiam.memikirkan apakah dia bisa mengorek informasi dari wanita tua ini,situasi ini seharusnya Serahkan yang punya keahlian seperti Gibran,dia mengakui bahwa sahabatnya itu punya banyak Talenta.


"huhhhhhh kenapa aku malah kepikiran Gibran"


"Yahhhhh,maaf kan nenek varo,aku hampir saja lupa menanyakan apa alasan kamu datang kemari".


"Oh,,,iya,Dari mana nenek mengetahui ku bahwa namaku Varo,tanyanya penasaran


"Tentu saja aku melihat foto dikamar Rosalinda dan wajahnya mirip dengan mu,dan aku tidak salah mengenali orang kan anak muda.dan dia sering menceritakan pada nenek bahwa dia mempunyai satu keponakan yang sangat tampan sekali,Nenek memuji varo yang hanya ditanggapi senyuman oleh varo.


"Aku awalnya bingung Nek,kenapa aku tidak mengenali dia bibiku,wajahnya sangat berbeda dan kedatangan ku kesini untuk meyakinkan bahwa dia bibiku atau bukan,karena setahu ku Bibiku sudah meninggal 3 tahun lalu.Varo berharap bisa mendengar penjelasan nenek tua itu.


"Masuk lah ada yang ingin nenek tunjukan padamu" Samapi diruang tamu Varo sangat terkejut melihat beberapa Photo terpajang disana dan dia berfokus pada wajah yang memang mirip sekali bibinya


"Ini Bibimu kan varo,Tunjuk nenek itu pada salah satu foto.


Varo menganggukan kepalanya,walau sudah lama tidak bertemu dia masih bisa mengenali wajah bibinya.


"Siapa wanita ini yang mengaku bibi ku? nenek tua itu merlihat arah yang ditunjuk Varo


"Dia orang yang sama dengan wajah berbeda,


varo mengingat ucapan Sarko tentang operasi wajah.


"Mungkinkah bibiku sebenarnya tidak pernah meninggal,apa mama tau ini,hanya dia yang menghadiri pemakaman adiknya itu.Varo semakin tidak sabar ingin membaca Surat yang dimaksud bibinya.


"Bisa kah aku mencari bukti lain bahwa dia benar - benar bibiku,varo berusaha mencari alasan lagi agar segera menemukan surat itu.


"Sesuatu bisa kita cari didalam kamarnya.Nenek membuka pintu dengan pelan

__ADS_1


"Yesss varo bersorak mendapatkan kesempatan bagus.dia yakin surat itu berada dikamar Bibinya.


Nenek Segera membuka jendela memberi penerangan varo melihat sebuah pigura besar ada photo mama dan Bibi disana.dan sebuah Foto nya saat masih SMA.


"Wanita itu tidak berbohong,kenapa sesakit ini kenyataanya"varo memegang rasa sesak didadanya.


"Silahkan melihat-lihat semua dikamar ini siapa tau ada bukti yang bisa membuat kamu yakin dia memang bibimu.Nenek akan kedapur sebentar membuatkan mu teh hangat dan meninggalkan Varo seorang diri


Tanpa membuang waktu lagi varo menurunkan pigura besar itu membalik kearah belakang dan menemukan amplop putih.


Dengan cepat Varo mengambil surat itu dan menyembunyikannya dan menaruh kembali piguranya semula.


Bersikap setenang mungkin walau hatinya kini sedang sangat cemas dan khawatir.dia masih berharap bukan mamanya pelaku dibalik semua ini.


Varo memilih meninggalkan kamar Dan duduk diteras dia ingin segera pamit pulang pada nenek tua itu.


"Apa aku harus memberitahu nenek itu tentang meninggalnya bibi",varo merasa tidak tega mengucapkannya,dengan melihat wanita tua itu dia yakin beliau orang yang baik.


semua pikiran berkecamuk didalam kepalanya.


Nenek mencari keberadaan varo,melihat kearah kamar sudah kosong.


menuju kearah luar dan tersenyum melihat varo sedang duduk bersantai.


Nenek meletakkan secangkir teh dihadapan varo.


"Diminum teh nya,dan ini ada biskuit buat disantap dengan teh rasanya nyaman".


"Terima kasih banyak Nek,,ucap varo

__ADS_1


"Kalau saja Nenekku masih hidup seperti ini rasanya di perhatikan olehnya dan umurnya juga tidak terlalu beda sama nenek ini"bathin varo dia jadi sangat merindukan neneknya yang sudah tiada.


"Apa kamu sudah yakin dia memang Bibimu?Tanya nenek pada varo yang sedang menikmati teh buatannya.


Varo mengangguk,"Photo dikamar itu adalah photo mamaku Rosi".


"Iya dia Rosi,kakak dari Bibimu


"Boleh aku bertanya sesuatu sama nenek?


"Silahkan saja selama nenek tau,akan menjawabnya.


"Apa nenek pernah tau apa pekerjaan bibiku selama ini?


"Untuk apa kamu menanyakannya?????


"Aku hanya ingin tahu ,karena ada informasi penting yang harus aku sampaikan dan aku harap nenek bisa terima dengan lapang dada.


"Nenek tidak pernah Tahu apa pekerjaan Bibimu selama ini,dia hanya pernah bilang pekerjaannya sangat berbahaya tapi menghasilkan uang banyak".


Mendengar itu nenek bukannya senang tapi merasa khawatir,menyuruhnya untuk mencari pekerjaan lain.


"Nek,,bibi Rosalinda sudah meninggal hari ini,ucap varo lirih


Nenek hanya diam tak bisa berkata apa-apa tapi air matanya sudah membasahi pelupuk matanya.


"Varo tidak tahu kalau ada orang lain disini,varo hanya ingin membuktikan pesan terakhir bibi bahwa dia adalah bibiku.


"Nek,apa kamu baik-baik saja??

__ADS_1


"Bawa nenek menemui makamnya.permintaan nenek membuat varo tersentak kaget


Varo bingung harus membawa nenek. Kakek dan lainnya pasti merasa curiga padaku.Apa alasan yang tepat buat ku beriakan pada nenek saat ini.situasi nya menambah beban bagi varo.


__ADS_2