Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab.162


__ADS_3

Maaf beberapa hari author kurang enak badan dan author usahakan bisa up tiap hari walau gak bisa janji huhuhuhu.....terima kasih yang sudah like,komen,dan memberi semangat buat authoršŸ¤—


Sampai diluar ruangan inap Laura,Om Bran tidak bisa lagi menyembunyikan rasa penasarannya.


karena kesibukan nya beberapa hari dikantor. Om Bran hanya datang menjenguk putrinya saat selesai bekerja dan baru kali ia bertemu langsung dengan Gibran.


"Siapa pria itu sayang,dia terlihat akrab dengan Laura"Tanya Om Bran


"Dia pria yang akan aku jodohkan dengan putri kesayangan mu itu".


"Apa kamu sudah lama mengenalnya"Tanya om Bran penuh selidik pada istrinya.


"Dia itu namanya Gibran,sahabat dari suami Tania,aku juga baru mengenalnya selama dirumah sakit".Tante Ina memberi penjelasan pada suaminya.


"Baru mengenalnya sudah yakin dia Mencintai Laura ????,dan selama ini Laura gak pernah cerita mempunyai teman dekat pria kan"Om Bran masih memberi banyak pertanyaan pada istrinya.ia gak mau putrinya salah memilih pendamping untuk masa depannya nanti.


"Aku juga gak tau sayang gimana perasaan mereka berdua,tapi yang mommy lihat Gibran menyukai Putri kita"dengan antusianya Tante Ina berucap.


"Percaya sama mommy,aku yakin dia pria yang tepat buat putri kita"Tante Ina mencoba meyakinkan suaminya.


Om Bran masih berpikir keras sebenarnya ia ingin menjodohkan putrinya dengan salah satu pilihan sahabatnya.


"Mom,,,,"Suara om Bran terputus saat Varo dan Tania menghampiri mereka.


"Apa Laura sudah menyelesaikan makannya,ia harus minum obat"Tanya Om Bran saat melihat Tania sudah didekatnya


"Gibran sudah tau itu Sayang,dia akan memberikan obat pada Laura setelah Laura menyelesaikan makannya".


"Sejauh apa hubungan mereka???"

__ADS_1


"Maaf kalo Kami ikut campur Om Bran,sebenarnya Gibran sudah lama menyukai Laura"ucap Tania jujur


"Gibran adalah sahabat terbaikku Om"Sambung Varo.


"Apa mereka berdua pacaran??"Tanya Om Bran lagi


Tania menggeleng kan kepalanya"mereka sebatas teman sekantor,Gibran belum berani mengungkap kan perasaannya".


"Yah,,,Om Kecewa"Lirih ucapan Om Bran


"Seharusnya dia itu berani,sebelum orang lain mendahuluinya"saran Om Bran


"Emang Kamu Daddy terang-terangan ngungkapin cinta depan umum"Tante Ina masih ingat saat Suaminya itu mengungkapkan perasaannya ditengah lapangan saat mereka masih kuliah dulu.


"Kamu masih mengingatnya Mommy"


"Apa kamu menginginkan Gibran melakukan seperti kamu Daddy".


"Gak juga liat situasinya,kalau dulu aku sudah tau kamu menaruh hati padaku,sedangkan putri kita belum kita tau apa dia juga memiliki perasaan yang sama pada Gibran".


"Wah kisah Om dan Tante romantise ya"seru Tania


"iya romantise pada masanya dulu,sekarang Suamiku ini hanya sibuk kerja sekarang"protes Tante Ina.


"Aku kerja buat kamu sayang,aku ingin sekali Laura menggantikan posisiku agar aku memiliki waktu banyak untuk menghabiskan waktu bersamamu".Om Bran tanpa segan memeluk istrinya.


"Tapi kamu tau kan putrimu itu sedikit keras kepala"


"Bukankah itu turunan sifat Daddynya"ucap Tante Ina cuek membuat Om Bran mencubit pipi istrinya lembut.

__ADS_1


"Sebab itu,aku rencanain perjodohan ini dan dengan rasa bersalahnya padamu ia tak akan menolak nya kan"


"Kamu manfaatin aku disini"Om Bran pura-pura marah pada istrinya.


"Bukankah Kamu yang duluan membicarakan pernikahan,mau cucu gak"tantang Tante Ina


"Ya,,,Aku juga ingin kelak yang menjadi suami Laura bisa membantu ku mengurus perusahaan ku"


"Gimana Varo dan Tania setuju gak sama ide Tante"Tante Ina


"Kami sih ikut Tante"


"Oke kita mulai bekerja sama ya,membuat Laura membuka matanya dan sadar bahwa perhatian Gibran padanya adalah bentuk dari cintanya".


"Tante Ina keren deh,soalnya Laura sangat tidak peka jadi perlu dorongan dari kita".


"Apa Daddy juga perlu membantu mendorong Gibran untuk mengatakan cinta seperti Daddy lakukan pada Mommy "Om Bran memberi saran


"No,, Daddy"Tolak Tante Ina pada suaminya.


"Kita langsung jodohkan saja mereka berdua".


"Baiklah,tapi biar akan Daddy mengenal Gibran dulu".


"Oke,jadi Daddy setuju sama ide mommy ya"


"Iya sayang"


Varo dan Tania merasa bahagia saat mengetahui orang tua Laura welcome terhadap Gibran.

__ADS_1


__ADS_2