
Gibran memasuki ruangan Varo dengan senyum gembira.
Varo asik bertelepon ria dengan istrinya lalu menyudahi panggilannya melihat Gibran yang tidak seperti biasanya.senyum-senyum sendiri.
"Ada apa dengan mu Bran???"
"Hehehehehe"Gibran hanya tertawa kecil bukan nya menjawab.
"Kamu sudah selesai wawancara calon sekretaris ku"tanya Varo
"Beres ,aku sudah menemukan orang yang pada untuk menggantikan Lisa sementara".Gibran masih senyum-senyum
Varo menggeleng kan kepalanya merasa ada yang aneh dengan sahabatnya itu.
"Oke,aku tau pasti pilihan mu paling tepat"
"Aku akan menyampaikan Pada Ibu Amanda Agar menerima Laura sebagai sekretaris barumu".
"kenapa nama itu gak asing ya,Kenapa namanya mirip sahabat istriku"gumam Varo
"Bisa aja kebetulan namanya sama,oke aku tinggal bentar ya"Gibran pamit pada Varo.
Gibran langsung menemui Bu Amanda dan memberitahu siapa saja yang akan ia terima ada 3 nama yang Gibran pilih ada 2 orang untuk bekerja membantu Papa Rendi dan ayah Denian juga membutuhkan tenaga kerja tambahan.
Bu Amanda membaca nama-nama yang lolos seleksi.
"Hemmmmm kenapa gadis menyebalkan tadi lolol seleksi"Gumamnya dalam hati.
Bu amanda segera memberitahu para pelamar kerja yang lolos seleksi.
Laura masih tertegun mendengar namanya lolos dan bisa langsung bekerja.
"perusahaan orang rasa perusahaan ayah,ga tes main terima aja" bathin Laura
__ADS_1
Yang tidak lolos seleksi mengucapkan selamat pada mereka bertiga.
"Semangat ya kalian,dan semangat juga mengahadapi tuh wanita Galak"kami semua tertawa mendengar ucapan Diva seseorang yang Laura ajak berkenalan tadi.
"kamu!!!!"suara Bu amanda nyaring menunjuk kearah Laura
"Ya ampun Mak lampir ini,aku salah apa ya sama dia,kok jutek gitu"Gumam Laura
"ikut aku,keruangan pak gibran"Laura hanya pasrah dan mengikuti langkah Bu amanda.
"Sampai jumpa lagi ya teman-teman"Pamit Laura
mereka semua melambai kearah Laura.
Diruangan Gibran asik membuka surat lamaran Laura.
tok tok tok suara pintu terdengar diketuk
"Masuk"perintah Gibran
"Pak,ini Laura,,,,,"ucapnya lembut
"Giliran di depan Gibran ni nak lampir berubah 90 derajat,galak nya tadi kemana ya????"
"Ya,terima kasih Bu Amanda,tinggal kan saja kami berdua"Perintah Gibran halus.
Bu Amanda mengangguk setuju saat berbalik berbisik ke arah Laura
"Awas aja ganjen sama pak Gibran!!!dia milik ku"ancamnya
Mata Laura membelalak sempurna.dan merasa geli saat mendengar ucapan Bu Amanda.
Bagaimana tidak Bu Amanda lebih cocok jadi ibu nya Gibran.
__ADS_1
"Sini duduk"Panggil Gibran
"Bran,kok aku langsung diterima sih????"Laura langsung mencecar pertanyaan Ke Gibran.
"Tenang atur nafas dulu,biar aku jelasin"Gibran tersenyum pada Laura.
"Gimana kabarmu,udah lama gak ketemu"
"Baik,seperti yang kamu lihat"Jawab Laura ketus
Gibran tertawa ternyata gadis yang ia rindukan tidak pernah berubah selalu ketus.
"Tugas kamu disini jadi sekretaris pengganti sementara Sekretaris lama Cuti melahirkan"terang Gibran.
"Nanti aku yang akan mengajari mu tugas apa saja yang harus kamu kerjakan,mengingat ini pengalaman bekerja pertamamu".
"Iya aku ingin mencari pengalaman kerja,eh sekaligus dapat pengalam keterima tanpa wawancara serius".
"Hahahaha suka-suka aku lah,ini hanya spesial buat kamu kok"ucap Gibran jujur
Muka Laura bersemu merah mendengar ucapan Gibran.
"Mulai jurus gombalnya keluar lagi,huh,,,,,"
"Udah itu gak usah dibahas,aku yakin kamu punya kemampuan kerja di perusahaan ini"ucap gibran kini dia tampak serius.
"Aku akan bekerja dengan Penuh semangat"ucap Laura lantang dan penuh
"Okey buktikan itu saat bekerja,ayo ikut aku"
"Kemana????"
"Nemuin pak CEO yang akan jadi bos mu nanti".
__ADS_1
"Oke siap"Laura pun mengikuti langkah Gibran