Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab 229 (Ctb)


__ADS_3

Zain,Kinara dan Tania sudah berada dirumah sakit.dan langsung menui dokter yang akan menangani operasi mata Kinara.


Kinara menjalani beberapa pemeriksaan sebelum melakukan operasi.


"Pemeriksaan sudah selesai,kami akan melakukan operasi sekitar dua jam lagi,Nyonya Kinara akan dibawa suster keruang rawat semetara".Dokter memberitahu Zain.


"Apa kami boleh menemaninya dok diruangan nya,Istriku sedikit gugup"Zain memegang tangan Kinara yang terasa basah.


"Tentu saja,jangan takut Bu kinara.kami akan bekerja semaksimal mungkin dalam operasi ini".Dokter memberi semangat pada Kinara.


"Terima kasih Dok,,".Ucap Zain


Tania terus menemani Kinara dan mengajaknya bercerita.Kinara sangat bahagia didampingi orang-orang yang tulus menyayanginya.walau diawal mengenal keluarga suaminya ada rasa tidak percaya diri dihatinya,namun semakin ia mengenal mereka Kinara tau mereka semua orang baik.


"Ara,,Zia video call nih,mama angkat ya"Tania menggeser tombol hijau dan langsung tersambung pada wajah Zia yang memenuhi kamera ponsel


"Ma,,,kangen!!!!!!"Ucap Zia manja


"Mama juga sayang,gimana kabar kamu"balas Tania


"Bete ma,,ka Zio usil,coba Zia bisa ikut mama"Zia memonyongkan bibirnya

__ADS_1


Tania tersenyum mendengar celotehan Zia.


"Mana kak Ara ma???"Zia teringat tujuan ia video call ingin melihat keadaan kakak iparnya


Tania mengarahkan kamera kearah Kinara dan Zia langsung menyapa Ara.


"Kak Ara,,semangat ya"


Ara membalas dengan anggukan dan tersenyum.


"Zia kamu diruang kerja papa??"Tanya Zain melihat adiknya duduk dikursi yang sering Varo duduki.


"Iya,,Bantuin papa bentar,biasa kak Zio udah kabur sama si Tama".jawab Zia


"Tadi masih menelpon Om Andre,ada produk baru perusahaan kita yang akan diluncurkan,jadi papa minta bantuan Om Andre"


Zia menjelaskan panjang lebar


Zain merasa bersyukur ada yang bisa ia harapkan selama kepergiannya,ia juga mengkhawatirkan peluncuran produk yang seharusnya Zain yang tangani,namun operasi istrinya tak kalah lebih penting saat ini.


"Papa memilih fatner kerja yang tepat ma"Ucap Zain pada mamanya dan Tania mengangguk setuju.

__ADS_1


"Ma,,,Zia nyelesaiin ini bentar ya,nanti Zia hubungi lagi"Zia menunjuk berkas-berkas yang tertumpuk diatas meja kerja papanya.


"Iya sayang"Tania pun menutup panggilan videonya.


Tanpa terasa waktu operasi Kinara sudah tiba,Kinara sudah dibawa keruang operasi Tania menunggu harap-harap cemas,Zain mengusap pundak mamanya lembut untuk menenangkannya walau ia juga merasa cemas.


Setelah menunggu beberapa jam akhirnya operasi Kinara selesai.


Dokter keluar dari ruang operasi,Zain dan Tania menghampiri.


"Operasi nya berjalan lancar,Sekarang Nyonya Kinara masih tak sadarkan diri,kita tunggu Hasilnya sampai Nyonya Kinara sadar".Dokter memberikan penjelasan


Tania dan Zain merasa lega mendengar ucapan dokter. Kinara sudah keluar dari ruang operasi dan segera menuju ruangan inapnya.


Mata Kinara masih tertutup dengan perban,Dokter meminta Zain segera memberitahu jika istrinya nanti sudah sadar.


"Segera panggil kami jika Nyonya Kinara sadarkan diri,Kami perlu memeriksa kembali keadaannya".


"Baik dok"ucap Zain


Setelah Kinara dianggap sudah bisa ditinggal Dokter dan suster meninggalkan ruangan.

__ADS_1


Zain terus memperhatikan keadaan Istrinya,dan mengusap lembut tangan Kinara.


"Kamu pasti lapar kan Nak,Mama akan cari makan dulu untukmu".Tania pun segera menuju kantin Rumah sakit.


__ADS_2