Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab 204 (Ctb)


__ADS_3

Dirumah Kinara


"Ayah udah pulang"tanya Kinara didalam hatinya saat sebuah ketukan pada pintu rumahnya


Dengan pelan Ara menyusuri dinding rumahnya mencoba meraih ganggang pintu.namun tak langsung membuka pintu rumahnya ia harus memastikan dulu apa itu Ayahnya atau bukan.beberapa bulan lalu ia hampir saja jadi korban pelecehan seorang pemuda mabuk untung para tetangga dengan sigap melakukan pertolongan karena mendengar teriakan Ara.


"Ara,,,Ini Ayah"Panggil Toni dari balik pintu ia tau kalau putrinya sudah ada dibelakang pintu.


Setelah mengenali suara ayahnya dengan cepat Ara membuka pintu.dan menyambut Toni dengan tersenyum.walau Ara tak dapat lagi melihat wajah Ayahnya.inilah yang membuat hati Toni semakin terluka melihat keikhlasan putrinys menjalani hidup.


"Ayah pasti capek,udah makan belom Yah"


"Udah tadi Ayah makan diluar,ini ada satu bungkus Ayah bawakan buat Ara"Toni menggandeng Putrinya itu menuju meja makan.


Toni melihat meja makan yang penuh dengan Makanan.


"Ara masak semua ini"Tanya Ayahnya heran melihat ada makanan enak yang tersedia.

__ADS_1


"Ini dari Bu RT yah yang ngasih,katanya syukuran ulang tahun putrinya"


Toni pun mengangguk mengerti"Jadi Ara udah makan"Tanya Toni dan Ara menggelengkan kepalanya.


"Nunggu Ayah"jawabnya pelan


Toni bernafas panjang,Ara selalu menunggunya oleh karena itu Toni tak mau mengambil kerja lembur karena Ara pasti akan selalu menunggu makan malam bersama.


"Lain kali makanlah duluan ya sayang,Ayah takut sewaktu-waktu Ayah ada kerja lembur dan kamu jadi telat makannya".


"Tapi makan malam bersama Ayah,Ara jadi berselera Yah,udah siang Ara makan sendiri".


"Andai Ara bisa masak untuk Ayah seperti dulu,Ayah gak perlu repot lagi memesan makanan untuk Ara".Lirih Ara


"Ayah pernah bilang apa sama Ara,,Ayah tak pernah merasa direpotkan,Ara tanggung jawab Ayah,dan Ayah tidak mau kejadian minyak goreng tumpah seperti kemaren itu terjadi lagi berbahaya buat Ara" Toni meraih tubuh putrinya kedalam dekapannya kasih sayangnya pada putrinya sangat besar.


"Iya Yah,,maaf kalau kata-kata Ara,menyakiti hati Ayah"Ara menangis dalam dekapan Ayahnya.

__ADS_1


"Ya sudah Ayo kita makan,Ayah temenin Ara makan lagi ya"Toni membantu putrinya untuk duduk dan mengambilkan beberapa makanan yang aman untuk dimakan putrinya.


"Besok Ayah temenin Ara kedokter untuk pemeriksaan lanjutan".kata Toni setelah Meraka menyelesaikan makan malam.


"Tapi Yah,,kita gak punya uang untuk itu"Ara tau sekarang Ayahnya lagi kesulitan ekonomi


"Ara udah ikhlas dengan keadaan ini Yah"


"Ara jangan mikirin biayanya,hari ini Ayah dapat rezeki dari seorang anak muda"Toni masih mengingat wajah Zain yang begitu tulus memberikan uang lebih untuknya.


"Sebaiknya pakai untuk keperluan yang lain aja Yah"Ara masih ingin menolak ajakan Ayahnya untuk memeriksa matanya.


"Lagi pula besok Ara dan Bu RT harus kepanti seperti biasa yah"


"Oh iya Ayah lupa,Besok Minggu ya Ra"


Ara mengangguk mengiyakan."Yah,,Ara mohon jangan pikirkan lagi untuk menyembuhkan mata Ara,bagi Ara selama Ayah selalu ada disamping Ara sudah cukup buat penerang dan pengganti mata Ara".

__ADS_1


Bukan Ara ingin menyerah pada keadaannya namun ekonomi yang jadi penghalang dan Ara tak mau membebani Ayahnya lagi.sudah banyak Yang Ayahnya korbankan untuk kesembuhannya.


Keputusan Ara sangat susah sekali untuk dipengaruhi dan Toni paham akan hal itu.namun Toni akan terus mencari uang untuk kesembuhan putrinya.


__ADS_2