Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab.156


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Gibran terus memikirkan Laura.masih penasaran dengan penjelasan yang akan Laura katakan saat ia siap.


Tania pasti sudah mengetahui latar belakang Laura karena mereka bersahabat sejak dulu.Aku yakin tidak ada niat buruk kenapa Laura menyembunyikan identitasnya.bathin Gibran.


Di rumah Varo


Varo mencari keberadaan kakeknya.


" Bunda dimana kakek??"Tanya Varo saat Bella melintas dihadapannya.


"Dia menunggumu di kamarnya,tadi dia ingin menemuimu tapi sepertinya kamu sedang istirahat,jadi tidak ingin mengganggumu".


"Varo akan menemuinya Bun"Bergegas kekamar kakek Royan.


Rendi dan Denian baru saja dari kantor polisi melihat Sarah dan Rini yang tertangkap.setelah mengajukan keberatan dan bukti keterlibatan mereka akhirnya Sarah dan Rini ditetapkan sebagai tersangka.


Hukuman Rendi serahkan pada pengadilan.


Varo mengetuk pintu kamar kakeknya dan Kakeknya terlihat sedang membaca sesuatu.


"kakek"Sapa Varo


dan Kakek Royan melihat kearah Varo.


"Bagaimana keadaan istrimu??"Tanya kakek langsung


"Sudah agak membaik kek"

__ADS_1


"Dia pasti shock,udah berapa kali ia harus menghadapi ini"lirih kakek


"Dan semua karena Varo"Ucap Varo sedih


"Bisa dibilang begitu"cecar kakek "dan juga salah kakek,ingin Tania terbebas dari kejahatan Bibinya Namun membawanya kearah yang lebih berbahaya lagi".tatapan kakek menerawang jauh.


"Apapun keadaannya ,sekarang Tania adalah tanggung jawab mu"Ucap kakek lagi.


"peluru itu hampir saja mengenai kepalanya,kalau saja ponselnya tidak terjatuh,pasti....."Varo tak sanggup melanjutkannya karena peristiwa itu tepat dihadapannya.


"Kakek mengerti perasaanmu,sebab itu kakek menyuruh beberapa bodiguard untuk mengikuti kalian,telat sedikit saja Penjahat itu akan kembali menembak Tania".


"Makasih kek"Varo memeluk kakeknya.dan Royan menepuk lembut punggung cucunya.


"Istirahatlah,kamu pasti lelahkan".perintah kakek lembut


"pergilah besok,ini terlalu malam.lagi pula Rendi dan Denian sudah mengurusnya".


"Benarkah kek???"


"Apa kakek pernah membohongimu Varo??"kakek kembali bertanya.


"Baik lah kek,kalau begitu Varo ingin menengok Zain dulu,kek sekali lagi terima kasih"dan kakek tersenyum pada Varo.


Gibran yang melihat Varo keluar dari kamar kakek langsung memanggilnya.


"Ada apa"

__ADS_1


"Aku dengar kabar ada beberapa orang yang menangkap Sarah,namun bukan dari pihak kepolisian ataupun dari pihak kita,mereka meminta tidak memberitahu identitas mereka".


"Siapapun itu aku sangat berterima kasih padanya".ucap varo walau ia juga penasaran


"Aku akan coba selidiki"ucap Gibran lagi lalu Varo menepuk pundak Gibran pelan


"Aku sangat percaya kemampuanmu,sekarang istirahatlah"Gibran pun mengangguk setuju.


Gibran sebenarnya ingin memberitahu Varo tentang Laura namun ia urungkan karena dipikirannya sekarang bukan saat yang tepat.


Varo membuka pintu kamar Zain,terlihat putranya tertidur pulas.Varo mengusap rambut Zain lembut dan mencium kening putra kesayangannya itu.


"Selamat malam jagoan Ayah"Bisiknya pelan ditelinga Zain.


Dengan pelan Varo meninggalkan dan menutup pintu kamar Zain.saat berbalik Varo terperanjat Karena seseorang yang tiba-tiba datang.


"Sayang,kamu kenapa jalan sendiri"Varo melihat Tania


"Aku rindu sama Zain,aku ingin menemuinya"ucap Tania masih dengan suara lemah.


"Zain sudah tidur aku baru saja menemuinya"


"Aku ingin melihatnya"


"Ya sudah sini"Varo menggandeng istrinya dan masuk kembali kekamar putranya.


Tania tersenyum senang melihat putranya tertidur pulas.setelah memberikan kecupan selamat malam Varo dan Tania segera kembali lagi kekamar mereka.

__ADS_1


__ADS_2