Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab 142


__ADS_3

"Ceritakan pada kakek Tania,apa yang terjadi???"tanya kakek penasaran


"Tania bingung jelasin nya gimana kek"jawab Tania jujur.


"Hanya mengingat masa lalu Pah,terbawa suasana jadi sedih"Bella buka suara.


Kakek Royan pun mengerti


"Ya sudah ayo kita siap-siap makan malam habis itu ada hal penting yang akan papa sampaikan".


Setelah selesai makan malam semua keluarga berkumpul dan kakek memulai pembicaraannya.


"Varo kakek sudah menyiapkan beberapa bodiguard untuk menjaga Tania,Zain dan semua keluarga juga harus diberi perlindungan".


Rendi,Denian dan Bella sedikit bingung dengan ucapan kakek.


Kakek bisa membaca kebingungan mereka dan langsung menjelaskan lagi "Keluarga kita mendapat ancaman lagi"ucap kakek sedih


"Siapa lagi yang ingin berbuat jahat,apa Viona masih bebas !!!!!!"Geram Bella selama ini keluarganya sudah mulai bahagia namun harus diganggu oleh pengacau lagi.


"Bukan dia,namun adiknya Sarah"ucap Varo


"Huhhhhhh si wanita ular itu"Bella merasa sangat tidak senang mendengar nama Sarah.


"Apa rencana kita pa,untuk melindungi keluarga kita semua,aku sangat khawatir pada Zain dan Tania".Rendi terlihat cemas

__ADS_1


"Langsung aja kita laporkan pada polisi"Denian memberi saran


"Kita belum punya banyak bukti,Papa lagi berpikir gimana supaya dia bisa masuk perangkap dan kejahatannya terbongkar"kakek Royan terlihat berpikir


"Ikuti permainannya,namun tetap waspada,Sarah lebih nekad dibanding Viona".saran varo


"Hari ini ada nomor asing,yang mengirim foto ku berpelukan dengan Sarah"Varo memberitahu semuanya.


"Sarko beritahu Gibran lacak nomor itu,wanita itu tidak bisa kita biarkan,kakek ga mau terjadi apa-apa lagi pada keluarga kita"perintah kakek


"Baik Tuan Besar"Sarko segera menghubungi Gibran.


"Untuk sementara Tania sebaiknya gak kemana-mana dulu dan keamanan rumah lebih diutamakan,aku takut kita kecolongan lagi seperti kemaren"ucap Rendi


"Bunda akan selalu ada buat melindungi Tania dan Zain".


"Terima kasih bunda,tapi Tania mohon kalian juga harus jaga keselamatan kalian semua".Tania juga cemas


"Baiklah,Kita semua harus lebih waspada.sebaiknya kalian pergilah beristirahat"Perintah kakek dan semua mengangguk setuju.


Tania segera menuju kamar diikuti Varo,Zain tertidur pulas dipangkuan Tania,dan Varo segera menggendong putranya dan menaruh Zain dikamar nya.


"Selamat malam jagoan mama,sehat terus ya"Tania memegang lembut pipi Zain.


"Aamiin"Varo memeluk Tania dari belakang

__ADS_1


"Sayang,kamu mengagetkanku"ucap Tania


"Maaf sayang"


"Aku merindukanmu"Bisik Varo


Tania sudah sangat mengerti maksud kata suaminya.


Tania berbalik dan berucap "Sayang ku maaf ya,Hari ini kita libur,aku sedang datang bulan"Bisik Tania membuat senyum Varo yang terkembang tadi menghilang.


Tania mencium bibir suaminya untuk rasa bersalahnya.


"Puasa seminggu lagi"Lirih Varo


"Yang sabar ya"Tania tertawa melihat wajah suaminya yang ditekuk.


"Sayang kita langsung tidur ya,pikiran ku benar-benar terkuras saat ini memikirkan keselamatan keluarga kita"Tania merebahkan Tubuhnya


"Aku akan selalu siap siaga menjaga kalian berdua,aku ga mau teledor lagi saat ini"Tekad Varo


"Aku percaya padamu"Tania memberikan kecupan lagi pada suami tercintanya.


"Sayang jangan menggodaku"muka Varo memelas ia harus menahan nya malam ini hingga tujuh hari kedepan.


Tania hanya tertawa kecil melihat wajah varo yang kesal,ia sengaja mengerjai suaminya itu.

__ADS_1


__ADS_2