
Tanpa terasa waktu berlalu kandungan Laura sudah mulai mendekati hari kelahiran.dengan drama ngidam yang panjang,namun kesabaran Gibran membuat Laura semakin jatuh cinta pada suaminya itu.
Dan hari ini Laura mengalami Kontraksi ingin melahirkan dengan cepat Gibran membawa Laura Kerumah sakit.
Diruang bersalin
"Mas aku takut"Laura terlihat tegang saat perutnya mulai bereaksi lagi
"Aku akan selalu disamping mu,tenangkan Dirimu sayang"Gibran mengecup pucuk kepala Laura untuk memberi dorongan dan semangat untuk istrinya.
"Iya pembukaan nya Sudah lengkap,oke Bu Laura mulai mengejan ya"Dokter Alika mulai memberi arahan
Laura mulai mengikuti apa yang Dokter Alika perintah kan
"Ayo sedikit Lagi,Bu laura kepalanya udah terlihat,ayo Mulai ngejan lagi"
dan akhirnya "Oekkkkkk,Oekkkkkk suara bayi menangis.
Gibran meneteskan air mata bahagia saat sang buah hati lahir dengan selamat.mengingat perjuangan Istrinya yang tidak mudah dan akhirnya penantian selama sembilan bulan terbayar sudah.
__ADS_1
"Bayi nya perempuan Pak Gibran dan Bu Laura"Salah satu suster memberitahu.
"Sayang bayi ku,,,"lirih Laura yang kini sedang dalam penanganan dokter.
"Terima kasih sayang,sudah berjuang untuk melahirkan anak kita"Gibran memberi kecupan hangat pada kening istrinya.
Laura mengangguk pelan Laura ingin sekali melihat bayinya,namun harus sabar menunggu sampai Bayinya dibersihkan dulu.
Setelah beberapa Saat Laura sudah mulai dipindahkan keruang perawatan dan menunggu Bayinya untuk diberikan Asi pertamanya.
Tante Ina dan om Bran yang sudah harap-harap cemas akhirnya bisa bernafas lega melihat Laura keluar dari ruangan bersalin.
"Papa udah gak sabar melihat cucu papa"Om Bran Tak kalah antusias.
"Gibran selamat ya sudah jadi Ayah"Om Bran menepuk pelan pundak Gibran.
"Makasih Pa,,ma"Gibran juga sama tak Sabar melihat Putri pertamanya.
"Mama dan Papa mau ngurus administrasi dulu,kamu jagain Laura dulu ya"
__ADS_1
"Iya Ma,,"Gibran pun ikut memasuki ruang perawatan Laura.
Setelah menunggu beberapa saat.
Suster membawa bayi mungil itu menuju ruangan Laura untuk diberikan ASI pertamanya.
Bayi mungil itu sedikit kesusahan saat ingin menyusu pada Ibunya,dan Asi Laura juga belum banyak keluar.
Dengan sabar Suster membantu Laura dan bayinya.akhirnya Bayi mungil itu mulai menyusu pada ibunya.Laura menyentuh lembut pipi Bayinya dan airmatanya tanpa terasa keluar dengan sendirinya.
Gibran menghapus airmata Laura lembut.dan memberikan kecupan lagi dikepala istrinya.Gibran paham akan perasaan istrinya sekarang karena kemaren Laura hampir saja kehilangan bayinya karena terjatuh dikamar mandi Untung semua keluarga sigap melakukan pertolongan membawa Laura kerumah sakit,Laura dan Calon bayinya terselamatkan.
Setelah bayi Mungil itu merasa kenyang melepas mulutnya dan matanya Mulai tertutup lagi.
"Mas,,,liat Bayi kita sudah seperti Zia siputri tidur"Laura mengingat Putri Tania yang sangat cepat sekali terlelap.dan Laura selalu saja mengganggu Zia saat ada kesempatan bertemu Baby twin tania.dan akhirnya Putrinya pun mengikuti jejak Zia suka tidur.
Gibran ingin sekali menggendong anaknya saat ini,namun melihatnya sangat lelap dipangkuan Ibunya Gibran hanya bisa melihat wajah bayi mungilnya.
Tante Ina dan Om Bran yang baru memasuki ruangan setelah mengurus beberapa administrasi mendekati Laura dan melihat cucu nya sudah tertidur lelap.
__ADS_1
"Cucu Oma dan Opa"Tante Ina terharu melihat Cucu pertamanya.lengkap sudah kebahagian mereka saat ini.