
Hampir satu Minggu Tania berada dirumah sakit,Varo juga sudah kembali dari luar kota setelah membaca nontifikasi pesan diponselnya Tanpa menunggu lagi ia pun segera kembali untuk melihat langsung keadaan istrinya,walau bunda Bella sudah memberitahu keadaan Tania sudah membaik.
Bubur yang diantar untuk Tania sarapan pagi masih tergeletak diatas meja,Varo sudah kembali dari ruang dokter ia menanyakan tentang rencana Persalinan sesar Istrinya.
"Sayang kok belum dimakan buburnya"Tanya Varo melihat istrinya hanya duduk memainkan game diponselnya.
"Suapin"Jawab Tania manja membuat varo gemas melihatnya.
"Itu permintaan kamu atau anakku"Varo bertanya iseng karena setiap meminta sesuatu alasan Tania selalu anak kembarnya walau memang kadang gitu sih.
"Aku sama anak kita,Kami bertiga mau disuapin papanya"Tania masih memasang wajah sendunya.dan membuat varo ingin sekali mencium bertubi-tubi istrinya.
"Oke tuan putri ,,taruh ponselmu aku akan menyuapi mu sekarang"Varo mengambil mangkuk Bubur dan Menarik kursi untuk lebih dekat dengan istrinya.
Tania membuka perlahan mulutnya,suap demi sesuap akhirnya Bubur itu habis juga.Varo memberi minum Tania dan mengelap sisa makanan dibibir istrinya lalu "cup"ciuman singkat pun mendarat sempurna Varo berikan untuk istrinya.
"Makanan penutup"ucap Varo.
"Sayang,kamu ini ya,,,,"Tania tersenyum
"Kamu suka"Tanya Varo sedikit menggoda istrinya itu
__ADS_1
"Suka"jawab Tania jujur
"Mau lagi"Varo mendekat kearah Tania
"Ehemmmmmmmmmm"Suara deheman seseorang dari pintu yang tidak tertutup
Kakek Royan sudah berdiri disana"Maaf sepertinya kakek datang disaat yang tidak tepat"
"Yah kakek,coba tadi tutup aja pintunya aku masih belum sempat mencium istriku"Ucap varo asal
"Anak nakal,,,istri mu lagi lemah kamu jangan apa-apain dulu"kakek menjewer telinga Varo
"Aduh sakit kek,,,iya Varo ga ngapa-ngapain kok,hanya ingin mengecup nya saja".Varo membela diri
Akhirnya mereka saling berpelukan dan kakek menepuk punggung Varo.
"Terima kasih selalu memberikan banyak kebahagian buat kakek mu ini diusia senjaku sekarang".
Varo mengerti maksud kakeknya
"Aku melakukannya tidak Gratis kek"Varo tersenyum smirkkkk"Aku menginginkan sesuatu"Varo ingin mengerjai kakeknya.
__ADS_1
"Apa yang kamu inginkan,bilang aja sama kakek".
"Aku ingin kakek menikah lagi"
"Apa!!!!!!"ucap kakek kaget
"Dasar Anak nakal,,kamu pikir siapa yang mau sama kakekmu yang sudah tua ini,lagi pula kakek adalah tipe setia sampai kapanpun tak akan pernah mencintai wanita lain selain nenekmu"Ada air mata mengalir dipelupuk mata kakek Royan.Varo yang melihatnya pun merasa bersalah ia hanya ingin mengerjai kakeknya.
"Kakek Varo hanya bercanda"Varo Memeluk kakeknya erat.
"Kakek tau,,,,Kakek hanya teringat nenek mu dan kakek berharap hubunganmu dengan Istrimu selalu seperti ini saling menyayangi,dan memberi perhatian"Kakek melihat kearah Tania yang ternyata juga sudah menangis haru.
"Lihat istrimu menangis tenangkan dia"kakek melepas pelukannya pada Varo.
Varo pun mendekati Tania dan menghapus air matanya lembut.
"Kapan rencana Tania bisa pulang"Tanya kakek pada Varo"dia pasti bosan kan disini"
"Dua hari lagi mungkin sudah bisa pulang. kek,Dokter masih lihat perkembangan Tania,kontraksi palsu kadang tiba-tiba muncul,dan dokter memberi tahuku Tania harus melahirkan sesar"
"Apapun keputusan dokter kalau terbaik buat Tania dan bayi-bayinya kakek setuju".
__ADS_1
Tania dan Varo pun mengangguk setuju.