
Hari-hari keluarga Mahardika sekarang ditambah kesibukan mengurus bayi Tania,Semua merasa bertambah bahagia saat kelahiran Zain .Perusahaan berkembang pesat dan Varo berhasil membuktikan janji pada kakeknya akan mengembangkan perusahaan kakeknya.Zain sekarang udah berumur Lima bulan.
Gibran juga terus memberi dukungan dan ikut bekerja keras untuk kemajuan perusahaan.
Varo selalu tidak mengambil lembur karena ia tidak mau kehilangan waktu berharga bersama Putranya.
Hari ini Varo pulang lebih Awal,dan langsung menuju kamar melihat Tania istri tercintanya sedang asik menimang putranya Zain.
"Sayang"mendekati Tania
"Eh,,,kapan Ayah pulang,"Tania mencium Tangan Suaminya
"Baru aja,bentar ayah Ganti mandi dulu ya baru gendong Zain".Varo bergegas kekamar mandi.
Selesai mandi Varo udah gak sabar untuk bermain bersama putranya.
"Anak ayah udah mulai besar ya,liat nih bajunya udah mulai kekecilan ya??"Varo menimang Zain
Zain seakan mengerti omongan Ayahnya tersenyum.
"Iya Yah,Zain mau baju Balu donk......"Tania mencium Zain digendongan Varo dan berucap seakan Tania adalah Zain.
"Sayang besok kita belanja lagi keperluan buat Zain,lihat bajunya udah hampir gak muat".ajak Varo
"Iya sayang,Zain tumbuh dengan sehat,Baju-bajunya padahal baru aja Bunda Bella belikan Sebulan lalu".
__ADS_1
"yuks kita bawa Zain ketaman belakang"ajak Tania
Varo mengangguk setuju
Ditaman belakang rumah Kakek dan Bunda Bella yang asik ngobrol.melihat kedatangan Zain dengan cepat bunda mengambil nya dan mencium gemas.
"Si embul ku,,,,,,,,"Dan terus mencium Zain
"Sini duduk dekat Kakek,"Kakek Royan memanggil Varo.
Tania mendekati bunda Bella dan anaknya.
"Zain baju nya udah hampir gak muat nih"Bunda Bella memperhatikan perut Zain yang menyembul keluar
"Bunda ikut ya besok buat milihin baju buat Zain".
"Sekalian bunda Bella yang bayarin ya,"Sambung Varo sambil tertawa
"Iya nanti bunda Bella bayarin,tapi pake uang Ayah Zain ya".balas Bella gak mau kalah
Varo mengangkat jempolnya setuju.
"Sini papa mau juga gendong Zain,"Kakek meminta pada Bella.
"Bentar lagi pa,Bella masih mau uyel-uyel"
__ADS_1
Setelah merasa puas bermain dengan Zain Bella memberikan Zain pada papanya.
"Makin besar,udah makin mirip Varo"Kakek memperhatikan Setiap lekuk wajah Zain.
"Lha cetakan Varo,ya mirip lah kek"ucap varo bangga karena Zain memang duplikat Ayahnya.
hahahahahaha mereka semua tertawa bahagia.
Papa Rendi yang baru saja datang menghampiri keluarganya.
"Papa baru dapat kabar hari ini.bahwa besok adalah hukuman eksekusi mati untuk Rosi"Papa Rendi berkata lirih
"Varo turut prihatin pa,Tapi kekecewaan varo padanya amat besar"Tawa mereka semau pudar.
Tania mendekati Varo dan menggenggam tangannya memberi dukungan.
"Papa tau Varo,bagaimanapun ia adalah ibu yang telah melahirkan mu.temui Dia,Rosi hanya meminta mu untuk bertemu dengan nya terakhir kali".Papa Rendi mencoba membujuk Anaknya walau ia juga merasa kecewa terhadap istrinya namun permintaan terakhir mantan istrinya tidak bisa ia tolak.
"nanti varo pikirkan lagi pa"
"Kakek setuju dengan papamu,temui Mama mu besok,kakek juga gak mau kamu ada penyesalan dibelakang"
Varo masih merasa ragu,tapi demi permintaan Papa dan kakeknya varo akhirnya setuju untuk menemui mama Rosi besok.
Author: Maaf para reader yang udah nunggu Up nya lama banget ya,,,,,
__ADS_1