Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab.151


__ADS_3

"Aku sudah mengawasi Wanita ini,dan yang mengejutkan Dia adalah menantu keluarga Mahardika"Ucap Yugo salah satu anak buah yang ditugaskan Bos pembunuh sadis


"Itu bagus,aku punya dendam tersendiri pada keluarga Itu".Merasa tertantang"Apa kamu punya informasi penting lainya???"


"Besok Wanita ini akan pergi keluar bersama sahabatnya"Merasa punya kesempatan bagus


"oke persiapkan diri kalian besok kita mulai beraksi,semakin cepat lebih baik"Perintah Bos mereka.


Semua mengangguk setuju.


Keesokan harinya Tania sudah bersiap-siap untuk pergi bersama Laura.


Varo dan Gibran juga sudah siap,Tania menunggu Laura yang diam-diam diantar oleh Supir pribadi Keluarganya.


Tania tampak terlihat fresh dan cantik Varo Semakin terpesona dengan tampilan istrinya



Setelah semua siap mereka pun segera pergi meninggalkan kediaman Keluarga Mahardika.


Sepanjang perjalanan Hati Tania merasa gelisah ia selalu kepikiran keselatan mereka,namun ia gak tega harus membatalkan janjinya pada sahabatnya.


Sebuah mobil terlihat mengikuti mobil yang Gibran bawa.Tanpa curiga sedikitpun mereka terus melaju ketempat yang udah Laura tentukan.


Menempuh tempat hampir setengah jam dan sampai didepan Cafe sekolah SMA mereka dulu.


Gibran mencuri pandang pada Laura yang semakin cantik hari ini.


Varo membukakan pintu untuk Istrinya dan Gibran membuka pintu untuk Laura.


Didalam sebuah mobil


"Tempat ini sangat terlihat ramai dan banyak anak sekolah,Resiko salah sasaran sangat tinggi"

__ADS_1


"Kita awasin dulu kalau ada kesempatan,segera lakukan".


Tania menggandeng sahabatnya Laura.


Varo dan Gibran memilih berjalan dibelakang mereka.


"Kak Tania,kak Laura"Teriak seseorang dari jauh merasa terpanggil Tania dan Laura menoleh bersamaan


"Arka"Tania dan Laura merasa senang bertemu adiknya


"Hallo kak Varo dan kak Gibran" sapa Arka


Arka memeluk Kak Tania nya. ia sangat merindukan kakak sepupunya itu.


"Dimana keponakan ku Zain"melihat kekanan dan kekiri


"Dia bersama Bunda Bella,kami tidak membawanya hari ini karena satu hal"Varo menjelaskan.


"hehehe apa kabar wanita super"Arka sedikit bercanda


"pletakkkk"Laura menjitak kepala Arka karena ia merasa malu dengan sebutan itu.


"Bercanda kak"Arka Memusut kepalanya


"Awas kalau ngulangin lagi"Ancam Laura


"Gak janji"ucap Arka tanpa dosa


"Gimana kuliahmu,tanya Tania pada adiknya"


"Lancar kak,besok sudah harus balik lagi ke Jerman".


"Kuliah yang benar ya,dan buat kak Tania bangga"Tania mengacak rambut Adik kesayangannya itu.

__ADS_1


Arka menganggukan kepalanya.


"Kak Varo makasih selama ini sudah banyak membantuku dan keluargaku"


"Gak perlu sungkan Arka,Adik Tania juga adikku kan"Varo menepuk pundak Arka


"Kalo gitu Arka pergi dulu ya kak,ada beberapa keperluan yang akan Arka urus"Arka melambaikan tangannya.


"Ya hati-hati salam sama paman dan Bibi"Tania melambaikan tangannya pada Arka.


"Ayo kita masuk"Laura mengajak semuanya dan memilih duduk dibangku pojok tempat andalan mereka berdua dulu.


"Udah lama gak kesini,gak ada yang berubah ya "celetuk Tania


"Ada donk perubahannya"


"Apa???"


"Kamu sekarang bawa suami"Lanjut Laura


"Dan kamu bawa calon suami"ucap Tania tanpa sadar


"Upssss,maaf"Tania menutup mulutnya saat dirinya keceplosan ngomong.


Laura dan Gibran saling pandang lalu sama-sama membuang muka mereka karena merasa canggung.


"deg deg deg" detak jantung Laura


"Ada apa ini"Laura merasa heran saat matanya beradu pandang sama Gibran tadi.


"Udah pesan makan yuks"Varo mencairkan suasana


Dan mereka pun memilih beberapa menu.dan tanpa terasa mereka hampir menghabiskan Waktu setengah hari bercerita masa SMA dulu dan tentu Varo dan Gibran hanya jadi pendengar setia.

__ADS_1


__ADS_2